Telaga Wahyu, Kabupaten Magetan

Telaga Wahyu yang Sejuk dan Artistik

ARSIP telaga-wahyuKetika memasuki masa liburan sekolah tiba, para orang tua berusaha mengisinya dengan sesuatu kegiatan yang bersifat positip dan mendidik, tetapi tetap menyenangkan bagi putra-putrinya dengan cara berwisata. Salah satu alternatip pilihan tempat tujuan wisata yang menarik adalah Telaga Wahyu Kabupaten Magetan .

Udara di tempat ini sangat sejuk dengan dikelilingi bukit-bukit yang kelihatan pepohonan yang hijau, serta terlihat hamparan lahan pertanian yang tertata secara artistik seolah menjadi karakteristik daerah pegunungan. Selain itu, ditambah lagi keberadaan telaga-telaga cantik dan alami sehingga membuat pengunjung merindukan kampung halaman.

ARSIP telaga-wahyu0002Telaga Wahyu yang terletak di lereng kaki Gunung Lawu, sampai saat ini memang tak banyak diketahui orang. Bahkan nama telaga inipun, seakan tenggelam di bawah nama Telaga Sarangan yang telah lama dikenal orang dan menjadi objek wisata andalan Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Telaga Wahyu yang terletak sekitar 3 kilometer ke arah timur dari Telaga Sarangan ini kira- kira berjarak sekitar 16 kilometer dari Kota Magetan. Tepatnya, berada di Desa Ngerong, Kecamatan Plaosan dan Telaga Wahyu letaknya sekitar 2 km ke-arah timur Telaga Sarangan.

ARSIP telaga-wahyu0004Untuk menuju kawasan Telaga- telaga tersebut, bila dari arah Kota Magetan pengunjung bisa sampai disana dengan kendaraan pribadi sejauh 16 kilometer ke arah barat. Memasuki Kecamatan Plaosan hingga telaga, jalan yang ditempuh cukup menantang yaitu dengan tanjakan naik turun yang sangat tajam serta berkelok- kelok. Sesekali tampak lahan pertanian warga dan hutan pinus yang tumbuh rindang disepanjang jalan.

Apabila menggunakan kendaraan umum, dari Terminal Magetan, pengunjung hanya cukup mengeluarkan ongkos Rp lO.OOO. Sebagai jalur/ jalan alternative, pengunjung dapat menemtempuhnya atau melewati jalan dari Kabupaten Karangaanyar, Jawa Tengah, karena memang lokasi Telaga ini terdapat di daerah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur di lereng Gunung Lawu,

ARSIP telaga-wahyu0003Telaga Wahyu juga dikenal dengan nama Telaga Wurung, keberadaannya masih sangat alami dan sengaja dipertahankan bentuk aslinya. Telaga yang mempunyai luas sekitar 10 Ha dengan kedalaman 16 meter ini, dikelola menjadi obyek wisata dan merupakan satu paket dengan Telaga Sarangan.

Bagi wisatawan dalam negeri maupun mancanegara tidak akan mengalami kesulitan menuju Telaga Wuhyu, karena lokasinya sangat dekat dengan jalan propinsi, bahkan pintu masuknyapun berada di samping jalan propinsi.

Akses jalan menuju kawasan Telaga Wahyu, juga dapat ditempuh dengankendaraan pribadi. Sesekali tampak lahan pertanian warga dan hutan pinus yang tumbuh rindang disepanjang jalan.

Sebelum sampai telaga, pengunjung bisa melihat hamparan kebun strawberry dan pengunjungpun dapat turun untuk singgah dan membeli strawberry dari hasil petikan tangan sendiri. Alias petik buah sendiri. Harga satu kilogramnya pengunjung hanya butuh merogoh kocek sebesar Rp 60.000,- untuk membayarnya. Kalau pengunjung enggan memetik sendiri, pengunjung bisa membelinya sesuai pilihan yang sudah siap dijual.

Untuk menuju ke- tempat wisata ini, pengunjung tidak ditarik retribusi, karena pemerintah kabupaten setempat belum mengelolanya secara maksimal untuk tujuan wisata di Magetan. Meski demikian, bagi wisatawan yang suka memancing, Telaga Wahyu telah disiapkan menjadi lokasi andalan guna menyalurkan kesenangan para pengunjung.

Hanya saja, pengelolaannya masihbelum maksimal, sehingga membuat tempat ini jarang dikunjungi oleh wisatawan. Padahal, kalau ditata dengan apik, maka Telaga Wahyu bisa menjadi satu paket tujuan wisata dengan Telaga Sarangan. Tempatnya yang indah dan udaranya yang sejuk merupakan pesona tersendiri.

Hal lain yang menghambat tingkat kunjungan ke Telaga Wahyu adalah karena masih adanya mitos yang mengatakan jika sepasang kekasih yang dilanda asrama merajut cinta di lokasi ini, maka hubungan dan kisah cinta mereka tidak akan kekal atau putus. Oleh karena mitos inilah, Telaga Wahyu juga sering disebut sebagai “Telaga Wurung” yang diartikan dalam bahasa Jawa adalah tidak jadi.

