Sedapnya Nasi Punel Khas Bangil

Bang Kodir tak cuma bermakna singkatan Bangil Kota Bordir saja. Namun soal kuliner, Kecamatan Kota Bangil yang masuk wilayah Kabupaten Pasuruan, itu punya makanan khas, yaitu nasi punel.

 DALAM perjalanan dari arah Surabaya menuju Probolinggo, atau sebaliknya di sepanjang Jalan Raya Dr Sutomo, Kota Bangil, di sini pasti dijumpai beberapa warung penjual nasi punel di pinggir jalan.

Salah satu penjual nasi punel adalah Imah, 23 tahun. Ia adalah pemilik Nasi Punel Putri Bu Nik.  Kata Putri Bu Nik, memang sengaja dipasang untuk menarik minat pembeli. Sebab, Bu Nik yang tak lain adalah ibu kandung Imah, memang sudah terlebih dulu berjualan nasi punel dan kesohor. Bahkan Bu Nik sendiri sampai sekarang masih berjualan nasi punel, lokasinya tak jauh dengan

milik Imah, sekitar 500 meter sebelah timur. “Boleh-boleh saja kan numpang ketenaran nama ibu, karena ini keahlian warisan secara turun temurun. Termasuk ibu saya yang melanjutkan keahliannya dari nenek,” kata

Imah, putri nomor dua Bu Nik.

Banyak pembeli terutama luarkotayang mampir ke warung Imah, karena disamping rasanya yang sudah kondang menyamai

nasi punel Bu Nik, temp at parker untuk kendaraan tersedia luas. Pada hari Minggu siang, misalnya, terlihat warung nasi punel ini banyak pengunjungnya. Dilihat dari kendaraan yang diparkir baik sepeda motor maupun mobil,

kebanyakan berasal dari luar Pasuruan. “Saya baru pertama kali ini makan nasi punel. Saya . penasaran ketika ada pendengar Radio SS dalam perjalanannya

dariSurabayake Probolinggo bercerita akan mampir ke Bangil makan nasi  punel. Saya akan buktikan, temyata rasanya memang enak dan sesuai selera saya,” kata Kusumasuti asliJakartayang sekarang menetap di Sidoarjo.

Begitu nasi punel lengkap dengan lauk pauknya dihidangkan, pembeli rasanya ingin segera menikmati saja. Apalagi nasi yang panas dan lauk pauknya dihidangkan dengan alas daun pisang, wow semakin sedap saja sehinga mengundang selera makan. “Salah satu ciri khas nasi punel adalah nasinya sedikit tapi lauknya banyak. Walau kelihatan nasinya sedikit, sebetulnya itu  banyak karena nasinya menggurnpal. Kadang pembeli yang belum tahu nasi punel dibilang itu ketan. Ini bedanya, kalau nasi biasa diletakkan piring terlihat kepyar, justru nasi punel ini menggumpal,” terang Imah lagi yang berjualan nasi punel sekitar tiga tahun lalu. Ia setiap hari buka mulai pukul 06.00 sampai 16.00,

kemudian dilanjutkan kakaknya berjualan sampai malam.

Harga satu porsi nasi punel lengkap lauk pauknya ditambah minum satu gelas es teh cukup membayar Rp 10.000. Lauk pauk yang tersaji antara lain ada empal, paru, klomotan, ati, lidah, limpah, babat, lento, bobor, serundeng, sambel trancam dan sate kerang. “Nasi punel kami juga pemah ditayangkan di acara

B-cak JTV. Saat syuting tempo hari kami ditanyai soal cara membuat nasi punel sampai pada harga satu porsinya segala,” kata Imah.

Cara membuat nasi pune!, memang butuh ketelatenan. Awalnya beras dicuci bersih terus dimasak. Begitu nasi sudah matang kemudian diangkat dan dikipas-kipas sambil diuleni (diaduk) dengan entong. Proses kipas-kipas ini tidak boleh berhenti sampai nasi dingin sehingga menggurnpal. Akhrinya jadilah nasi punel ini. Agar hasilnya terasa enak, Imah memakai beras jenis bramu dengan air yang sedang-sedang. Artinya, air tidak boleh kebanyakan atau kurang. Setiap

memasak nasi pune!, Imah butuh beras rata-rata 15 kg setiap hari. Nasi sebanyak itu habis terjual mulai buka pagi hingga sore hari.

“Bagi kami yang sudah biasa membuat nasi punel rasanya gampang-gampang saja. Sebab, walau gampang menurut kami belum tentu bagi orang lain. Buktinya, ketika saya memberi pelajaran cara membuat nasi punel, anehnya tidak bisa jadi. Bagi kami gampang, mungkin kami-kami ini dari keturunan nenek moyang yang memang ahli membuat nasi punel ya? Hahaha … ” kelakar Imah yang mengaku hanya lulus SMP dengan tawa lepas didamping asistennya, Titik Nursiati. Laporan: Abi I Ryan 

——————————————————————————————-

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : SAREKDA, Media Informasi Biro Administrasi Perekonomian Sekretariat daerah Provinsi Jawa timur, EDISI 006/2009

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Sedapnya Nasi Punel Khas Bangil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s