Jenang Ketan, Kabupaten Nganjuk

Jenang Ketan Cocok Sebagai Buah Tangan.

Makanan jenang sudah dikenal orang sejak jaman dulu. Tapi namanya masih menggema hingga jauh ke mana-mana hingga kini. Tapi tidak semua orang bisa membuat jenang ketan. Karena cara dan proses membuatnya pun tidaklah mudah. Salah satuorang yang cukup ahli dalam membuat jenang ketan adalah Markamah.

Baginya membuat jenang adalah kekayaan yang tak ternilai harganya. Selain bisa mendatangkan keuntungan finansial, jenang ketan juga bisa meningkatkan ekonomi keluarganya hingga sekarang.

Bersama suaminya, Suyono, wanita yang sudah berusia lebih dari separo baya ini menekui usaha membuat jenang ketan. Berbekal pengetahuan dan ketrampilan yang didapatnya dari kampung halaman di Kademangan, Blitar, Markamah merintis usahanya di Desa Pacekulon Kecamatan Pace. Dengan bahan baku yang mudah didapat di sekitar Pace seperti ketan, gula kelapa, kelapa dan biji wijen. Untuk memasak, Markamah dibantu 6 orang karyawan untuk mengaduk adonan jenang. Memasak jenang juga memerlukan ketelitian dan naluri yang peka. Sebab bila tidak, jenang malah bisa jadi rusak dan tidak bisa digunakan.

Awalnya, santan kelapa dimasak hingga mendidih dan berminyak dan terus dimasak hingga tinggal blondhonya (semacam ampas minyak). Kemudian gula kelapa yang sudah dicairkan dan disaring dimasukkan secara perlahan- lahan ke dalam kenceng (wajan tembaga untuk memasak jenang). Dengan api yang cukup besar, ketan yang sudah menjadi diselep jadi tepung dimasukkan ke dalam kenceng secara perlahan-lahan. Setelah diaduk secara terus menerus hingga adonan tercampur rata. Pada proses ini memerlukan waktu yang cukup lama hingga 10 jam. Karenanya, Markamah memperkerjakan 6 orang khusus untuk mengaduk. Tenaga mereka sangat bermanfaat untuk mengaduk adonan jenang di dalam 3 wajan besar yang mampu menampung 75 kg adonan jenang.

Hasilnya ? Dalam sehari, ketiga wajan kenceng itu mampu menghasilkan 300 kg jenang ketan berwarna coklat manis. Selanjutnya, oleh Suyono ditimbang tiap kilonya. Lalu jenang ketan dibungkus plastik dan dimasukkan ke dalam wadah dari anyaman bambu alias besek kecil kemudian ditaburi biji wijen diatasnya. Dengan harga Rp. 8.000 per beseknya, Markamah dan Suyono memeasarkan jenang ketan ke Pasar Warujayeng, Pasar Wage, Pasar Gringging Kediri hingga ke Tulungagung. Biasanya setiap dua atau tiga hari ia berkeliling ke pasar-pasar tersebut. Selain di pasar besar, Markamah juga melayani permintaan jenang ketan di sekitar tempat tinggalnya. Baik di pasar Pace atau pesanan khusus untuk keluarga.” Terkadang juga untuk oleh-oleh atau barang sanggan atau songgongan (barang bawaan ketika hendak melamar atau menikah),” kata wanita berkacamata ini sembari berpromosi.

Jenang ketan produksi “Setia Rasa” milik Markamah ini dibuat tidak memakai bahan pengawet sedikitpun. Karenanya, jenang ketan Markamah mampu bertahan cukup lama. Namun
rasanya ternyata memang enak. Rasa manis yang biasa melekat pada jenang tidak terlalu terasa. Atau sedang-sedang saja. Sehingga jenan ketan ini cocok bagi mereka yang memang tidak suka terlalu manis. Karenanya saat mengikuti pameran Produk Usaha Wanita di Nganjuk beberapa waktu lalu, jenang ketannya laris manis tak tersisa. Begitu pula dengan Enting-Enting Geti yang juga diproduksinya pun habis terjual.

Namun sayangnya, jenang ketan Markamah belum bisa ditemukan di supermarket atau took swalayan di Nganjuk. Drs. Agus Widodo dari Dinas PPKBS memberikan alternatif permasalahan ini.” Jenang ketan ini bisa dikemas dalam plastik mika.  Sehingga kondisi jenang bisa terlihat dari luar tanpa orang harus menyentuhnya. Atau agar lebih rapi dikemas dalam dus kertas dengan tukisan dan motif menarik dengan memberikan lobang agar jenang tetap terlihat meski sedikit ” terangnya saat mengunjungi pameran Produk Usaha Wanita di Jl. Basuki Rahmat awal Januari lalu. (doni)

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: DERAP Anjuk Ladang,  Edisi 180 Th. 2008

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Jenang Ketan, Kabupaten Nganjuk

  1. Rika Kristinawati says:

    bolehkah diinformasikan alamat lengkap tempat produksi Ibu Markamah dan Bapak Suyono?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s