Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo

Nyaman Bermalam di Baluran

Selain Nusa Tenggara, Jawa juga punya padang rumput atau savana. Pulau Jawa yang padat gunung memiliki satu kawasan savana yang eksotis seluas ratusan hektar. Savana itu kini berada dalam pengawasan Balai Taman Nasional Baluran.

Kalau saja grup band asal Kanada Toto dulu sempat dating ke Taman Nasional Baluran di Situbondo, mungkin lagu karyanya bukan berjudul Afrika, tapi Baluran, Lantaran keindahan ekosistem di Baluran malah lebih eksotis daripada kontur Kilimanjaro di Afrika. Lihat saja faktanya, Kilimanjaro hanya memiliki gunung dan padang savana, lengkap dengan penghuninya. Namun Taman Nasional Baluran di Situbondo, bukan hanya memiliki gunung terjal nan dingin serta padang savana yang kaya rumput, tapi juga hutan mangrove dan ekosistem perairan. Sedangkan penghuninya juga tak kalah ramai. Bahkan, Taman Nasional Baluran seluas 25.000 hektar itu dijuluki surga burung Indonesia.

Baluran merupakan perwakilan ekosistem hutan yang spesifik kering di Pulau Jawa, terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Sekitar 40% tipe vegetasi savana mendominasi kawasan Baluran berhiaskan berbagai jenis burung. Juga ada 26 jenis mamalia diantaranya banteng (Bas javanicus), kerbau liar (Bubalus bubalis), ajag (Cuan alpi-nus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak), rusa (Cervus timorensis rus-sa), macan tutul (Panthera pardus melas), kancil (Tra-gulus javanicus pelandoc), dan kucing bakau (Prio-nailurus vivertinus).

Banteng dan Rusa
Padang rumput alias savana memang banyak dijumpai di kawasan kering seperti Nusa Tenggara. Itu sebabnya, keberadaan savana lengkap dengan penghuni alamiahnya seperti banteng, rusa atau kerbau liar di salah satu sudut pulau Jawa, memunculkan eksotisme tersendiri. Sayangnya keberadaan para penghuninya sering terusik ulah manusia. Maklum Baluran dilintasi jalan nasional yang menghubungkan Banyuwangi dengan Surabaya dan dikelilingi oleh laut dangkal. Jadi, Baluran mudah diakses. Akibatnya Taman Nasional ini kerap dirambah hingga jauh ke dalam. Banyak pemburu liar masuk dan menembaki penghuni savana.

Tak ayal lagi, populasi maskot Baluran, banteng, kian lama kian menipis. Kalau pada tahun 2001 jumlah banteng masih berkisar 219 hingga 267 ekor, setahun berikutnya tersisa 81 -15 ekor. Bahkan tahun 2006, jumlahnya tinggal 25 ekor saja. Data terakhir tahun 2007, populasi banteng 34 ekor saja. Kini, tak ada data pasti berapa jumlah bant ng yang tersisa. Jelasnya, banteng sudah sulit dijumpai. Perhitungan jumlahnya hanya dari jejak-jejak kaki saja. Anjloknya populasi banteng lantaran banyak sebab. Selain tangan jahil manusia, perubahan kondisi savana  dan adanya predator banteng juga ikut ambil bagian. Semula kawasan padang savana masih sangat luas, namun kini sudah menyusut jauh. Menurut Kepala Balai Taman Nasional Baluran, Indra Arinal, penyusutan lahan savana akibat ekspansi sejenis tanaman akasia. Pohon-pohon akasia yang tumbuh sangat cepat ini, memakan lahan savana yang semula ditumbuhi rerumputan. Banteng pun kehilangan makanannya. Embung-embung air alami yang semula menjadi tempat minum banteng, ikut lenyap. “Kami sudah mencoba menyalurkan air dari gunung dengan pipa ke tempat-tempat minum banteng. Namun pipa-pipa itu dicuri orang,” jelas Indra.

Untuk melindungi keberadaan banteng liar ini, saat ini telah diupayakan untuk memperluas savanna rumput dengan menebangi pepohonan akasia dan menyediakan sumber air dengan membuat penampungan air. Selain itu, untuk menghindari perburuan, selain menyiagakan 36 petugas hutan, pihaknya juga melibatkan masyarakat setempat sebagai pamrakarsa. Langkah ini dirasa cukup efektif, karena saat ini sudah tidak ditemui lagi adanya kasus perburuan banteng.

Indra memprediksi, sulitnya mencari makanan dan minuman mernbuat banteng, akhirnya mencari tempat makan lain. Boleh jadi, banteng bermigrasi ke tempat lain di dalam kawasan Taman Nasional Baluran. Bahkan sangat mungkin ke taman nasional lain yang jaraknya dekat seperti Taman Nasional Alas Purwa. Penghuni savana alamiah yang juga sudah sulit dideteksi keberadaannya adalah macan tutul. Sejauh ini, pengelola TN Baluran pun kesulitan mencari jejak macan tutul.

Bermalamlah
Namun, tidak semua penghuni alamiah padang savana Baluran menghilang. Rusa misalnya, sampai kini masih mudah dijumpai. Jika ingin bersua dengan rusa, silakan melakukan tracking malam. Pengelola Baluran membuka kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan ekowisata. Pengunjung bisa menginap dan menemui rusa di padang savana saat malam hari.

Untuk itu, Balai TN Baluran menyediakan kawasan perkemahan di padang savana yang disebut Bekol. Penginapan mini mempunyai fasilitas 16 kamar. Hanya dengan Rp 35,000 per orang, pengunjung akan dapat menginap sembari menikmati kesunyian alam yang jauh dari hiruk pikuk kehidupan luar. Selain di Bekol, juga bisa menginap di kawasan Bama. Kawasan tepi pantai ini sangat indah karena dekat dengan hutan mangrove dan pantai berpasir putih. Bagi penggemar snorkling, diving, atau ingin berkano, sebaiknya memang menginap di Bama.

Menurut Indra, saat ini Balai TN Baluran sedang melakukan transplantasi karang di sekitar pantai Bama supaya ekosistem pantai Bama pulih seperti dulu. Ulah manusia yang sering menangkap ikan dengan bom dan potas,membuat ekosistem Bama yang indah menjadi rusak  berat. Kerusakan itu sedikit demi sedikit mulai bisa dibenahi (fad)

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: POTENSI, EDISI 06, JUNI 2011, hlm. 43.

 

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s