Warung “Waru Doyong” , Surabaya

Warung “Waru Doyong” Menikmati Alam Pedesaan
di Tengah Kota Metropolis

CUACA kota Surabaya pada Sabtu siang di bulan Mei, terlihat ‘redup’.  Matahari yang biasanya garang dengan sengatan panasnya, hari itu tidak menampakkan diri, seakan bersembunyi di balik awan yang seharian menyelimuti kota Surabaya. Walau hujan rintik-rintik, tak menyurutkan warga kota mencari makan siang.

Warung Waru Doyong yang letaknya “terpencil” di pojok kawasan Kendangsari Timur Surabaya justru menjadi jujukan para penikmat kuliner. Apalagi warung ini menyediakan makanan model prasmanan lengkap dengan sayur dan lauk pauknya. Di pelataran warung terlihat deretan disediakan pengelola warung untuk lesehan. Di tempat ini, makan terasa nikmat karena suasananya menyerupai alam pedesaan yang asri.

Apalagi di samping warung ada suara gemricik air sungai. Nama Warung Waru Doyong, sebuah nama yang identik dengan lokasi di sekitarnya. Di depan warung yang sepeda motor yang diparkir rapi. Bahkan, ada juga pengunjung yang membawa mobil. Rupanya ada dua rombongan yang sedang antre menikmati lezatnya sajian Warung Waru Doyong. Rombongan pertama dari sebuah perusahaan swasta yang usai berlatih futsal. dan rombongan kedua panitia/tamu yang usai menghadiri perhelatan sebuah pesta pernikahan.

Ini terlihat dari model busana yang mereka pakai. Saking ramainya, ada yang tidak ada kebagian tempat di dalam. Praktis, mereka yang belum mendapat tempat duduk, setelah mengambil makanan memilih tempat cangkrukan di luar yang memang sederhana berukuran kira-kira 6 x 12 meter berdinding tripleks dan anyaman bambu serta beratap asbes, ada tiga pohon waru yang bentuknya doyong (miring) sebagai trade mark-nya. Di bawah tiga pohon waru doyong itulah dibangun tempat cangkrukan untuk menampung para pembeli yang tidak kebagian tempat.

Para pembeli yang datang tidak langsung duduk dilayani pemilik warung. Tapi, mereka langsung mengambil piring kosong kemudian diisi nasi dan lauk pauk. Sistem yang diterapkan pemilik warung adalah prasmanan. Ambil sesuka hati, bila perlu sebanyak-banyaknya asal perut bisa menampung. Bermacam-macam hidangan lauk-pauk dan sayur yang disajikan. Ada sayur asem kecipir, sop buntut, ikan pe, sambel terong, urap-urap kacang panjang dan lain-lain. Sedangkankan lauk pauk yang disajikan ada ayam panggang, ikan laut, ikan gurami, tempe, gorengan wader, peyek udang, dan lain-lain. Pengunjung yang baru pertama kali datang, terlihat memang belum biasa dengan suasana seperti itu. Ini terlihat ketika ia datang tak langsung menbambil makanan sendiri, tetapi memilih duduk dan menunggu ditawari pemilik warung.

Nah, baru ketika seorang pelayan warung mempersilakan mengambil sendiri karena warung menerapkan system prasmanan, baru pengunjung yang baru pertama kali datang itu beranjak dari duduknya kemudian berbaur dengan pengunjung lain mengambil piring. “Gerombyang … … !” terdengar tutup panci besar jatuh. Rupanya tutup panci ini tersenggol pengunjung yang baru pertama kali datang ke tempat itu. “Hus …. ! Hus … ! Onok pitik anyaran (rupanya ada ayam baru),” begitu teriak pengunjug lain sambil bercanda. Suasana pun jadi gayeng dan akrab antara pengunjung satu dengan yang lainnya. “Nggak apa-apa ….. ,” kata Hj. Titik, pemilik warung Waru Doyong sambil senyum ramah.

Menurut Hj. Titik, warungya memang tak pernah sepi pengunjung. Cuma bukanya pada hari-hari biasa, dari pagi hingga pukul 17.00 WIB. “Pokoknya hari Minggu dan libur hari besar kami tutup,” pungkas Hj Titik. abi/djup/ryan

—————————————————————————————–

Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: SAREKDA Jawa Timur, edisi: 008 , 2010

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Warung “Waru Doyong” , Surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s