Pantai Puger – Pantai Kucur

Misteri Pantai Puger – Pantai Kucur, sesajen petunjuk keberadaan ikan

Di Pantai Puger banyak cerita, mulai dari cerita Mbah Puger sebagai penjaga Pantai Puger hingga lelaku sebagian orang di kawasan Pantai Kucur. Juga ada kepercayaan, dimana sesajen itu berhenti, di situlah ikan-ikan banyak berkumpul.

Pagi itu, Pantai Puger mendung membuat sinar sang surya padam, namun, kepopuleran salah satu obyek wisata bahari Kabupaten Jember saat itu sedang menyuguhkan pemandangan lain. Perahu-perahu nelayan dengan segala aktivitasnya menjadi pemandangan menarik tersendiri.

Pantai Puger bagaikan muara, segala jenis sampah terdampar di tepian pantai ini. Bagi wisatawan hal itu tentu bukan pemandangan yang bagus. Tapi bagi seba­gian masyarakat di Kecamatan Puger, bisa berarti lain. Mereka dapat mencari rejeki di sampah-sampah yang berserakan itu.

Pantai Puger yang terletak + 25 Km dari Kecamatan Ambulu, sebenarnya menjadi surga bagi orang yang suka memancing. Di pantai ini juga terdapat TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yang menjual ikan hasil tangkapan nelayan. Tidak heran, jika pantai Puger menjadi titik temu antar nelayan. “Banyak nelayan luar Puger sandar di sini. Seperti nelayan dari Madura, Probolinggo dan Kalimantan,” ucap Hafid (36), nelayan setempat.

Selain menjadi surganya pemandng, Pantai Puger juga dijadikan tempat wisa­ta bagi masyarakat setem­pat maupun sekitar Ambulu. Daya tarik wisatanya ter- letak di sekitar Pantai Puger, baik dari Cagar Alam Puger Watangan maupun pesona sumber air Kucur di Pantai Kucur. Dan yang utama, Pantai Puger juga merupakan gerbang keluar menuju Cagar Alam Pulau ‘ Nusa Barong.

Hafid juga mengatakan, selain Pantai Puger dijadikan tempat wisata, tradisi larung sesaji yang diadakan setiap tahunnya pada saat. Sura tiba juga menjadi andalan wisata Puger. “Tapi Larung Sesaji bukan semata-mata untuk menarik wisatawan untuk singgah di Puger Iho, Mas. Melainkan sebagai rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki yang diberikan kepa­da para nelayan Puger,” terangnya.

IKAN MELIMPAH

Setiap Jumat Legi pada penanggalan Jawa menurut Hafid, sebagian nelayan Puger juga mengadakan

selamatan yang ditujukan kepada Penguasa Laut Selatan. Warga meyakini, jika tidak diadakan sela­matan pada penanggalan Jawa tersebut, para nelayan tidak berani melaut. Alasannya, bisa berdampak buruk, seperti hilangnya ikan di laut secara mendadak, meski sedang musim ikan. Selain itu ada pula pantangan bagi nelayan Puger, yakni tidak mempermainkan harga ikan dengan tujuan persaingan tidak sehat.

“Kalau berseteru tentang harga ikan, lihat saja, beberapa hari ke depan ikan akan susah untuk dicari,” ujar Hafid.

Ada pula pantangan yang dihindari para nelayan selama beraktivitas di pan­tai maupun di laut. Yakni menjaga mulut dari segala ucapan kotor, dan tidak boleh sesumbar. “Jika dilanggar, biasanya ombak laut menjadi besar dan terjadi sepanjang hari,” imbuh Hafid.

Jika sudah begitu, para nelayan akan kesulitan untuk menangkap ikan. Karena sangat berisiko tinggi. Selanjutnya bisa dipastikan di hari itu juga nelayan tidak mendapat pemasukan untuk menghidupi keluarganya.

Entah faktor kebetulan atau faktor lainnya, banyak warga bercerita jika hal itu memang benar adanya. Sebab itu nelayan setempat berusaha untuk tidak melanggarnya. Taruhannya bukan hanya nyawa,- melainkan mampetnya reze­ki keluarga mereka. “Kami saling mengingatkan saja, untuk berbuat yang benar,” imbuh Hafid lagi.

Para nelayan tidak begitu tahu pasti darimana asalnya mitos yang seolah sudah menjadi aturan tidak tertulis ini. Meski begitu, masyarakat tetap mematuhinya. Mereka yakin, akan dampak negatif yang ditimbulkan jika mencoba melanggarnya. Selain selamatan yang dipersembahkan untuk sosok Penguasa Laut Selatan, para nelayan juga mengadakan selamatan di punden mbah Puger.

