Sari buah apel, Kota Malang/Batu

serba-apel004Kini, telah tersedia hasil olahan dari buah apel Malang, mulai sari buah, cuka, jenang, brem, selai dan keripik. Jadi, makin banyak pilihan untuk dijadikan buah tangan.

Sari buah apel merupakan produk andalan Kusuma Agrowisata. Kawasan ini memiliki areal seluas kurang lebih 75 hektar yang meliputi agrowisata, hotel dan real estate. Untuk agrowisata saja diperkirakan seluas sekitar 25 hektar yang terdiri atas perkebunan apel, jeruk, stroberi, dan sayur-sayuran..

Dari empat jenis apel, hanya ada dua jenis apel yang dapat dijadikan sari buah. Yaitu jenis apel romebeauty dan manalagi. “Dua jenis apel ini kadar airnya sedikit,” jelas Indah Maretnowati, Manajer Agro Industri. Apel ini, diambil di lahan wisata petik Kusuma Agrowisata, yang luasnya 12,8 hektar. Di daerah yang terletak kurang lebih 165 kilometer dari Surabaya ini, wisatawan atau pengunjung bisa melakukan perjalanan agrowisata sekaligus bisa langsung memetik dan menikmati buah apel yang bebas pestisida.

Sebagai bahan sari buah, Indah mengaku memanfaatkan apel. Yang tidak layak dijadikan wisata petik, misalnya karena ukurannya kecil atau ada bentuknya kurang menarik. Setelah diseleksi, apel terlebih dahulu dibuang bijinya, lalu dicuci. Melalui mesin apel tersebut diproses hingga mengeluarkan sari dan ditambahkan gula.

“Semua diolah dari bahan alami tanpa campuran dan diolah secara higienis,” terang Indah. Demikian juga pemanis, Indah mengaku hanya mengunakan gula murni. Sari apel merupakan produk primadona Agroindustri.

Sari apel Yang mulai diproduksi tahun 2000 dengan skala home industry mendapat sambutan yang sangat baik dari konsumen. Peralatannya juga sudaq modern. Di lokasi ini wisatawan juga dapat menyaksikan langsung produksi sari buah apel. Mulai proses pemilahan buah, pencucian, pemprosesan sampai pengepakan. “Ini menunjukkan kalau kami benar-benar menggunakan bahan baku apel segar,” tuturnya. Proses produksi dilakukan setiap hari mulai pukul enam pagi hingga pukul empat sore. Sekali produksi mampu menghasilkan 2000 dus sari buah, dan siap dilempar ke pasaran.

Hal utama yang membuatnya kewalahan melayani permintaan adalah persediaan bahan dasar (buah-buahan) yang terbatas karena bisa saja faktor alam yang tidak bersahabat. “Kalau lagi musim buah tidak masalah. Kita bisa produksi lebih banyak. Tapi, kalau panen gagal karena hujan abu ini yang tidak bisa diprediksi,” katanya. Setiap hari sekitar dibutuhkan 1,5 ton apel. Selain mengandalkan kebun apel yang ada di Kusuma Agrowisata, apel juga dipasok dari Pujon.

PILIH SARI BUAH ASLI JANGAN ESENS
Teliti sebelum membeli, sebah tidak semua minuman sari buah diolah dari buah asli, ada pula yang mengandalkan esens Sari buah memang sangat baik, kelemahannya hanya jika kita mengkonsumsi semua buah dalam bentuk minuman, maka kita akan kehilangan serat yang bisa diperoleh jika kita memakannya langsung atau masih dalam wujud buah aslinya. Berbagai jenis minuman sari buah bisa kita temui di sekitar kita, mulai dari yang murah hingga yang mahal. Sebagai pilihan, kini mulai tersedia minuman beraneka rasa. Tetapi apakah minuman tersebut tergolong minuman yang sehat, sebaiknya kita berhati-hati. Karena di pasaran banyak beredar minuman sari buah, tapi temyata tidak semuanya benar-benar asli dari sari buah, karena ada pula yang menggunakan esens buah..

Minuman sari buah atau esens, keduanya sui it untuk dibedakan karena warnanya cenderung sama, demikian juga ketika dibuka, aroma yang muncul juga sama. Jika tidak peka rasanya juga bisa membohongi lidah. Namun ini bukan berarti tidak ada celah, karena setiap minuman mempunyai ciri khas masing-masing, baik dalam rasa maupun kandungan gizi, kalori dan lain-lain. Dari sini dapat mengetahui perbedaan antara sari buah asli dan esens.

Produk minuman yang menggunakan buah asli jika terkontaminasi dengan udara maka kemasan plastiknya menggelembung hasil reaksi fermentasi. Reaksi kimia inilah yang menyebabkan perubahan bentuk, warna dan rasa. Umumnya produk dari sari buah asli, isinya penuh dan menggunakan kemasan kedap udara. Jika kemasannya dibuka dan terkena udara langsung maka warnanya berubah, di dalamnya juga terlihat gumpalan seperti kapas, rasanya juga berubah menjadi asam. Jika melihat tandatanda ini jangan khawatir, sebab ini terjadi karena femlentasi dari buah asli.

Sebaliknya, minuman esens bisa dilihat dari isi dalam kemasan tidak penuh dan ada ruang kosong masuknya oksigen. Jika kemasan dibuka tidak terjadi perubahan warna, bentuk dan rasa. Yang tidak kalah penting, masa kadaluarsa sari buah asli, paling lama bertahan satu tahun, sedangkan esens sari buah bisa bertahan hingga dua tahun lebih. Dalam segi kesehatan, esens aman saja dikonsumsi hanya saja mengandung gula serta pewarna, sedangkan vitaminnya tidak ada. mi manda rosa

 ‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Mossaik, november 2005, hlm. 54

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Sari buah apel, Kota Malang/Batu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s