BOSAMBA, BOndowoso SAMpean BAru

Wisata arung jeram, atau yang lebih dikenal dengan rafting mungkin sudah banyak yang tahu dan ada di beberapa kabupaten/kota di Indonesia. Tetapi yang menampilkan tantangan dan keindahan “Goa Kelelawar” hanya “Bosamba” di Kabu­paten Bondowoso. I

BOSAMBA“BONDOWOSO Sampean Ba­ru” (Bosamba) memang beda, ka­wasan wisata yang baru dibuka Wakil Gubernur Jatim ini bukan ha­nya menyuguhkan tantangan bagi wisatawan yang ingin mencoba de­rasnya arus sungai. Kawasan wi­sata alam ini dilengkapi pemanda­ngan alam “goa kelelawar”. “Kami bangga memiliki keunikan ini, karena itu akan terus kami promosikan,” ka­ta Bupati Bondowoso, Drs H Amin Said Husni.

Tempat wisata ini berada di Desa Taman Kecamatan Taman Krocok, sekitar 10 Km dari Kota Bondowoso. Awalnya, tempat ini hanyalah su­ngai. Karena memiliki arus cukup de­ras, dilengkapi bebatuan padas, ser­ta goa kelelawar, beberapa kelom­pok pecinta alam memanfaatkan Bosamba ini untuk olah raga rafting.

BOSAMBA.“Semakin lama, semakin banyak orang yang datang ke daerah ini. Ke­banyakan mereka menyukai saat perahu karet yang mereka naiki me­lewati goa kalelawar sepanjang 200-300 meter,” ungkapnya. Kawasan ini mudah dijangkau karena dilalui angkuatan umum. Dari jalan raya ke lokasi hanya butuh waktu 15 menit.

Selama ini wisatawan mengenal Bondowoso karena Kawah Ijen-nya. Dengan adanya tempat Wisata ini, wisatawan memiliki banyak al­ternatif. “Daerah kami diapit dua ka­bupaten yakni Jember dan Situbon­do, itu memudahkan kami untuk mempromosikan objek wisata baru, karena rute perjalanan wisatawan ke dua daerah tersebut kebanyakan melewati daerah kami,” kata bupati.

Selain Bosamba, di Kabupaten Bondowoso juga ada 12 situs bersejarah yaitu Dolmen, Punden Berundak, Menhir, Sarkopagus, Kubur Batu, Batu Kenong, Pelinggih, Stunchambers (batu ruang), Goa Buto, Ekopak, Abris Saus Roche dan Area Batu Asri

Wisata Keluarga

Bosamba sangat potensial untuk dikembangkan menjadi tempat wisata keluarga, karena ditunjang kebun buah mangga milik warga sekitar. Ke depan, kebun ini akan dikembangkan menjadi agro wisata.

Wakil Gubemur Jatim Drs H Saifullah Yusuf mengusulkan agar di kawasan ini bisa dibangun area bermain anak-anak seperti water boom dan beberapa sarana bermain lainnya. “Di lokasi ini masih memungkinkan pengembangan area wisata, karena lokasinya menarik, saya yakin ada insvestor yang mau menanamkan modalnya,” kata Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim.

Pariwisata, seni dan budaya merupakan kegiatan yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berdampak meningkatnya pendapatan asli daerah.

Wisata ini berpotensi menjadi ikon Jatim, karena kondisi alamnya sangat indah. “Rafting dengan kondisi alam seperti ini hanya ada di  Bosamba, di sini ada gowa kelelawar,” tutur Gus Ipul.

Pengembangan sektor wisata tidak bisa berjalan sendiri, harus didukung infrastruktur yang cukup, di antaranya jalan, tempat parkir kendaraan, dan penginapan. ” Yang perlu diperbaiki adalah akses jalan menuju lokasi. Di lokasi ini tidak memungkinkan kendaraan besar masuk, sehingga jika ada acara besar semacam ini, proses penjemputan peserta sedikit lambat,” ujarnya.