Sebab, kemunculan sosok Mbah Puger yang disertai angin besar, biasanya dianggap sebagai pertanda baik, yakni populasi ikan sedang melimpah. Karena itu masyarakat pun menghormati Mbah Puger dengan tradisi selamatan yang dikemas menjadi satu dengan Penguasa Pantai Selatan. Meski mitos yang berkembang secara turun-temurun itu adalah bentuk penghormatan untuk Penguasa Laut Selatan dan Mbah Puger, namun tetap saja doa keselamatan ditu­jukan pada Tuhan Yang Maha Esa.

Hal senada juga diucapkan Nidom (48), warga setempat yang kebetulan saat itu ikut nimbrung bersama LIBERTY. Kata Nidom, tradisi dan mitos yang ada di sepanjang Pantai Puger hingga Pantai Kucur memang sudah turun- temurun adanya.

Menurut Nidom, Mbah Puger di mata masyarakat setempat dianggap juga sebagai pendiri daerah Puger dan tokoh sakti yang mampu membuat nama Puger harum. Tapi sayang, ketika ditanya dari mana asal Mbah Puger, Nidom dan para nelayan lain ha.nya geleng kepala. “Intinya, tradisi itu sudah ada sejak dulu. Entah, darimana asal­nya Mbah Puger itu, saya tidak tahu pasti,” ucap Nidom.

Nidom menambahkan, selain fungsi sesajen seba­gai ucapan syukur kepada Yang Maha Kuasa maupun kepada Penguasa Laut Selatan. Fungsi sesajen itu sendiri dianggap juga seba­gai penunjuk’arah mata angin. Mereka percaya, arah mata angin merupakan kom- pas keberuntungan ketika melaut. Jika sesajen terse­but berlabuhnya ke arah utara dan bferhenti lama di tengah laut, maka di situlah letak kumpulnya ikan.

Jadi tidak mengherankan jika arah angin, kompas dan perahu merupakan guratan urat nadi kehidupan warga pesisir Pantai Puger yang lekat akan mitologi tersebut. Dan yang terpenting, diberikan rasa keberanian ketika menerjang ganasnya ombak Laut Selatan serta diberikan perlindungan dari serangan gaib, baik dari ilmu hitam antar nelayan ataupun kemalangan.

“Pokoknya untuk jaga- jaga aja, Mas. Makanya den­gan adanya larungan sesaji ini, berharap kedamaian selalu muncul di hari para nelayan. Intinya, jangan sampai terjadi perbuatan celaka gara-gara mencari ikan,” ucap Nidom.

KERA MERAH

Kata Nidom, Pantai Kucur memang satu rangkaian dengan Puger. Hanya terpisah jarak, kurang lebih 5 km. Di Pantai Kucur sendiri, selain sebagai tem­pat wisata layaknya Puger. Di kawasan tersebut dapat ditemukan kawanan kera merah yang selalu bergerombol suka bercanda dengan pars wisatawan apalagi bila melihat wisa­tawan membawa buah-buahan atau makanan. Banyak yang punya keyakinan, kera-kera itu akan mem­bawa malapetaka apabila ada pengunjung yang berani membawa pulang, menyakiti, apalagi sampai membunuhnya.

Kata Nidom, kera-kera tersebut jelmaan dari bala tentara Kerajaan Mataram. “Mitosnya seperti itu Mas, selebihnya saya kurang tahu pasti,” aku Nidom. Jadj, pada garis besarnya mereka percaya jika kera-kera itu akan membawa keberuntungan jika diperlakukan baik dan akan membawa kemalangan jika diperlakukan buruk.

Dan, ada pula yang memanfaatkan kesakralan kawasan Pantai Kucur untuk lelaku ilmu bagi orang yang menginginkan sesuatu. Walaupun kasat mata tidak ada yang terang-terangan berlelaku ilmu. Tapi, tak sekali dua kali cerita yang berhembus, orang berlelaku ilmu di kawasan Pantai Kucur untuk mencari keberuntungan nasib. Biasanya untuk meminta nomor judi togel. Tapi ada pula yang untuk cari jodoh.

Terlepas dari mitos maupun tradisi, ragam ceri­ta yang dituturkan warga setempat bagi saya merupakan pengetahuan baru. Saya pun menyimpulkan, jika tradisi yang diwariskan nenek moyang kita patut kita jaga dan lestarikan. Agar anak-cucu kita kelak bisa meneruskan tradisi yang sudah mendarah daging ini.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾

Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: LIBERTY, EDISI 2472,  11 – 20  JANUARI  2012

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Pantai Puger – Pantai Kucur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s