Sumber Air Panas Nganget, Kabupaten Tuban

Sumber Air Panas Nganget Kedung Jembe, Air Penyembuh WarisanPenderita Kusta.

sumber-air-panas-ngangetSumber air panas Kedung Jambe pernah digunakan untuk terapi penderita kusta. Saat ini banyak yang berendam di sana, sekedar berekreasi, maupun mengejar kesembuhan dari berbagai penyakit.

Meski hidung sumpung menghiasi wajah, serta jari-jari tangan yang tak utuh lagi, Pak Asan nampak ceria mandi berendam di sebuah kolam. Teguh, anak laki-lakinya, memain- mainkan air di sampingnya, menemani keceriaan sang ayah. Kulit bersih, organ tubuh sempurna, serta wajah tampan Teguh, membuat pemandangan yang sangat kontras antara bapak dan anak itu.

Pak Asan adalah salah satu dari ratusan mantan penderita kusta yang berdiam di Dusun Nganget, Desa Kedung Jambe, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa  Timur. Seperti namanya, kebetulan di dusun tersebut, terdapat sebuah mata air hangat yang diyakini bisa menyembuhkan berbagai penyakit kulit, termasuk kusta. Kolam tempat Pak Asan dan putranya berendam, airnya berasal dari sumber tersebut. Ada dua kolam besar, masing- masing berukuran sekitar 2 m X 8 m, yang semuanya dikelilingi tembok lumayan tinggi. Di kolam-kolam berair hangat inilah, para penderita kusta seperti Pak Asan, dulu berendam, menerapi penyakitnya. Tentu selain melakukan pengobatan medis di rumah sakit khusus kusta yang tak jauh dari tempat itu.

Rumah sakit tersebut dibangun pada 1947, meneruskan fungsinya sebagai penampungan penderita kusta oleh Pemerintah Kolonial Belanda sejak 1935. Para penderita kusta waktu itu dibawah penanganan langsung dokter dari Jakarta, sebelum diserahkan ke Pemerintah Propinsi Jawa Timur pada pada 1969. Sebanyak 221 pasien kusta menghuni rumah sakit tersebut dan bertahan hingga 1985.

Saat sebagian besar pasien dinyatakan sembuh, rumah sakit tersebut penanganannya diserahkan kepada Dinas Sosial Propinsi. Jatim. Fungsi rumah sakit pun berubah menjadi Panti Rehabilitasi Sosial eks penderita kusta. Berbarengan dengan itu, diban­gun rumah penampungan sebanyak 55 unit bagi eks penderita kusta yang terhambat kondisi fisik untuk menyaki ke masyarakat atau kembali ke daerah asal.

“Saat masih ada rumah sakit dulu, berendam di kolam air hangat ini, men­jadi salah satu terapi penyembuhannya,” jelas Jonathan Jehuzua Salatnaya, pegawai bagian umum Dinas Sosial Jawa Timur. Sudah sejak 1991, saat masih dibawah naungan Dinas Kesehatan, laki-laki 38 tahun yang juga cucu Johan Salatnaya ini, mendampingi para penderita kusta di sana. Johan Salatnaya adalah mantan anggota TNI bagian kesehatan asal Ambon, yang ikut merintis pendirian rumah sakit kusta di Kedung Jambe. Menjadi bagian terapi penyem- buhan kusta itulah, yang kemudian membuat air hangat Kedung Jambe kian dikenal. Para penderita berma- cam penyakit, terutama penyakit kulit, juga yang hanya ingin menghilangkan pegal-pegal, mulai berdatangan ke tempat ini.

“Orang-orang mungkin ter- sugesti, kusta saja bisa sembuh, apalagi penyakit biasa,” imbuh Jonathan. Pada kenyataannya, ungkap Jonathan, banyak orang yang tersem- buhkan penyakitnya setelah mandi di tempat ini. “Dipikir-pikir memang seperti keajaiban. Bahkan pernah ada yang lumpuh sembuh setelah bebera- pa kali berendam di nganget sini,” Ianjut Jonathan. Orang-orang sekitar menyebut sumber air hangat itu den- gan sebutan nganget, darimana nama dusun mereka berasal, yang berarti menghangatkan.

PENINGGALAN SUNAN BONANG

Sumber air hangat itu sendiri terlihat unik, menyatu dengan sebuah sungai yang membelah Desa Kedung Jambe. Keduanya hanya dibatasi den­gan tatanan batu-batu kali, yang tidak secara tegas memisahkannya.. Meski begitu, air di sumber ini selalu hangat, tak terpengaruh air sungai di sekelilingnya. “Pada dasarnya, air yang keluar di daerah ini hangat semua,” kata Jonathan.

Di sumber inilah, para pengunjung biasa, dengan keluhan sakit maupun yang sekedar ingin rekreasi, beren­dam. Bukan di dua kolam besar yang khusus diperuntukkan bagi penderita kusta. Hampir tiap hari, terutama menjelang sore, bahkan malam sekalipun, puluhan orang berendam di sumberini. “Kebanyakan dari sekitar sini aja. Tapi pernah juga rombongan dari luar daerah,” papar Jonathan.

Di antara pengunjung yang datang mengejar asa kesembuhan, terkadang ada juga yang melakukan ritual di sana. Sebelum berendam, mereka membuang bunga telon yang diberi syarat uang seikhlasnya, ke dalam sumber air. “Biasanya ritual seperti itu pada malam purnama. Pas malam seperti itu, pengunjung yang ke sini sangat banyak,” jelas Nanwi, salah seoarang ketua RT, yang juga mantan penderita kusta.

Bila tidak melakukan ritual semacam itu, orang-orang cukup berdoa sebelumnya, memobon kesembuhan dengan wasilah Sunan Bonang. Menurut warga, nama Sunan Bonang menjadi perantara doa, karena sumber air hangat itu diyakini sebagai pening- galan sang sunan. Sebuah cerita, yang kental dengan unsur legendanya, mendasari keyakinan itu.

Konon, Nganget Kedung Jambe tercipta dari bekas tancapan tongkat Sunan Bonang. Saat itu, sang sunan sedang bertarung dengan tokoh berandal, Bancak Ngilo. Terdesak, Bancak Nilo melarikan diri dan dan terus dikejar oleh Sunan Bonang. Sambil mengejar, sang sunan sering melemparkan tongkatnya membidik tubuh Bancak Ngilo.

Saat tongkat tidak menemui sasaran, di lokasi jatuhnya itulah muncul sumber-sumber air hangat. Setidaknya ada 3 sumber air hangat di kawasan hutan jati Tuban yang menurut cerita tutur dikatakan sebagai bekas tancapan tongkat Sunan Bonang. Yaitu Padusan Modo di Desa Mojo, Kecamatan Bangilan, sumber air hangat Kedung Jambe, dan Sumber air panas Prataan, di Kecamatan Parengan.» HK

LIBERTY, 1-10 April 2009

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Sumber Air Panas Nganget, Kabupaten Tuban

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s