Namun, seiring dengan kemajuan zaman, mitos tersebut telah pupus dengan sendirinya. Hal atau mitos ini seakan ingin dibantah atau dirubah oleh Pemerintah Kabupaten Magetan, caranya adalah pemda melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata membangun image lokasi ini dengan menjadikan Telaga Wahyu sebagai tujuan wisata. Dengan demikian, warga desa setempat bisa membuka usaha yang dapat memberikan tambahan kesejahteraan.

Pengembangan Telaga Wahyu menjadi objek wisata telah dipelopori oleh warga desa setempat dengan memanfaatkan lokasi ini untuk mendapatkan penghasilan dengan membuka persewaan kapal berbentuk bebek yang dikayuh dengan penumpang atau lazim disebut becak air.

Guna melengkapi wisata di Telaga Wahyu, Sukimin (56 tahun) salah satu pemilik persewaan becak air mengatakan, penyediaan becak air merupakan ide masyarakat sekitar yang ingin mengem- bangkan Telaga Wahyu menjadi objek wisata alternative atau tambahan selain Telaga Sarangan.

“Hal ini untuk memanfaatkan kebe- radaan becak air yang mulai tidak laku di Telaga Sarangan, karena tergeser oleh persewaan kapal motor. Dari pada becak airnya menganggur, maka kami sewakan di Telaga Wahyu ini sekaligus membuka peluang telaga ini agar dikenal masyarakat luas,” papar Sukimin

Becak air, yang berbentuk bebek ini jumlahnya ada sekitar 18 buah. Tarip satu kali keliling telaga, dengan menggunakan becak air tarifnya dibandrol atau seharga Rp 25.000,- ini lebih murah dibanding dengan naik perahu speedboat di Sarangan yang mencapai Rp 40.000,-. Hal ini karena becak air tidak menggunakan bahan bakar solar dan perawatannya pun lebih mudah. “Perawatan becak air hanya mencat, membersihkan pedal dari kotoran atau menguras air yang masuk dalam becak air saja tidak menggunakan peralatan khusus,” terangnya.

Hanya saja, pengelolaannya yang belum maksimal, membuat tempat ini jarang dikunjungi oleh wisatawan. Padahal jika ditata dengan apik, Telaga Wahyu bisa menjadi satu paket tujuan wisata dengan Telaga Sarangan. Tempatnya yang indah dan udaranya yang sejuk merupakan pesona tersendiri.* Campur Tangan Pemda Magetan

Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora), sedang gencar menjadikan Telaga Wahyu sebagai objek wisata andalan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di daerahnya.

Hal ini telah dimulai dengan menjadikan Telaga Wahyu sebagai tempat festival mancing se-Jawa Timur tahun 2011 pada Juni lalu.

Kepala UPTD Kawasan Wisata Sarangan Disparbudpora Kabupaten Magetan, Kuswinardi mengatakan, pengembangan Telaga Wahyu yang terletak di lereng Gunung Lawu, Kecamatan Plaosan ini, akan dilakukan secara bertahap.

Menurutnya dana yang dibutuhkan untuk pengembangan Telaga Wahyu cukup besar bagi keuangan daerah Magetan. “Kami berencana mencari investor untuk menggarapnya,” ujar Pak Kus panggilan akrabnya..

Saat ini Pemerintah Kabupaten Magetan masih dalam tahap “menjaring” para investor yang bersedia bekerjasama dengan Pemkab.Ditargetkan tahun 2013 mendatang, pengembangan Telaga Wahyu menjadi objek wisata andalan setelah Telaga Sarangan, dapat terwujud.

“Konsep yang ditawarkan untuk Telaga Wahyu adalah wisata air yang meninitik beratkan pada kegiatan memancing. Hal ini yang membedakan Telaga Wahyu dengan Telaga Sarangan, meski kedua lokasi ini sama-sama berada di lereng Gunung Lawu,” terangnya.

Untuk mewujudkannya menjadi objek wisata, dibutuhkan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan berwisata. Di antaranya adalah, pembangunan toliet umum, gapura, pintu retribusi, tempat duduk untuk pemancingan dan taman bermain bagi pengunjung utamanya bagi anak- anak yang ikut berwisata serta keberadaan rumah makan dan tempat beribadahpun harus ada sebagai kelengkapan tempat wisata.

Dengan dibukanya objek wisata pemancingan di Telaga Wahyu, diharapkan tingkat kunjungan wisatawan ke Magetan, khususnya Telaga Wahyu dan Sarangan dapat terus meningkat setiap tahunnya.

Data Disparbudpora Magetan mencatat, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Telaga Sarangan pada 2011 mencapai 500.000 orang. Jumlah ini meningkat hingga 20 persen dibanding tahun 2010 yang hanya mencapai 467.000 pengunjung. Sedang total pendapatannya mencapai Rp 2,57 milliar,-. Diharapkan tahun 2012 ini, pendapatan dan pemasukan dari retribusi sektor wisata bisa meningkat lagi sebesar Rp 2,8 milliar sebelum PAK dapat tercapai.*hy

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:  Prasetya, Volume IV, No. 42, Juni 2012, hlm. 30 – 33

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Telaga Wahyu, Kabupaten Magetan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s