Pesona Timur Tengah, di Kampung Ampel, Surabaya

Pesona Timur TengahBerbicara mengenai Kampung Ampel, tak bisa terlepas dengan komunitas Arab yang menghuni kawasan utaraSurabayaini. Kampung Ampel merupakan kawasan yang dihuni oleh berbagai suku bangsa dalam kurun waktu beratus tahun dan hidup dalam keharmonisan kultural, sosial politik, ekonomi maupun agama.

Meski didiami oleh mayoritas warga.keturunan Arab, namun di kawasan kampung Ampel, jika Anda jeli, Anda juga akan menemui suku Jawa dan Madura. Mereka berdampingan secara apik dan selaras, menunjukkan sebuah harmonisasi budaya yang saling menghormati.

Pada realitasnya, kampung Ampel merupakan wujud pembauran antar suku bangsa, etnik, bahasa, budaya dalam kurun waktu yang cukup lama.

Kawasan Ampel berkembang sejak Raden Rakhmat atau Sunan Ampel menjadikan kawasan Ampel sebagai pusat penyebaran Islam pada tahun 1420.

Dari kampung Ampel ini pula pernah lahir tokoh pergerakan kemerdekaan yang mengusung visi integrasi etnik dalam NKRI. Salah satu tokoh yang cukup termasyhur adalah KH Mas Mansyur yang sekarang menjadi nama jalan utama di kawasan Ampe!.

Sejumlah tokoh besar lain juga lahir dari warga keturunan Arab, khususnya di kawasan Ampel, di antaranya AR Baswedan, Mar’ie Muhammad, Fuad Hasan, dan lain sebagainya.

Dalam sejarahnya, kampung Ampel pernah menjadi salah satu vocal point dalam menyuarakan ke-Indonesiaan, keberagaman etnik, bahasa dan agama dan sekaligus mampu mengusung nilai-nilai toleransi yang layak dibanggakan.

Kampung Ampel sebagai bagian dari Kota Pahlawan Surabaya, bias menjadi central point wisata budayaSurabaya.

Di kawasan ini terdapat masjid bergaya arsitektur Jawa kuno yang dibangun pada tahun 1421 ini, biasanya diminati para wisatawan yang ingin berziarah ke Makam Sunan Ampel dan ke Masjid Agung Sunan  Ampe!. Pada saat Sunan Ampel wafat pada 1481, ia dimakamkan persis di sebelah kanan depan masjid.

Di kompleks ini, terdapat lima Gapura (pintu gerbang) yang merupakan simbol dari Rukun Islam. Jika berjalan dari arah selatan tepatnya di Jl. Sasak, terdapat Gapuro Munggah,  Anda bisa menikmati suasana perkampungan seperti Pasar Seng di Masjidil Haram, Mekah. Untuk menuju masjid dan makam. Anda harus melewati lorong Pasar Gubah (Ampel Suci) dan Gapuro Poso (Puasa) di selatan masjid.

Setelah itu Anda akan memasuki halaman masjid dan terlihatlah bangunan induk yang megah dengan menara yang menjulang tinggi.Perjalanan pun bisa dilanjutkan ke Gapura Ngamal untuk bersedekah bagi pelestarian dan kebersihan masjid maupun makam.

Tak jauh dari situ, Anda akan melewati Gapura Madep. Di sebelah kanannya, terdapat makam Mbah Shanhaji yang menentukan arah kiblat di masjid ini. Terakhir adalah Gapuro Paneksen sebagai gerbang terakhir menuju makam. Di makam ini terdapat mata air dan juga buah Pace yang dipercaya berkhasiat.

Kampung Arab yang masih termasuk dalam wilayah Ampel, sudah pasti perlu ditelusuri. Disebut begini karena nota bene penduduk di sini adalah orang Arab, biarpun bukan berasal dari Arab Saudi, melainkan ketuninan bangsa Yaman yang disebut Hadromi. Uniknya, gaya rumah rumah di sini masih asli pehinggalan zaman Sunan Ampel. Dan sangat disayangkan bila Anda tidak mengabadikan diri di tempat ini.

Nuansa budaya Arab cukup  kental menghiasi kawasan Ampel. Nasi kebuli, nasi magali, uthuk-uthuk, pukis Ampel, kambing guling, lontong bumbu tampak menggoda selera.

Tak hanya itu menu khas lain seperti nasi mandi, kopi arab dan teh rempah melengkapi sajian kuliner jika  kita jalan-jalan ke Ampel.

Nasi mandi ini cukup spesial. Bentuknya mirip nasi biasa, namun rasanya gurih karena nasi mandi dioven bersama daging kambing. Karena dioven secara bersamaan, kaldu dari daging tersebut menetes dan membumbui nasi di bawahnya. Gurih dan nikmat.

Selain menyuguhkan menu menu khas Arab, Ampel juga memiliki kesenian khas orang Arab yang biasanya ditampilkan dalam setiap  kunjungan khusus.Adamusik hajir marawis, tarif zafin dan tari syara.

Musik hajir marawis yang terdiri dari harmonisasi ritme perkusi, yaitu maramis, hajir dan seruling, berpadu mengiringi indahnya tarian zafin yang dibawakan rancak oleh para penari pria.

Komunitas Bandari Salamah Ampel Surabaya, sebuah kelompok anak muda keturunan Arab, menekuni dan memiliki grup musik hajir marawis ini.

Musik hajir marawis berisi shalawat nabi dan pujian kepada Allah, alunannya yang indah seolah menjadi obat rindu bagi siapapun yang nmenyaksikan, membungkam kerinduan akan romantisme budaya Arab, yang kini jarang ditampilkan.

Musik ini biasanya hanya bias dinikmati ketika ada perhelatan pesta perkawinan atau pesta-pesta besar.  Bagi orang Arab yang menontonnya, hajir marawis bisa menjadi obat kangen akan nilai-nilai budaya Arab. Tradisi khas Arab lainnya adaiah sisha, semacam bahan yang dihisap, mirip rokok Ditulis oleh yoyok cahyadi

——————————————————————————————-

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Prasetya, Buletin Bulanan, Sumber Inspirasi Birokrasi,EDISI 07, Juli 2009

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Pesona Timur Tengah, di Kampung Ampel, Surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s