Wisata Mangrove Surabaya

arsipMeski dikenal sebagai pusat perdagangan, niaga dan industri, ternyata Surabaya masih memiliki objek wisata alam, yakni berupa pemanfaatan atau konservasi hutan mangrove di Kecamatan Gunung Anyar.

Kawasan ini terletak di tepi Selat Madura yang luasnya sempit. Daerahnya merupakan bentang alam yang datar dengan kemiringan antara 0-3 persen. Kawasan ini terbentuk sebagai hasil endapan dari sistem sungai yang ada di sekitarnya dan pengaruh laut. Kondisi daerah delta dengan tanah aluvial merupakan habitat yang baik bagi terbentuknya ekosistem mangrove.

Secara geografis maupun ekologis, kawasan Pamurbaya memiliki fungsi yang sangat penting bagi Kota Pahlawan. Salah satunya adalah mencegah ancaman intrusi air laut. Keberadaan hutan mangrove di Pamurbaya juga memiliki fungsi menetralisir limbah terutama logam berat yang masuk ke laut. Sementara itu, dengan harga terjangkau, masyarakat bisa menikmati keindahan hutan mangrove yang masih “perawan” dengan menyusuri sungai Kebun Agung hingga sungai Tambak Klangri.

Keberadaan hutan mangrove ini mampu menyedot kedatangan 147 spesies burung. Dari 84 spesies burung yang diketahui menetap di Pamurbaya, 12 spesies termasuk jenis yang dilindungi. Jenis burung tersebut tidak hanya burung air seperti kuntul perak, pecuk hitam, mandar padi, mandar batu, dan kowak malam.
Di sana juga sebagai tempat persingahan ribuan burung migran setiap tahun. Diketahui ada 44 jenis burung migran yang singgah di Pamurbaya. Burung tersebut kebanyakan asal Benua Australia menuju Eropa.
Camat Rungkut, Irvan Widyanto mengatakan, wisata pantai di Wonorejo, Rungkut, itu sudah tiga tahun ini banyak dilirik para pelancong karena keasrian lingkungannya.

Untuk mencapai tempat wisata kaya keindahan alam ini, masyarakat harus menempuh jarak sekitar lima kilometer dari Jembatan MERR II-C yang ada di kawasan Pondok Nirwana atau Stikom Surabaya. Dari jembatan itu, pengunjung berjalan ke arah timur melewati IPH School, pangkalan taksi Orenz, hingga menemui penunjuk arah menuju EMW. Jarak tempuh dari titik itu hingga ke lokasi berkisar 2,5 kilometer.

Setelah mengikuti panduan, pengunjung akan menemui jalan makadam hingga menjumpai Boezem Wonorejo. Jalan itu berjarak 2,5 kilometer yang bisa ditempuh sepeda motor maupun mobil. Hanya saja, jika musim hujan jalannya sulit dilalui.

Untuk mengetahui kekayaan alam di Hutan Mangrove Wonorejo, pengunjung harus menyusuri dengan menggunakan perahu. Selama berada di perahu, tamu akan dipandu pemandu wisata dari pemuda pemudi karang taruna setempat. Usai perjalanan itu, pengunjung akan diajak ke sekretariat lembaga ekowisata yang berada di kantor Kelurahan Wonorejo di Jalan Wonorejo 1. Di sekretariat itu, pengelola telah menyiapkan aneka produk karya warga Wonorejo untuk para pengunjung.

Di sini juga terdapat populasi monyet jenis laut atau monyet berekor panjang tidak punah, Kecamatan Rungkut melepas monyet ekor panjang ke konservasi wisata hutan mangrove di Wonorejo. Menurut Irvan Widiyanto, sebenarnya di kawasan itu sudah ada, namun populasinya sedikit, sehingga tidak terlihat wisatawan yang sedang mengunjungi kawasan ini.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Potensi Jawa Timur, EDISI 10, OKTOBER 2011, hlm. 43

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Wisata Mangrove Surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s