Sambal Pecel Blitar

Sambal pecel blitar go nasional

pecel0001Nasi pecel, atau bumbu pecel, sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Jawa, khususnya Jawa Timur. Nasi pecel bahkan seolah sudah menjadi ikon kuliner Jawa Timur, terutama di Madiun. Di mana-mana mudah kita temui warung atau depot nasi pecel, tentu dengan ragam daerahnya. Nasi pecel juga menjadi makanan yang merakyat karena harganya yang relatif terjangkau oleh saku masyarakat bawah.

Nasi pecel juga mudah dibuat oleh ibu-ibu rumah tangga. Bermodal kacang yang disangrai kemudian ditumbuk, nasi pecel sudah bisa dijadikan menu sarapan makanan sehari-hari dengan sayur kangkung dan kecambah, juga sedikit rempeyek. Namun sekarang, ketika masyarakat dimanjakan oleh jaman yang serba instan, bumbu pecel kini tinggal beli di toko. Ibu-ibu sudah tidak perlu ribet lagi beli kacang lalu memasak di rumah. Tingginya kebutuhan atas bumbu pecel ini sudah lama direspon oleh industri rumah tangga pengolahan bumbu pecel. Mereka memproduksi bumbu pecel siap saji, atau tinggal aduk dengan air hangat. Rasanya juga bervariasi, mulai biasa-biasa saja, manis hingga pedas. Demikian juga dengan kekhasan, bumbu pecel khas Madiun atau Blitar atau daerah yang lainnya. Bumbu pecel ini dijual dalam berbagai kemasan.

Salah satu industri kecil bumbu pecel itu adalah milik Ny. Istichomah, Desa Sanan Kulon, Kec. Sanan Kulon, Kota Blitar. Bumbu pecel produksinya diberi label sesuai namanya, Istichomah, dan sudah terdaftar di Departemen Kesehatan RI. Produknya dipasarkan di berbagai daerah di fawa Timur, bahkan menjangkau Jakarta dan Kalimantan. “Kalau di Kalimantan melalui agen dan dijual di toko dan supermarket,” kata Istichomah.

pecel0003Memang Ny. Istchomah bukan satu-satunya produsen bumbu pecel di Kabupaten Blitar. Banyak produsen bumbu pecel lainnya di kabupaten ini dimakamkan. Umumnya home industry bumbupecel ini, sepertihalnya milik Istchomah, mempekerjakan perempuan. Kehadiran home industry ini cukup membantu memberi lapangan pekerjaan kepada ibu-ibu di sekitar home industry tersebut berdiri. Selain itu, umumnya home industry ini proses produksinya masih sangat sederhana.

Bahan utama dalam proses pembuatan sambal pecel adalah kacang tanah. Pertama-tama kacang tanah dibersihkan, disangrai dan setelah dingin dihaluskan sampai benar- benar halus. Pemilihan jenis kacang tanah sangat menentukan kualitas sambal pecel. Kacang tanah dengan mutu kurang bagus akan menghasilkan

sambal pecel yang kurang lezat. Cara penggorengann (sangrai) juga harus pas matangnya, terlalu gosong akan menyebabkan sambal pecel menjadi berasa pahit.

Bumbu-bumbu seperti cabe merah, bawang putih, bawang merah dan kencur dibersihkan lalu ditumbuk

bersama-sama dengan gula merah daun jeruk purut dan garam. Lalu kacang tanah dan bumbu-bumbu yang telah digiling halus dicampur dalam baskom. Campuran gilingan kacang tanah dan bumbu-bumbu lalu diaduk sampai rata hingga terbentuk adonan. Kemudian adonan yang sudah tertumbuk dimasukkan ke dalam kantong plastik, setelah adonan dibungkus dalam kantong plastik, bumbu pecel telah jadi dan siap jual.

Terdapat dua macam label yang digunakan Istiqomah, yaitu label dari kertas A4 yang kemudian diprint dan label dengan kertas yang sudah agak tebal. Label yang dibuat hanya terdiri dari kata-kata saja tanpa adanya gambar produk yang menarik dan hanya menonjolkan nama “Sambel Pecel ISTIQOMAH” dan “rasa” yang dibuat dengan huruf paling besar                      dibanding huruf lainnya yang menjadikan  label tersebut sudah memberikan informasi mengenai isi produk.

Informasi   yang terdapat pada label yaitu nama produk, label halal, Dep.Kes, P-IRT, kandungan produk, tempat produksi, komposisi produk, expired produk sambel pecel. Namun konsumen dapat melihat isi produk tanpa harus membuka kemasan karena kemasan sambel pecel yang dikemas dengan plastik bening.

Pada label yang dibuat sudah memberikan informasi yang cukup pada konsumen tentang hal-hal yang perlu diketahui oleh konsumen tentang sambal pecel dengan adanya informasi pada label tersebut. Tahun 2012, ketika

Balitbang Provinsi Jawa Timur dan Universitas Brawijaya Malang mengadakan penelitian di Istichomah, label dalam kemasan juga menjadi salah satu perhatiannya.

Hasil penelitian dengan judul “Strategi Pemberdayaan Petani Agroindustri Pangan Berbasis Gender di Jawa Timur” tersebut disarankan, informasi yang perlu ditambahkan dari label Istichomah adalah petunjuk pembuatan dan netto atau berat bersih maupun isi/jumlah kemasan juga lebih baik diberikan pada label.

Pada label sudah mencantumkan semua informasi, hanya saja perlu

ditambahkan informasi lagi untuk mendukung dalam hal promosi. Akan lebih baik pada kalimat “Sambel Pecel Istiqomah” tersebut diubah menjadi “Sambel Pecel Khas Blitar” menjelaskan bahwa produk sebagai sambal pecel dengan khas Blitar.

Pada label sudah berfungsi sebagai sarana periklanan bagi produsen dengan menunjukkan nama usaha dan tempat usaha. Akan lebih baik lagi bila diberi nama pemilik usaha yang dapat mengoptimalkan fungsi label sebagai sarana periklanan untuk produsen. Sementara itu rasa aman bagi konsumen telah diberikan produsen melalui label yang memberikan informasi mengenai tanggal kadaluarsa, Departemen Kesehatan dan nomer P-IRT, label halal dan kandungan dari sambel pecel yang diolah tanpa bahan pengawet agar dapat mempengaruhi konsumen untuk membeli sambel pecel.

Selain sambal pecel Istchomah, di Blitar juga ada produsen sambal

pecel Nyamleng yang berlokasi di Jalan Cemara Blitar. Produsen sambal pecel ini juga mempromosikan dan sekaligus pembelian produknya melalui website dengan alamat http:// indonetwork.co.id. Perusahaan ini menyiapkan produksi bukan hanya untuk rumah tangga, namun juga untuk memenuhi kebutuhan restoran, hotel, dan katering.

Pembelian bisa dilakukan melalui website ini. Sedangkan harga yang ditawarkan Rp 21.000/kg, tetapi pembelian minimal 10 kg. Harga tersebut belum termasuk ongkos kirim. Promosi dan penjualan melalui internet ini cukup efektif dan – bisa menjangkau atau memenuhi kebutuhan di seluruh Indonesia, seperti misi perusahaan ini. “Menyiapkan ketersediaan produk di seluruh kota di Indonesia, agar memudahkan konsumen untuk mendapatkan produk Bumbu Pecel Cap Nyamleng.” (res)

Teropong Edisis 68, Maret-April 2013, hlm.52-54

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Sambal Pecel Blitar

  1. Pingback: wisata kuliner ngawi | Info Wisata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s