Duri Ikan Bandeng, Kabupaten Sidoarjo

Di Kabupaten Sidoarjo duri ikan bandeng dibuat Abon, 

duri-bandeng0001Dibuang Sayang Duri Bandeng Dibuat Abon Ikan bandeng memang tak bisa dipisahkan dengan Kabupaten Sidoarjo. Adalah Sulaihan, warga Kalanganyar Wetan, Sedati, Sidoarjo ini puny a pikiran kreatif. Usaha cabut duri yang ditekuni bertahun-tahun membuahkan ide baru, dibuat abon bandeng.

SEDIKIT demi sedikit, lama-lama jadi bukit. Pepatah inilah yang dianut Sulai­han, pengusaha aneka olahan bandeng seperti bandeng krispi, bandeng bakar madu, bandeng bakar sapit, bandeng presto, bandeng otak-otak dan ban­deng asap. Namun, walau dia fokus pada bandeng kirspi belakangan ia ingin memopulerkan abon duri ban­deng sebagai hasil temuannya.

Arsip-aAwalnya usaha aneka olahan ban­deng yang ditekuni ini berbahan baku bandeng 5 kg pada tahun 2007. Kini, usahanya makin berkembang. Dalam satu hari, kini ia bisa menghabis- kan 65 kg bandeng. Bagi penggemar ikan bandeng, nama Maharani Crispy yang dimiliki Sulaihan tak asing lagi. Apalagi lokasinya yang terletak di Jl. Raya Kalanganyar Wetan, Sedati, Sido­arjo, memang tak jauh dari pusat pe- mancingan bandeng yang tersohor itu. Bahkan, tak jarang setiap pemancing mampir untuk cabut duri bandeng ha­sil pancingan dan langsung dibakar. “Saat ini saya juga memanfaatkan duri bandeng untuk abon. Sebab, menurut penelitian duri bandeng banyak meng- andung kalsium sehingga banyak penggemarnya,” kata Sulaihan.

Bandeng yang akan diolah harus bagus. Kriterianya, sisik harus putih mengkilat. Sementara dari baunya harus amis segar, bukan yang amis anyir. Sedang insangnya harus yang merah, tidak boleh berlendir. Juga, matanya harus jernih dan tidak berwarna merah.

Sebelum terjun menekuni olahan bandeng, ini awalnya ia memang pe­ngusaha bandeng cabut duri untuk memenuhi pesanan di Jakarta. Setiap dua minggu sekali, kala itu tahun 2006 ia kirim enam kuintal bandeng beku. Namun usaha ini tidak berjalan lama, hanya bisa bertahan satu tahun karena terkendala pembayaran yang kurang beres. “Saat itu saya gagal un­tuk keduakalinya, karena sebelumnya pernah gagal dalam usaha budidaya bandeng karena faktor alam,” kenang mantan sekretaris desa ini.

Ide awal membuat bandeng krispi sebetulnya dari ngintip-nguitip pelatih- an. Ketika ada pelatihan pembuatan bandeng krispi di Akademi Perikanan Sidoarjo (APS) dia sebagai kordinator, tapi tidak ikut dalam pelatihan yang diikuti sekitar 50 orang. Begitu dia tahu resepnya lantas coba membuat sendiri. Namun, tidak bim sal- abim langsung jadi, tapi perlu waktu sekitar enam bulan supaya hasilnya benar-benar ‘dahsyat’. Selanjutnya, untuk mengembangkan bisnisnya, ia dibina Lembaga Pengem- bangan Bisnis (LPB) Mitra Bersama yang beralamat di Jl. Kol Sugiono 16, Kureksari, Warn, Sidoarjo.

Abon duri bandeng bikinan Su- laihan memang baru pertama ada di Sidoarjo. Bahkan, penemuan abonnya ini akan dipatenkan. Sebuah stasi- un televisi tertarik dengan abon duri bandeng yang berkalsium tinggi dan sangat berguna untuk melindungi tu- lang agar tidak keropos. “Saya mem­buat abon duri bandeng sebetulnya secara autodidak. Prosesnya, dari du­ri bandeng yang dibuang sayang se- belum dipresto, terlebih dulu dicuci sampai bersih. Setelah dipresto baru dilumatkan dengan slep baru disangrai sampai jadi abon. Abon duri bandeng ini termasuk tahan lama, bisa sampai enam bulan, namun pemasarannya baru menjangkau wilayah Sidoarjo dan sekitarnya,” tutur Sulaihan yang alumnus Unisma Malang ini.

Untuk sementara ini, setiap hari ia baru memproduksi abon duri ban­deng dengan bahan baku 10 kg. Dari bahan duri bandeng 10 kg, setelah di- olah jadi abon akan bersusut menjadi sekitar 5 kg. Pameran-pameran juga sering diikuti. Namun dari sekian ba- nyak pameran yang diikuti, Sulaihan merasa terkesan pameran di Ciputra World Surabaya. Sebab, ketika pamer­an di sini ia mengaku omsetnya paling banyak. “Di pameran ini yang paling laku keras bandeng asap, krispi, otak- otak dan abon duri bandeng,” ujar dia.

Untuk memperoleh bahan baku bandeng, Sulaihan tidak mengambil langsung dari petani tambak walau sebetulnya ia berdomisili di lingkung- an pertambakan. Sebab, membeli dari petani tambak langsung harganya me­mang murah tetapi tidak bisa memilih jenis bandeng yang diinginkan. Petani tambak maunya langsung dibeli bo- rongan, padahal dia butuh bandeng yang rata-rata besar dan memenuhi standar. “Misalnya untuk presto yang satu kilogram berisi empat ekor, tapi petani menghendaki harus beli bo- rongan. Nah, kalau beli borongan satu kilogram bisa-bisa berisi lima ekor, atau enam ekor dan bahkan tujuh ekor maka kita yang pusing mengaturnya. Agar bisa memilih bandeng sesuai ke- hendak, saya harus beli pada orang ketiga, karena pada orang kedua juga harus beli secara borongan,” jelasnya.

Menurut Sulaihan, ban­deng yang akan diolah harus bagus. Kriterianya, sisik ha­rus putih mengkilat. Semen­tara dari baunya harus amis segar, bukan yang amis anyir. Sedang insangnya harus yang merah, tidak boleh berlendir. Juga, matanya harus jernih dan tidak berwarna merah. “Bandeng yang cocok untuk bisnis ola- han justru dari Sidoarjo. Pernah, saya kesusupan bandeng dari luar Sidoarjo yang berbau semacam ganggang. Ke­tika dibuat untuk bandeng krispi, bau ganggangnya muncul sehingga sangat memengaruhi rasa. Akibatnya banyak pelanggan yang komplain,” kenang Sulaihan.

Setiap pengusaha pasti punya cita-cita dan harapan, tak terkecuali Sulaihan. Ke depan, ia ingin punya rombong dengan ‘branding’ bandeng krispi yang diletakkan di supermar­ket-supermarket. Sebagai uji coba mungkin dibuat tiga rombong dulu. Agar keinginan itu bisa gol, ia perlu bermitra dengan orang-orang yang di- anggap mumpuni. Bryan

SAREKDA Jawa Timu, edisi: 015 , 2012. Hlm. 38 -39 

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Duri Ikan Bandeng, Kabupaten Sidoarjo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s