Kikil, Kabupaten Lamongan

Kikil Masakan Sejuta Rasa

Arsip.1Anda sudah tahu apa itu kikil bukan? Kikil merupakan bagian dari kaki sapi atau kambing, bentuknya seperti kulit tebal yang menyelimuti tulang dan jari-jari kaki. Selain sensasi unik yang akan dirasakan, mengkonsumsi kikil juga diyakini akan menghitamkan kembali rambut dan bermanfaat untuk pertumbuhan sel-sel tubuh.

Kemungkian hal ini disebabkan kerena pada kikil sapi banyak terdapat protein hewani dan tulang muda yang kaya akan kalsium. Namun bagi Anda yang memiliki masalah asam urat, ada baiknya untuk tidak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan yang satu ini. Hal ini karena kandungan purin pada kikil tergolong tinggi.

Arsip.2Bagi para penikmat kikil, keasyikan tersendiri dari makan kikil adalah pada saat melepaskan kulit dari tulangnya. Sensasi unik yang dirasakan pada saat menggigit potongan kikil yang agak liat di dalam mulut juga merupakan sensasi makan yang sulit dijumpai pada makanan lainnya.

Sebanding dengan kelezatannya, memasak kikil memerlukan kesabaran dan ketelatenan tersendiri. Hal ini dikarenakan sebelum dimasak, kikil harus dibersihkan dari kotoran yang menempel untuk kemudian direbus hingga empuk sekali.

Arsip.3Proses perebusan yang bisa memakan waktu hingga dua jam ini biasanya menggunakan air kapur sirih yang berfungsi untuk membersihkan kotoran yang menempel membuat kikil tampak menjadi lebih putih bersih.

Bagi yang sedang ingin mengurangi makanan yang berlemak, proses perebusan ini juga sangat bermanfaat untuk mengurangi kandungan lemak yang ada pada kikil. Setelah kikil menjadi lunak serta bersih, baru kemudian kikil dibumbui atau dibuat sebagai bahan masakan yang diinginkan.

Kikil dapat Anda jumpai di pasar tradisonal maupun di supermarket. Kikil ada yang dijual masih bersama dengan tulangnya dan ada pula yang sudah dilepas, sehingga terlihat seperti lembaran-lembaran kulit yang menggulung. Untuk kikil yang sudah dipisahkan dari tulangnya, ukurannya beragam, ada yang masih berupa lembaran besar dan ada pula yang sudah dipotong kotak kecil-kecil.

Kikil yang dijual masih bersama tulangnya, biasanya akan lebih mudah dijumpai di pasar tradisional, sementara di supermarket, umumnya dalam kondisi sudah direbus. Umumnya kikil yang dijual tersebut merupakan kikil sapi karena ukurannya yang relatif lebih besar sehingga dinilai lebih mantap bila diolah lebih lanjut menjadi makanan yang diinginkan. Pasar tradisional Sidoharjo merupakan salah satu tempat terbaik untuk mencari kikil yang belum diolah di Kabupaten Lamongan.

Umumnya kikil yang diperjual belikan di Pasar Sidoharjo akan dibeli oleh para pedagang makanan yang menjajakan soto, rawon, ataupun lontong kikil. Hanya sebagian kecil ibu rumah tangga yang membeli kikil untuk keperluan rumah tangganya sendiri. Selain harganya yang relatif mahal, hal ini juga kemungkinan dikarenakan proses pengolahan kikil yang cukup rumit. Di pasat tradisional, harga satu kg kikil mencapai 45 ribu rupiah, sementara satu kg daging sapi hanya berkisar 35-40 ribu rupiah. Tingginya harga kikil ini dimungkinkan karena jumlah kikil yang tersedia masih lebih rendah dibandingkan
dengan permintaan yang ada.

Harga yang mahal dan proses yang cukup rumit ini ternyata juga berpengaruh terhadap harga jual makanan yang menggunakan kikil tersebut. Makanan seperti soto kikil dan rawon kikil umumnya akan memiliki harga jual yang sedikit lebih mahal dibandingkan soto Lamongan dan rawon daging sapi. Sebagai gambaran, di salah satu depot makanan khas Lamongan di sekitar stadion kota, untuk satu porsi soto daging sapi dijual seharga Rp 5000,00 sementara satu porsi soto kikil sapi dijual hingga Rp 8000,00. Walaupun terdapat perbedaan harga tersebut, ternyata tetap ada pembeli yang memesan menu kikil tersebut. Tentu saja karena kikil menawarkan sebuah sensasi kelezatan yang khas.

