Museum P4 di Kabupaten Blitar

Berkunjung ke Museum P4 di Blilar

Arsip Museum P4Kabupaten Blitar boleh dibilang kaya dengan objek wisata. Objek wisata sejarah, pantai dan gunung ada. Tersebutlah objek wisata Candi Penataran, Candi Sawentar, Candi Plumbangan, Pantai Tambakrejo, Pantai Jolosutro, Pantai Serang, Candi Rambut, Monte, Gua Embultuk, Monumen PETA, Makam Soekarno, Makam Aryo Blitar, Istana Gebang Kebon Rojo, Sumber Udel dan Karangsari Agro Wisata. Sedangkan agenda tahunan di antaranya Grebeg Pancasila.

Di antara objek wisata itu yang menjadi primadona adalah Candi Penataran yang terletak di sebelah utara Blitar. Ini satu-satunya komplek percandian terluas di lawa Timur. Hampir sepanjang hari tidak pernah sepi pengunjung. Menurut catatan, jumlah pengunjung umum rata-rata dalam satu bulan sekitar 20.000 sampai 25.000 orang.

Selain Candi Penataran, Makam Proklamator Bung Karno yang terletak di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, sekitar 2 km ke arah utara pusat Kota Blitar, juga menjadi tujuan utama wisatawan ke Blitar. Sekitar 150.000 pengunjung tiap tahun berziarah di Makam Bung Karno, baik itu wisatawan dalam negeri maupun wisatawan luar negeri.

Arsip Museum P4.Tetapi di antara banyak objek wisata itu ada satu bangunan yang terlupakan, yaitu Gedung Loka~Wisata Karya Pemasyarakatan P4  (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila). Gedung yang terletak di Jalan Raya Nglegok ini diresmikan Bupati Blitar Siswanto Adi, 11 Juli 1990.  Sedangkan peletakan batu pertamanya oleh Kepala BP7 Pusat, Oetojo Oesman, 15 Juni 1989.

Prasasti di marmer yang bercokol di depan musium yang ditulis oleh Bupati Blitar, Siswanto Adi, sebagai pertanda diresmikannya musium ini, berbunyi: Dari yang kecil ini semoga gemanya dapat menggaung ke seluruh nusantara menjadikan bentengnya Pancasila di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lokasi Gedung Loka Wisata sebenarnya cukup strategis, yaitu tidak jauh dengan Candi Penataran, atau diapit Museum Purbakala dan kolam renang Penataran. Anehnya, banyak warga Blitar yang tidak mengetahui keberadaan Musium P4 (begitu biasa disebut). Beberapa penduduk Blitar, termasuk teman penulis asli Blitar yang merantau di Surabaya, ketika ditanya keberadaan Museum P4, mengaku tidak tahu. “Toh, memang ada Museum P4 di Nglegok,” rata-rata begitu jawabnya.

Arsip Museum P4...Ketika saya berkunjung ke Museum P4, Selasa, 16 Juni 2009, Museum P4 tampak tidak terawat. Menurut penjaga kolam renang, Museum P4 sudah lama tidak dibuka karena keterbatasan tenaga. Museum ini baru dibuka kalau ada kegiatan, misalnya penataran P4 atau rapat kelurahan. Di luar itu selalu terkunci.

Siang itu, ketika saya berkunjung, bersamaan dengan pengurnuman kelulusan siswa SLTA. Banyak siswa SLTA yang merayakan kelulusan di Museum P4. Maklum, halaman Museum P4 cukup luas dengan pohon beringin tumbuh di tengah-tengah sehingga terasa teduh. Tatkala saya diberi kesempatan masuk ke dalam museum, spontan anak-anak muda yang baru saja merayakan kelulusannya itu ikut masuk atau sekadar berdiri di pintu masuk.

Arsip Museum P4..Pemandangan ini lain dengan tahun 1993 ketika penulis berkunjung ke gedung berbentuk limas ini. Waktu itu pengunjungnya banyak dan bagian dalam gedung terlihat bersih. Ya, bisa saja karena waktu itu Museum P4 baru diresmikan, sehingga masyarakat kemaruk untuk melihat-lihat.

Sedangkan sekarang, 16 tahun kemudian, musium ini bukan saja tidak dibuka, tetapi sama sekali tidak terawat. Lantai gedung utama, tempat diorama mengelilingi gedung, tampak kotor, bahkan kotoran burung tercecer di mana-mana. Demikian pula dengan kaca diorama, debu menempel, bahkan saking lamanya tidak dibersihkan sebingga mengaburkan kaca diorama. Bercak-bercak coklat menyebar di langit-langit akibat air hujan. Belum lagi bau apek bisa saja karena lama tidak dibuka.

Ada apa sebetulnya di dalam Museum P4? Tepat di depan gedung berdiri patung Ganesha. Lalu di tengah pintu masuk, terdapat patung burung garuda dalam ukuran besar, lalu di perisainya terdapat sila-sila. Kemudian, sesuai jarum jam, pengunjung dapat menikmati diorama.

Urutan pertama adalah relief teks Proklamasi Kemerdekaan RI, kemudian dilanjutkan dengan diorama sidang PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia), 18 Agustus 1945. Digambarkan di sini, saking serunya perdebatan sidang PPKI, kertas-kertas di meja sidang sampai berantakan.

Diorama kedua berjudul Rintisan Lahirnya P4, yaitu ajakan Presiden Soeharto pada Musyawarah Kerja Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, 12 April 1976, di Istana Negara. Kemudian disusul diorama Sidang Umum MPR 1978. Lalu ada juga diorama Penyampaian Pita Prayojana Kriya Patha Parasamya Puma Karya Nugraha dari Presiden ke Gubemur Jawa Timur (tidak dicantumkan tahun berapa dan Gubernur Jatim siapa).

Pada diorama yang lain Presiden Soeharto memukul gong pertanda pembukaan penataran P4 bagi calon manggala. Juga ada diorama Kepala BP7 Tk. I Jawa Timur, Soekarsono Kartowilastro, membuka penataran P4. Selain diorama, Museum P4 juga memajang foto-foto kegiatan penataran P4 di Kabupaten Blitar. Salah satunya adalah penyerahan Panji Karya Utama Nugraha Bidang Pemasyaratan P4 dari Gubemur Jatim kepada Bupati Blitar sebagai juara I Tk. Provinsi tahun 1987-1988. Sebagian besar foto-foto ini sudah lekang, bahkan rusak sama sekali karena terkena air.

Melihat kondisi Museum P4, dalam hati terbersit rasa keprihatinan: Sayang gedung sebagus ini, yang dibangun dengan biaya tidak sedikit, yang dilandasi semangat mulia, yaitu sebagai bentengnya Pancasila, tidak terawat, bahkan cenderung menjadi bangunan tua. Apakah terasingnya gedung ini dari masyarakat merupakan pertanda kalau P4 sudah tidak populer lagi di masyarakat? (budi)

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Teropong, Edisi 45, Mei-Juni 2009,  Surabaya, Balitbang Prov. Jatim, 2009 hlm. 46.

 

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Museum P4 di Kabupaten Blitar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s