Pasuruan Kota Tua

 

Pasuruan Kota tuaPasuruan Kota Tua yang Memiliki Segudang Sejarah, 110 Bangunan Diperjuangkan Jadi Cagar Budaya

Kota Pasuruan selama ini dikenal sebagai Kota Tua, pada saat pemerintahan Kolonial Belanda, Pasuruan dikenal sebagai kota bandar dan satu-satunya kota yang meneliti masalah pergulaan di Asia, banyak bangunan tua yang kini tetap kokoh, namun ba­ngunan bersejarah ini belum masuk cagar budaya.

DARI hasil kajian bangun­an cagar budaya Kota Pasuruan yang dilaku- kan oleh Bapedda, baru 110 bangunan kuno yang ditetapkan sebagai objek yang diduga sebagi cagar budaya.

“Dari data Bappeda tahun 2012, ada sekitar 110 bangunan kuno yang masuk dalam kate- gori objek yang diduga cagar budaya,” kata Kabid Kebuda- yaan, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar), Firman, saat ditemui, Jumat (25/10) siang.

Dia menuturkan, hingga saat ini, bangunan tua di Kota Pasuruan, belum masuk kategori bangunan cagar budaya. Firman mengatakan, untuk dikategorikan sebagai objek cagar budaya, harus memenuhi beberapa kriteria.

Di antaranya, bangunan memiliki usia minimal 50 tahun, gaya bangunan yang khas, mempunyai nilai sejarah, ilmu pengetahuan, agama, dan pendidikan. “Saat ini, kami juga masih menunggu peraturan wali kota yang mengatur tentang itu,” tukasnya.

Dikatakannya, bangunan tua di Kota Pasuruan sebagian besar dimiliki oleh perorangan atau pribadi. Sementara, sebagain merupakan aset milik Kota Pasuruan.

Beberapa bangunan tua yang ada di Kota Pasuruan tersebut misalnya, Rumah Singa yang berada di Jalan Hasanudin. Bangunan yang diperkirakan dibangun sekitar tahun 1825. ini, dimiliki oleh keluarga Han.

Selain itu, juga sebuah gedung di Jalan Untung Suropati, yang bernama Gedung Harmoni. Gedung tersebut, diketahui dipakai sebagai tempat pertemuan dan rumah dansa pada zaman Belanda.

Selain bangunan beraksen Belanda, juga banyak ditemukan bangunan-bangunan kuno beraksen China. Misalnya, Klenteng Tjo Tiek Kion, yang berada di Jalan Lombok, dan gedung Wolu yang berada di Jalan feoekarno Hatta.

Demikian juga kantor dan rumah dinas milik P3GI, hingga kini gedung-gedung peninggalan Belanda ini masih kokoh berdiri.

Jadi Objek Wisata

Sementara itu, Kadis Pora- budpar Kota Pasuruan, Mahbub Efendi, mengatakan Pemkot

Pasuruan berencana untuk menjadikan bangunan-bangun­an tua itu, sebagai objek wisata kota tua. “Memang tujuannya kesana, namun saat ini kami masih mempunyai beberapa kendala. Sebagian besar objek- objek yang akan dijadikan cagar budaya, merupakan milik perorangan,” terangnya.

Saat ini, upaya yang sudah dilakukan adalah dengan membuat perwali mengenai pe- lestarian cagar budaya. Namun, kata Mahbub, saat ini masih menunggu pengesahannya.

“Setelah ada perwali itu, kita bisa menganggarkan biaya untuk pemeliharaan objek- objek yang dianggap sebagai cagar budaya. Minimal Pemkot memberikan sumbangsih dana untuk perawatan kepada para pemilik bangunan tua itu,” terangnya.

Dia menambahkan, dari 110 bangunan yang masuk dalam kategori objek yang diduga cagar budaya, 20 di antaranya diprioritasakan sebagai cagar budaya. “Ada 20 cagar budaya yang menonjol,” imbuhnya.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾

Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:  RAHARDIAN – BAGUS PRASETYO: SURYA, Sabtu 26 Oktober 2013, hlm. 6

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Pasuruan Kota Tua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s