Kacang Goreng, Kabupaten Nganjuk

Nikmat di Lidah, Kecil gurih. Apakah itu? Kacang goreng namanya. Di musim penghujan seperti ini bila sore hari, hujan rintik-rintik paling nikmat bercengkrama dengan keluarga sambil menikmati makanan ringan, wow… serasa di surga nikmatnya. Nonton TV hiburan bersama anak dan istri tercinta sambil makan kacang goreng, hemm… lezat tiada tara. Inilah mungkin gambaran bila kita menikmati kacang goreng buatan Ruri salah satu stand jajanan di Jalan A. Yani Nganjuk. Bersebelahan dengan Toko ATK Maria tepat dipojok sebelah selatan, ada stand kecil dengan diterangi lampu temaram seadanya. Disitulah Ruri mengais rejeki bersama keluarganya. Ruri merupakan sosok wanita pekerja keras yang dengan gigih berjuang menghidupi keluarganya dengan berjualan kacang goreng.

Dia mengolah atau menggoreng sendiri kacang tanah itu. Kegiatan yang dilakukannya mulai pukul 5 pagi, dia mulai kulakan kacang tanah di pasar Wage Nganjuk yang kebetulan sangat dekat dengan tempat tinggalnya di A. Yani I atau lebih kerennya Gang Jawa. Maria Selesai membeli semua bahan baku, kacang tanah langsung dibersihkannya bersama seluruh keluarganya. Semuanya bekerja membantu. Selesai dibersihkan dari tanah-tanah sisa, kemudian kacang ditiriskan. Setelah kering barulah kacang diolah. Ada dua jenis kacang olahan yakni kacang goring kering dan kacang tanah rebus. Selesai diolah kacang goreng dan kacang rebus siap dijajakan. Dari pantauan DeAL dilapangan memang kacangnya memang gurih luarr biasa enaknya tak ada bandingannya.

Oleh karena itu banyak sekali para konsumen yang mencoba kacang produksinya. Tidak begitu banyak uang yang didapat dari keuntungan berjualan kacang tanah. Akan tetapi dia tetap mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Tuhan, terbukti rasa syukur tersebut tercermin dari lebih giatnya dia rajin ke Gereja untuk beribadah. Sebab dia yakin tanpa bimbingan dari Tuhan tidak mungkin semua usaha yang dilakukannya membuahkan hasil yang maksimal. Dalam sehari Ruri mendapat keuntungan bersih rata-rata Rp 30.000,- sehingga dalam sebulan bisa mendapatkan keuntungan Rp 900.000,-. Dari itulah dia dapat menghidupi keluarganya.

Bahkan saat dikonfirmasi, bahwa dari penghasilan yang didapatkan tersebut sedikit demi sedikit ditabungnya. Hasilnya pada tahun 2005 dia mampu membangun rumah di Kelurahan Payaman. Keluarga ruri semuanya hidup dalam kesederhanaan walaupun dipandang dari sudut penghasilan memang lumayan besar. Hal itu dikarenakan sejak kecil dia diajari untuk hidup sederhana, menghindari hidup foya-foya akhirnya sampai dewasapun prinsip hidup tersebut tetap dipegang teguh olehnya. Banyak sih tawaran untuk lebih melakukan usaha-usaha lain yang mereka anggap lebih menjanjikan daripada hanya berjualan kacang goreng dan kacang godog (jawa=red). Akan tetapi dia lebih memilih menekuni pekerjaan yang dilakukannya sejak kecil ini. Kalau toh ingin mengembangkan bidang usaha lain, dia ingin mengembangkannya menjadi kacang atom. “Siapa tahu mas yon bisa menjadi pengusaha kacang yang sukses! Aminn”, ujarnya.

Ekspansi keluar daerah merupakan target usahanya. Semuanya demi meningkatkan pendapatan dan peningkatan taraf hidup kami sekeluarga. Dan kalau bisa dengan ekspansi usaha ini kami dapat menjaring karyawan baru sehingga dapat menciptakan lapangan kerja. Sebab potensi pemuda ditempat kami banyak pula yang masih menganggur sehingga sayang bila tidak diberdayagunakan. Rencana kedepan kami mungkin akan mengembangkan cabang, dengan membuka kios cabang kacang goreng Ruri di Beberapa kecamatan di Kabupaten Nganjuk, yang sudah mendapat tempat usaha di Kecamatan Tanjunganom, Kecamatan Gondang, Kecamatan Bagor dan Kecamatan Pace. Kami berniat merealisasikan kios cabang ini pada pertengahan tahun 2008 yakni sekitar bulan Juni.

Mohon doa restu dari para pembaca DeAL Para pejuang-pejuang tangguh seperti inilah yang patut kita acungi jempol sebagian besar wanita di Nganjuk khususnya bila sudah lulus SLTA langsung menikah dan menyandang ibu rumah tangga yang baik yakni hanya mencuci, memasak dan menidurkan anak.Lain halnya dengan Ruri ini selain cakap sebagai ibu rumah tangga dia juga kreatif melakukan usaha yang berprospek bagus, hingga mampu mencari peluang bisnis yang cukup baik. Selaras dengan peringatan Hari Kartini tanggal 21 April mungkin wanita-wanita seperti ini lah harapan R.A. Kartini dengan mengangkat emansipasi wanita agar tidak kalah dengan pria laksana srikandi yang bertempur pada perang bratayudha. (Yoni)

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: DERAP Ajuk Ladang, Edisi 187, Th. 2008, hlm. 12-13*

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Kacang Goreng, Kabupaten Nganjuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s