Kerupuk Ketela Pace, Kabupaten Nganjuk

Adalah Sodik. Lelaki 33 tahun asal Desa Joho Kecamatan Pace ini memang layak dijadikan teladan bagi warga di lingkungannya. Semangat serta tanggung jawabnya sebagai kepala rumah tangga, membuatnya berpikir untuk terus berkreasi mencari peluang demi mendapatkan rupiah. Semua itu dilakoninya demi keluarga. Bertahun-tahun, Sodik merasakan menjadi “buruh” di sebuah pabrik krupuk di Desa Bandung Kecamatan Prambon. Bertahun itu pula, lelaki berwajah tegar ini mencoba bertahan di pabrik dengan upah yang hanya cukup untuk dirinya sendiri. Dan setelah jodoh datang serta mengantarnya menjadi seorang suami, Sodik pun berpikir keras untuk segera mencari peluang baru yang bisa menghidupi tidak hanya dirinya, tetapi istri serta anaknya.

 

Bermula dari itu, Sodik pun mengambil hikmah dari pekerjaannya yang “hanya” buruh di pabrik krupuk tersebut. Ternyata, pengalaman dan ilmu yang dia serap selama bekerja di pabrik, membuat keberanian lelaki ini muncul. Dia pun nekat berjuang sendiri membuat kerupuk sebagai usaha mandiri bagi keluarganya. Dukungan sang istri pun menjadi semangatnya untuk terus berusaha memperbaiki hasil karyanya. Alhasil, dari kreativitasnya, berbuah produk krupuk ketela. Satu tahun sudah, Sodik berjuang membuat krupuk ketela bersama istrinya, Lilik di Dusun Cering, Desa Joho Kecamatan Pace. Dengan dibantu istri, mertua, dan adik iparnya, usaha ini pun semakin berkembang. Padahal, modalnya hasil patungan dengan anggota keluarga lainnya. Singkat cerita, perjuangannya pun berbuah sukses. Akhirnya, produk krupuk ketela Sodik digemari masyarakat sekitar rumah tinggalnya.

Bahkan, saat ini, krupuk ketela yang dikenal renyah dan gurih ini mampu menembus pasaran luar kota yakni di Bojonegoro, Tuban dan Kediri. Dalam sehari jika musim panas seperti sekarang ini, Sodik mampu memproduksi hingga 75 kg bahan baku dan dijual dengan harga Rp 3500,- setiap kilogramnya Adapun, selama ini, menurut Sodik, kendala yang dia alami adalah minimnya modal usaha. Sebab, jika ada modal usaha lebih, itu akan digunakan untuk menumpuk stok bahan baku di saat musim kemarau. Karena, jika musim kemarau, rendemen gaplek sangat bagus. Dan jika musim penghujan tempat penjemuran sangat kurang serta rendemen ketela kurang baik.”Tapi karena modalnya mepet, ya kami buat seadanya ini,” tuturnya penuh harap.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Derap Anjuk Ladang, Edisi182 Th. 2008, hlm. 19

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Kerupuk Ketela Pace, Kabupaten Nganjuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s