Penggerak Perekonomian

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Provinsi Jatim, Drs Djoni Irianto MMT berharap, Bosamba menjadi objek wisata yang diminati wisatawan serta mampu menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat sekitarnya. “Semakin banyak wisatawan berkunjung ke sini, akan member dampak terhadap perekonomian warga,” ujarnya.

Menurut  Djoni, agar perekonomian masyarakat lebih berkembang, disarankan untuk berjualan cinderamata, oleh-oleh khas Bondowoso, atau menyediakan home stay (penginapan). “Banyak cara untuk memanfaatkan sektor wisata menjadi sumber pemasukan, jika serius saya yakin pasti cepat terwujud,” kata Djoni.

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang RT/RW Kabupaten Bondowoso, telah ditetapkan sebagai kawasan wisata terpadu yakni Kawah Ijen di Kecamatan Sempol dan Sumberwringin, dengan objek wisata Kawah Ijen, Kawah Telaga Weru dan Kawah Wurung, wisata Air Terjun Blawan dan Gua Stalagtit, wisata Pemandian Air Panas Blawan dan Pemandian Damarwulan, wisata Agro Kopi Kalisat, dan Wisata Air Terjun Puloagung – Sukorejo.

“Dalam setahun wisatawan asing yang datang di Bondowoso lebih dari 1.000 orang. Mereka kebanyakan berasal dari eropa seperti Prancis dan Jerman.

Karaktir Fisik  Wilayah

Kabupaten Bondowoso terdiri atas pegunungan dan perbukilan se Luas 44,4 %, dan 24,9 % berupa dataran tinggi, dataran rendah 30,7 % dari luas wilayah. Posisinya berada pada ketinggian antara. 78-2.300 meter dpl. Dengan rincian 3,27% berada pada ketinggian di bawah 100 m dpl, 49,11% berada pada ketinggian antara 100 – 500 m dpl, 19,75% pada ketinggian antara 500 – 1.000 m dpl dan 27,87% berada pad a ketinggian diatas 1.000 m dpl.

Berdasarkan klasifikasi topografis wilayah, kelerengan Kabupaten Bondowoso bervariasi. Datar dengan kemiringan 0-2 % seluas 190,83 km2, andai (3-15%) se uas 568,17 km2, agak curam (16-40%) seluas 304,70 km2 dan sangat curam diatas 40% seluas 496,40 km2.

Menurut tinjauan geologis di Kabupaten Bondowoso terdapat 5 jenis batuan, yaitu hasil gunung api kwarter 21 ,6%, hasil gunung api kwarter muda 62,8%, batuan lensit 5,6%, alluvium 8,5% dan miasem jasies sedimen 1,5%. Jenis tanahnya 96,9% berte ~stur sedang yang meliputi lempung, lempung berdebu dan lempung liat berpasir; dan 3,1% bertekstur kasaryang meliputi pasir dan pasir berlempung.

Berdasarkan tinjauan geologi, topografi, jenis tanah dan pola pemanfaatan lahannya memiliki karakteristik sebagai kawasan rawan terhadap terjadinya bencana alam, khususnya banjir dan longsor. Permasalahan lingkungan dan sosial yang menonjol adalah kerusakan hutan atau luasnya lahan kritis. Berbagai kegiatan masyarakat (dengan kualitas SDM terbatas) dalam memanfaatkan lahan (kehutanan, pertanian dan permukiman) berpengaruh besar pada kerusakan DAS Sampean. Kawasan hutan di Kabupaten Bondowoso berada dalam pengelolaan KPH Bondowoso dengan perincian: hutan lindung 46. 784,2 ha; hutan produksi 45218

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: POTENSI JAWA TIMUR, EDISI 11 TAHUN IX/2009, hlm. 16

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to BOSAMBA, BOndowoso SAMpean BAru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s