Museum Jalesveva Jayamahe, Surabaya

Arsip jalesMuseum ini terletak di lingkungan Monumen Jalesveva Jayamahe. Untuk mencapai areal monumen, ada tiga pintu masuk, melalui darat; Namun saat ini baru jalur darat saja sebagai akses masuk di kompleks Armatim tempat berdirinya Monjaya. Melalui jalan darat ini bisa melewati JI. Perak Timur menuju Jembatan Petekan dan lewat Jl. Sidotopo. Kedua jalur ini akan berujung di Pintu Gerbang Armatim. Disarankan, sebelum mengunjungi Monjaya, menghubungi pihak Dinas Penerangan Armatim dulu. Dalam perjalanan masuk ke Monjaya kita akan melewati beberapa penjagaan TNI AL karena posisi patung tersebut berada di basis Armatim TNI AL.

Pengunjung perlu mengetahui syarat dan prosedur sebelum berkunjung ke museum Monjaya. Pengunjung rombongan atau perorangan harus membuat permohonan kunjungan setidaknya dua minggu sebelumnya. Permohonan kunjungan ditujukan kepada Pangarmatim dengan tembusan ke Gubernur AAL, Asintel Pengarmatim, Asops Pangarmatim, Asintel Danlantamal III, dan Kepala Dinas Penerangan (Dispen) Koarmatim. Lebih mudah bila berkoordinasi dengan Dispen Koarmatim. Setiap pengunjung dianjurkan memakai seragam dinas atau pakaian rapi. Sebelum masuk ke lokasi, pimpinan pengunjung wajib menghadap ke kantor Dispen Koarmatim untuk mendapatkan pemandu (guide) ke lokasi Koarmatim. Jam kunjungan dibuka tiap hari, Senin – Jumat pukul 07.30-1 5.00. Hari Sabtu, Minggu, dan hari libur tidak melayani kunjungan.

Monumen ini merekam langkah heroik  para pendiri dan sesepuh TNI Angkatan Laut  sekaligus diharapkan dapat menjadi penghargaan dan kenang-kenangan dari generasi penerus yang masih hidup disamping juga itu diharapkan juga dapat memberi dorongan untuk meneruskan perjuangan mereka menuju kejayaan Angkatan laut dalam wadah Negara kesatuan Republik Indonesia. dapat mengobarkan semangat perjuangan bagi generasi berikutnya. Dipilihnya areal dermaga Ujung Surabaya sebagai tempat pendirian monumen ini  tidak dapat dilepaskan dari keberadaan dermaga itu di Surabaya yang menjadi saksi sejarah atas peristiwa perebutan Kaigun SE 21/24 Butai pada tanggal 3 Oktober 1945 yang ditandai dengan sumpah para Bahariwan Penataran Angkatan Laut (PAL) yaitu “ Saya rela dan ikhlas mengorbankan harta, benda maupun jiwa raga untuk Nusa dan

Pembangunan dilaksanakan sejak tahun 1990 dan diresmikan pada tahun 1996 bertepatan dengan hari Armada RI tanggal 5 Desember 1996 oleh Presiden Soeharto. Monumen Jalesveva Jayamahe menggambarkan seorang Perwira Menengah TNI AL berpakaian lengkap tenue PDU-I. Monumen ini dibangun terletak di bagian ujung barat Dermaga Madura ini juga dapat digunakan sebagai menara lampu pemandu (merkusuar) bagi kapal-kapal yang berlayar di sekitarnya.

Tinggi patung 31 meter berdiri di atas bangunan setinggi 29  meter. Pada dinding dibuat diorama sejarah kepahlawanan para pejuang bahari/TNI Angkatan laut sejak jaman sebelum revolusi fisik sampai dengan tahun 1990-an. Gedung ini sekaligus juga sebagai Executive Meeting Room. Sebagai arsitek pembangunan TNI AL mempercayakan kepada Drs. Nyoman Nuarta yang tergabung dalam Nyoman Nuarta Group.

MUSEUM JALESVEVA JAYAMAHE
Dispen Koarmatim,
Jl. Taruna 1 Ujung Surabaya
Phone:+62313201191

 

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: SURABAYA City guide,  Suara Surabaya Media, Edisi Mei 2010, hlm. 11.

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Museum Jalesveva Jayamahe, Surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s