Ekowisata Mangrove Wonorejo (EMW), Surabaya

Wisata Anyar : Mencintai Alam Sambil Wisata

ArsipWisata kota Surabaya bukan”hanya belanja yang sebagian besar berada di tengah kota, tapi di pinggiran kota, di wilayah paling ujung timur, yang relatif belum berkembang seperti tengah kota ada lokasi wisata yang tidak kalah menarik, terutama bagi pecinta alam dan mereka yang bosan hanya keliling mall.

Di kawasan Pantai Timur Surabaya ini terdapat obyek wisata baru yang namanya cukup keren, Ekowisata Mangrove Wonorejo (EMW) yang menjual rehabilitasi, edukasi, dan rekreasi. Wisata ini dike lola oleh satu lembaga khusus yang menamakan dirinya Forum Komunikasi Polisi Masyarakat (FKPM) Kecamatan Rungkut. Sesuai namanya, forum ini dibentuk sebagai upaya menjaga kelestarian alam di wilayah Kecamatan Rungkut. Salah satu hasilnya adalah menjaga ekosistem pantai, yang masuk kawasan Kecamatan Rungkut.

Arsip.Setelah yakin akan usaha yang dikembangkan selama ini, forum yakin kawasan binaan mereka layak dijadikan temp at wisata – bukan dimaksudkan untuk meraup keuntungan semata, melainkanmenginformasikan pula upaya pelestarian hutan mangrove. Saat ini keyakinan itu telah berkembang menjadi satu paket wisata.

Di lokasi itu, selain bisa menikmati segarnya hawa pesisir, pengunjung bisa berkeliling menyusuri pantai berhutan bakau tersebut.

Pengelola memberlakukan sistem paket untuk jalur wisata tersebut. Paket ini bisa dinikmati dengan perahu motor berkapasitas maksimal 40 orang yang telah disiapkan oleh pengelola untuk menikmati keiridahan lokasi itu. Untuk pengamanan, pengelola juga menyediakan pelampung dan fasilitas wisata lainnya

Arsip..Paket ini dimulai dari dermaga Sungai wonokromo menuju Selat Madura. Jalur ini sudah ditata sedemkian rupa, sehingga selain jaga alam, tapi merenovasi alam dari keadaan sebe lumnya yang telah rusak, menjadi rimbun kembali. Sepanjang perjalanan pengunjung bisa menikmati rimbunnya hutan mangrove, burungburung yang beterbangan dan hinggap di rantingranting pohon mangrove Satu pemandangan yang jarang bisa disaksikan dikotametropolitan, kecuali diSurabaya.

Untuk mencapai tempat wisata yang bangga memamerkan keindahan alam ini, pengunjung harus menempuh jarak sekitarlimakilometer dari Jembatan MERR ll-C di kawasan Pondok Nirwana. Dari arah Jl. Jagir Wonokromo lurus ke timur, melintasi perempatan Panjangjiwo sampai ke jembatan MERR,ll C.

Tak jauh dari jembatan ini terlihat gedung kampus Stikom. Perjalanan dilanjutkan ke arah timur, melintasi kampus itu, melewati IPH School, pangkalan taksi Orenz, hingga menemui penunjuk arah menuju EMW. Jarak tempuh dari titik jembatan MERR II C hingga ke lokasi berkisar 2,5 kilometer.

Setelah mengikuti panduan itu, pengunjung akan menemui jalan makadam hingga menjumpai Boezem Wonorejo. Jalan itu berjarak 2,5 kilometer yang bisa ditempuh sepeda motor maupun mobil. Hanya saja, jika musim hujan jalannya sulit dilalui.

Pemerintah kota Surabayabaru saja memikirkan akses jalan ke arahsanayang tidak mengganggu lingkungan sekitarnya, tapi memberikan kemudahan dengan tetap memelihara lingkungan dan keindahan.

Pengelola juga telah menyediakan pemandu wisata. Mereka ini adalah anggota Karang Taruna yang telah dilatih bukan saja mengenalkan lingkungan yang dipamerkan, tapi juga dilatih mengoperasikan perahu motor dan pengamanan wisatawan yang menjadi tanggung jawabnya.

Dengan perahu itu para pengunjung dibawa menyusuri sepanjang pantai Hutan Mangrove. Selama berada di perahu, pemandu wisata akan memberikan informasi ten tang kawasan itu, termasuk bagaimana kondisi dulunya dan upaya yang dilakukan hingga sekarang.

Ujung tahap pertama perjalanan ini adalah kantor sekretariat lembaga ekowisata yang saat ini baru ndompleng di kantor Kelurahan Wonorejo di Jalan Wonorejo 1. Disana, pengelola telah menyiapkan aneka produk karya warga Wonorejo untuk para pengunjung.

Belum banyak wisatawan yang tahu memang. Hutan ini masih perawan, karena lokasinya juga berada di wilayah paling ujung dan nyaris terisolirbelum ada kendaraan angkutan umum yang lalu lalang di sini.

Promosi obyek wisata itu pun baru akan dilakukan dengan bantuan Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar)Surabaya. “Kami akan mencoba mempromosikan wisata ini dengan menarik wisata kapal pesiar yang memang ada rute di Indonesia. Kami berupaya untuk memasukkannya keSurabaya,” kata Kepala Dinas

Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya Wiwiek Widayati. Promosi ini akan dipadukan dengan kegiatan lain di bidang kegiatan seni budaya. Harapannya, paket wisata hutan mangrove Wonorejo akan’ dilengkapi pentas kesenian untuk meleng api  perjalan para wisatawan.

Kalaupun nantinya dibangun infrastruktur jalan, tetap akan diperhatikan kepentingan lingkungan. Demikian juga bangunan restor an atau lainnya, dibatasi sedemikian rupa oleh kecintaan terhadap alam-bukan hanya sekadar peraturan daerah yang bisa diubah-ubah melainkan oleh keyakinan bahwa lingkungan alam ini harus tetap dipelihara kapan saja.

Di hutan mangrove ini wisatawan bisa menyaksikan monyet-monyet bergelantungan di antararimbunnya pohon mangrove. Populasinya masih sedikit. Baru Sabtu 23 Januari lalu, pemerintahkotamenambah 20 ekor lagi.

“Sebenarnya di kawasan itu sudah ada. Tapi populasinya sedikit, sehingga tidak terlihat wisatawan yang sedang mengunjungi kawasan ini,” kata Camat Rungkut, Irvan Widiyanto.

Irvan berharap dan mengimbau masyarakat yang berada di sekitar kawasan konservasi wisata hutan mangrove, Wonorejo, Rungkut ikut menjaga dan melestarikan ekosistem monyet maupun tanaman mangrove. “Kami berharap kepada masyarakat juga berperan aktif dengan ikut menjaga serta m~lestarikan populasi monyet dan tanaman mangrove,” ucapnya. “Kawasan pantai timur seperti ini rentan terhadap imbas perubahan iklim, karena langsung berhadapan

dengan laut. Sedangkan yang lainnya, masih ada pulau yang menghalanginya, misal, bagian utara yang terhalang Pulau Madura,” tambah Irvan•

————————————————————————————–Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Prasetya, Buletin Bulanan, Sumber Inspirasi Birokrasi,13 Januari 2009

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Ekowisata Mangrove Wonorejo (EMW), Surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s