Museum Daerah Bhagawanta Bhari, Kabupaten Kediri

Museum Daerah Bhagawanta Bhari

Kabupaten Kediri sebagai salah satu tujuan Wisata Budaya yang memiliki potensi tidak kalah menariknya dengan Daerah-daerah lain, berlokasi diantara daerah Kabupaten dan Kota yang memiliki Karakteristik budaya jawa serta peninggalan sejarah utamanya dari zaman Kerajaan Kediri merupakan aset Pariwisata Budaya Daerah.

Catatan koleksi Kepurbakalaan MUSEUM DAERAHBHAGAWANTA BHARI Kabupaten Kediri ini merupakan salah satu alternatif bagi masyarakat yang kebetulan belum sempat mengadakan kunjungan atau berapresiasi terhadap ragam koleksi Kepurbakalaan MUSEUM DAERAH BHAGAWANTA BHARI di Kabupaten Kediri. Catatan koleksi Kepurbakalaan MUSEUM DAERAHBHAGAWANTA BHARI  Kabupaten Kediri ini  sebagai upaya agar para pembabaca berapresiasi sekaligus ikut mempromosikan koleksi Kepurbakalaan Kabupaten Kediri. Selamat datang di Kabupaten Kediri.

Kabupaten Kediri memiliki sebuah Museum dalam rangka melindungi dan menyelamatkan Benda cagar Budaya yang ada di wilayah Kabupaten Kediri, sesuai dengan Undang-Undang RI, nomor 5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya.  Sebagian dititipkan di Museum Mpu Tantular dan Museum BP3 Trowulan/Pusat Info Majapahit (PIM). Koleksi barang Cagar Budaya milik Kabupaten Kediri yang ada di Museum Bhagawanta Bhari antara lain adalah:

Arca Ganesha

Ganesha merupakan arca yang digambarkan berbentuk manusia berkepala gajah, memiliki tangan empat, Ganesha dalam mitologi Hindu diceritakan sebagai anak dari Dewa Syiwa, Ganesha dilambangkan sebagai dewa ilmu pengetahuan dan dewa keselamatan, atribut yang disandangnya antara lain adalah paracu, aksamala, dan mangkuk.

Arca Nandi

Arca Nandi adalah area yang digambarkan berbentuk sapi, menurut mitologi Hindu, Nandi merupakan wahana dari Dewa Syiwa serta merupakan simbolisasi dari Dewa Syiwa.

Miniatur Rumah

Artefak ini berbentuk miniatur rumah, secara simbolis artefak ini berfungsi sebagai sarana pemujaan Dewi Sri, yang merupakan dewi kesuburan. Artefak ini biasanya ditempatkan pada pojok-pojok persawahan dan diperkirakan sudah dikenal sejak masa Kadiri sampai dengan Majapahit.

Arca Tokoh

Arca ini merupakan arca penggambaran tokoh yang belum  teridentifikasi, dipahat dua sisi, pada satu sisi digambarkan sebagai seorang tokoh (dua muka) laki-laki dan perempuan pada sisi lainnya.

Arca Brahma

Dalam mitologi Hindu, dewa Brahma merupakan anggota dari Dewa Trimurti/tiga dewa utama agama Hindu (Brahma, Wisnu dan Syiwa). Arca Dewa Brahwa secara ikonografis digambarkan berwajah serta bertangan empat, atribut yang disandangnya antar lain adalah Camara dan Aksamala.

Jaladwara

Jaladwara merupakan bagian dari bangunan candi yang berfungsi untuk mengalirkan air hujan (talang air) Jaladwara biasanya digunakan pada bangunan candi yang memiliki fungsi sebagai petirtaan. Dalam mitologi Hindu Jaladwara merupakan penggambaran makhluk mistis bawah air yang memiliki taring dan berbelalai, secara simbolis artefak ini merupakan lambang tolak bala.

Bejana/Gentong Batu

Bejana/gentong batu ini merupakan artefak yang memiliki aspek fungsional dalam kehidupan sehari-hari yaitu sebagai media untuk menyimpan air.

Arca Wisnu

Dalam mitologi Hindu, Wisnu merupakan Dewa Penjaga Alam Semesta, digambarkan bertangan empat dengan atribut yang disandangnya antara lain adalah senjata Chakra dan Camara dari penggambaran tangan yang berada di depan dada dan Vas yang berisi bunga teratai di kanan kiri tokoh, kemungkinan arca ini merupakan arca penokohan seorang Raja yang berkuasa pada masa kerajaan Singhasari.

Kepala Kala

Kepala Kala  (Kala Kop) merupakan artefak bagian dari  bangunan suci (candi). Penggambarannya diwujudkan sebagai kepala raksasa yang sangat menyeramkan, hiasan berbentuk kala ini biasanya ditempatkan di atas ambang pintu sebuah bangunan suci (candi), secara simbolis hiasan ini merupakan lambang tolak bala, dan dari bentuknya dapat dilihat bahwa artefak ini belum selesai dikerjakan.

Lapik Arca

Batu lapik arca berfungsi sebagai tempat landasan dari arca. Lapik ini dihiasi dengan ornamen berbentuk padma/teratai sehingga disebut sebagai Padmasana namun tidak diketahui area apa yang berada di atasnya. Pada masa Indonesia klasik beberapa lapik arca dipahatkan dengan motif/ragam hias berupa tengkorak (Kapalasana) dan kura-kura (Kurmasana).

Umpak Batu

Umpak batu terbuat dari batu andesit memiliki fungsi sebagai tempat penyangga tiang sebuah bangunan. Umpak biasanya minimal berjumlah 4 (empat) buah, ragam hias umpak ini berbentuk padma/teratai.

Fragmen Tembikar

Fragmen ini merupakan fragmen tembikar/gerabah namun belum diketahui jenisnya. Selain situs-situs serta benda cagar budaya yang ditampilkan dalam buku ini, masih banyak situs serta benda cagar budaya yang tersebar di wilayah Kabupaten Kediri.

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Profil kebudayaan Kabupaten kediri, Kantor Parsenibud Kabupaten Kediri,  Kab. Kediri, 2006

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Museum Daerah Bhagawanta Bhari, Kabupaten Kediri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s