Produksi kikil di Kabupaten Lamongan tidaklah terlalu menonjol. Laporan Tahunan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur tahun 2007 menunjukkan bahwa kabupaten ini pada tahun 2006 memproduksi 133 kg kikil sapi, masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan Kabupaten Tulungagung (1.892 kg) dan Kabupaten Banyuwangi (2.180 kg).

Kikil menjadi spesial di Lamongan disebabkan karena di depot-depot yang menjual makanan khas Lamongan, pasti dijumpai makanan yang menggunakan kikil, seperti rawon kikil dan soto kikil. Depot-depot makanan tersebut dapat dengan mudah dijumpai di sepanjang jalan raya Surabaya-Tuban yang membelah kota Lamongan, khususnya di sekitar stadion kota, stasiun, dan tugu Adipura. Bila Anda penikmat kikil dan ingin menikmati indahnya kota Lamongan di malam hari, para penjual makanan kakilima di seputaran alun-alun kota dapat menjadi pilihan.

Makanan dengan bahan dasar kikil sebenarnya tidak terlalu banyak dijumpai di Lamongan, baik dalam hal jenis makanannya maupun penjual yang menjajakannya. Umumnya kikil digunakan sebagai varian dari makanan yang menggunakan daging sapi sebagai pelengkapnya, misalnya saja rawon kikil merupakan varian dari rawon daging sapi yang memang sudah cukup terkenal.

Bila ingin menikmati kikil dengan sensasi yang sesungguhnya, sepertinya soto kikil merupakan pilihan yang tepat. Hal ini karena pada soto kikil, kikil disajikan secara utuh dengan ukuran yang cukup besar masih dengan potongan tulang muda yang tertempeli oleh kikil tersebut. Bagi yang belum terbiasa, pemandangan ini mungkin agak sedikit terlihat “mengerikan”. Namun bagi para penikmat kikil, inilah menu yang dapat membangkitkan selera makan mereka.

Bagi Anda yang ingin tetap merasakan nikmatnya kikil, tapi tidak mau direpotkan dengan teknik memakan kikil yang unik ini, silahkan mencoba rawon kikil ataupun lontong kikil. Pada dua jenis makanan ini, kikil yang disajikan terlebih dahulu akan dipotong-potong kecil sehingga akan lebih mudah untuk dikonsumsi.

Makanan dengan bahan dasar kikil yang dapat kita jumpai di Lamongan adalah sate kikil dan rawon kikil. S0to kikil merupakan varian dari sate daging sapi serta soto ayam khas Lamongan. Perbedaan mendasar diantara keduanya praktis hanya terdapat pada kikil yang digunakan serta tidak digunakannya poya sebagai pelengkap sebagimana yang biasa ditemui pada sate Lamongan.

Sementara itu, rawon kikil dan rawon daging sapi hanya berbeda dalam hal penggunaan kikilnya saja. Pada saat disajikan, rawon kikil diberi taburan bawang goreng dan tauge serta potongan daun bawang. Kerupuk udang juga kerap dijumpai sebagai bah an pelengkap.

Bagi yang “berlidah” Jawa Timur atau Sumatra, dapat menambahkan sambal pada rawon kikil yang Anda nikmati. Namun bagi yang kurang menyukai rasa pedas, rawon kikil standar saja sudah cukup untuk membuat berkeringat. Bila masih tetap khawatir rasanya tetap terlalu pedas, pesan saja es dawet siwalan. Kombinasi keduanya pasti membuat Anda akan selalu ingin kembali ke Lamongan dan mencicipi kekayaan kuliner kota ini. Ya, setiap kota memang memiliki kekayaan kulinernya masing-masing, namun bagi yang memang hobi makan, belum lengkap rasanya bila belum mencoba kikil rawon Lamongan. Selamat mencoba!!

——————————————————————————————-

Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Makanan Khas Nusantara  Kabupaten : Lamongan, Dinas Perhubungan Dan Pariwisata Kab. Lamongan, Pusat Kajian Makanan Tradisional UNIV. Gadjah Mada Yogyakarta,  2007, hlm.25-27, Deposit : CB/D13 : 2007-108.

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Kikil, Kabupaten Lamongan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s