Pasar Bong, Surabaya

Pasar Bong, Pusat Souvenir Haji di Surabaya

Arsip 001Pulang menunaikan ibadah haji dengan membawa oleh-oleh dari Tanah Suci untuk dibagikan kepada kerabat dan tetangga seolah sudah menjadi kewajiban. Ibaratnya, pulang haji tanpa membawa oleh-oleh terasa hambar. Tasbih, minyak wangi, air zain-zam, kacang arab, pacar (pengecat kuku)  kerudung, menjadi oleh-oleh wajib bagi jamaah haji sepulang dari Tanah Suci.

KEINGINAN membawa oleh-oleh dari Tanah Suci memang besar, tetapi untuk membawa langsung dari Tanah Suci terkendala beban bawaan. Bagai buah simalakama memang. Tetapi banyak jamaah haji yang menyiasati dengan membeli souvenir haji di Tanah Air. Banyak tersedia pasar dan toko yang menyediakan oleh-oleh serupa.

Arsip 002Di Surabaya, terdapat pasar yang dikenal sebagai pusat oleh-oleh haji, yaitu Pasar Bong. Pasar ini berada di Jalan Slompretan, atau sisi kanan atau sebelah selatan Jalan Kembang Jepun. Pasar ini berada di lokasi yang strategis, yaitu di kawasan niaga Kembang Jepun dan juga tidak jauh dari Makam Sunan Ampel dan Jembatan Merah.

Mencari Pasar Bong tidak susah. Hampir orang yang berada di kawasan Kembang Jepun sudah tahu. Hanya saja, jangan membayangkan pasar ini seperti umurnnya pasar yang bertingkat. Pintu masuk Pasar Bong hanya berupa gang ukuran sekitar tiga meter, lalu lorong yang kanan kirinya berupa toko-toko yang sesak oleh barang dagangan. Barang-barang yang dijual dominan baju muslim dan perlengkapan ibadah bagi umat muslim. Ada juga baju batik dan makanan ringan seperti kurma dan kismis. Pasar Bong buka setiap hari. Pasar ini ramai pengunjung bila menjelang bulan Ramadan dan musim haji.

Arsip 003Umumnya pembeli souvenir haji cukup nyaman berbelanja di Pasar Bong. Maklum saja, barang yang dicarinya sudah tersedia. Ahmad (45), salah seorang pengunjung Pasar Bong, mengaku sudah tiga kali datang ke Pasar Bong. Pertama dan kedua dia membeli souvenir haji untuk kerabatnya. Kini dia datang lagi ke Pasar Bong membeli souvenir untuk orang tuanya yang sedang naik haji tahun ini.

“Kalau membeli barang di sini harus pintar-pintar menawar dan pandai-pandai mencari toko yang murah. Kadang barang yang saran namun berbeda tokonya, harganya juga bisa berbeda,” ungkap Ahmad yang asal Sidoarjo ini. Ahmad memborong kurma, kacang arab, jagung arab dan kismis.

Budi Sutrisno, pemilik Toko Nusa  Jaya di Pasar Bong, mengatakan, jenis barang yang tidak dijual pada hari biasa dijual pada saat lebaran haji, di antaranya kurma, kismis, kacang arab dan zam-zam. Untuk lebaran haji tahun ini Budi sudah memesan 1000 galon air zam-zam dan puluhan kardus makanan khas Arab. Sedangkan busana muslim yang paling laris adalah kerudung, sajadah, mukena, kopiah/peci, surban, teko dan keperluan oleh-oleh untuk kerabat sepulang dari Tanah Suci.

Arsip 004Beda lagi dengan Liana Anggoro, pemilik toko Abadi Jaya. Biasanya konsumen sebelum berangkat haji sudah memesan barang untuk oleh-oleh. Memang tokonya laris sebelum musim haji dan ketika lebaran haji selesai. Yang paling laris di tokonya adalah air zam-zam. Sedangkan perlengkapan salat yang paling laris adalah sajadah, tasbih dan kerudung.

Dewi, pemilik toko Satelita mengungkapkan, setiap musim haji omzet tokonya naik hingga 50%. Di akhir musim haji omzetnya malah bisa naik sampai 70% hingga 80% karena yang mencari souvenir dan perlengkapan salat makin banyak. Yang paling laku adalah sarung.  Konsumennya kebanyakan dari Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Malang, Tuban, Jember dan Madura.

Di toko Ayu Busana, Anna sebagai pemilik toko mengatakan, kebanyakan konsumen memborong pernak-pernik sebagai oleh-oleh sepulang naik haji. Untuk baju muslim seperti jilbab cantik, sarung,  dan baju koko, penjualannya makin meningkat. Kenaikannya bisa sampai 25% hingga 100%.

Di hari biasa saja omzetnya bisa mencapai Rp 5 juta/hari. Sedangkan menjelang musim haji tahun ini omzetnya mencapai Rp 10 juta/ hari. Bahkan ketika Idul Fitri tahun ini omzetnya naik sampal 200% dari hari biasa.

Tokonya sendiri laris, karena Anna selain menjual secara grosir, juga masih melayani pembeli secara eceran. Busana muslim yang dijual di tokonya hasil produksi home industrinya sendiri. Meskipun kecil, Pasar Bong sudah menjadi pusat perkulakan bagi mereka yang membeli borongan. Selain dari Surabaya, hampir kebanyakan pedagang di Indonesia Timur kulaknya di Pasar Bong. Sedangkan di Surabaya, kebanyakan pembeli secara grosir dari pemilik toko di Jembatan Merah Plaza, ITC, Pusat Grosir Surabaya, termasuk Pasar Turi.

Supai, pemilik toko Aydini di Pasar Bong, mengatakan kalau pembeli grosir tidak cuma ramai di saat Idul Fitri saja. Pada hari biasa juga ramai. Kerudung Paris satu kodi atau 20 biji dijual dengan harga Rp 225.000. Di luar Pasar Bong pedagang bisa menjualnya kembali secara eceran dengan harga Rp 30.000 sampai 45 .000/biji. Pengulak yang datang ke Supai kebanyakan dari luar Surabaya, bahkan luar Jawa. “Biasanya mereka datang ke Pasar Bong dua bulan sekali,” kata Supai.

BEKAS MAKAM CINA
Pasar Bong mulanya menempati kawasan pemakaman Cina. Dulunya terdapat makam Han Bwee Kong alias Han Bwee Sing (1727-1778), yaitu orang pertama dari keluarga Han yang menjabat sebagai Kapitan Cina di Surabaya semasa hidupnya.

Makam ini disebut juga Chineesche Breestraat, di sepanjang Jalan Cina lebar yang sekarang dinamakan Jalan Slompretan. Satu gang kecil yang disebut Pasar Bong dulunya adalah tempat menjual hewan seperti burung, anjing, kelinci dan lain-lain. Itu sebabnya dulu pasar ini dikenal sebagai pasar burung dan ayam.

Selain pasar burung, dulu di sepanjang jalan ini terdapat banyak taka obat tradisional. Karena banyak warga yang melihat keramaian bongkar muat di gudang-gudang sepanjang Jalan Slompretan, dan semakin hari bertambah ramai, akhirnya warga berinisiatif untuk membeli barang dan dijualnya kembali di rumah mereka sendiri. Akhirnya banyak pembeli, dan jadilah Pasar Bong sampai sekarang. Dinamai Pasar Bong karena kawasan ini dulunya pemakaman Cina.(han)

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: TEROPONG, edisi 60, November-Desember 2011, hlm. 49.

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Pasar Bong, Surabaya

  1. andri says:

    Saya pernah belanja disana, lengkap dan murah . recomended.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s