Gunung Banyak, Kota Batu

Gunung Banyak :  “Situs“  Paralayang Jawa Timur

Mengacu pada hasil survai Panitia PON XV, Gunung Banyak memang merupakan tempat terbaik untuk olahraga paralayang di Jawa Timur, bahkan di Indonesia.  Gunung Banyak ditetapkan sebagai lokasi paling ideal untuk paralayang pada PON XV.

gunung-banyak-total001Ada banyak even wisata menarik kota pariwisata andalan Jawa Timur ini. Salah satunya, menembus awan dari puncak Gunung Banyak, di Kota Batu belahan barat laut. Dalam kemasan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Paralayang 2003, 17-19 Oktober nanti, even itu diharapkan mampu menyedot wisatawan, sekaligus menjadi suguhan atraktif yang fenomenal. Lahirlah obsesi, kelak Gunung Banyak harus menjadi “situs” paralayang Jawa Timur, dan satu-satunya yang terbaik di Indonesia!

Sabtu dan Minggu pagi pekan lalu, udara Kota Batu dipenuhi parasut wama-warni. Mereka adalah para atlet paralayang yang sedang berlatih untuk mengikuti Kejurnas Paralayang 2003. Di puncak Gunung Banyak berjubel para atlet yang akan mengudara. Suasananya ceria, meski udara dingin menyengat. Tak sedikit pun terpancar kegamangan atau rasa takut pada wajah mereka.

gunung-banyak-total002Angin yang bertiup dari arah selatan memang sedang “berbaik hati”. Sebagian di antara mereka tampak tak sabar untuk segera terbang, menembus awan. “Sudah seratus atlet yang mendaftar ke panitia”, ujar Yudo Nugroho, Ketua Panitia Kejurnas Paralayang 2003 kepada Jatim News. Mereka dari FASI Daerah seluruh Indonesia, para atlet Pra-PON, Telkom Divre V Jatim, dan klub-klub paralayang se-Indonesia. Tampak hadir pula sejumlah atlet paralayang dari mancanegara sebagai peninjau, sekaligus memarakkan even nasional itu ..

gunung-banyak-total003Gunung Banyak memang dihajatkan sebagai ajang kejumas paralayang tahun ini, memperebutkan tropi Walikota Batu yang kali ke-3. Even itu memang terkait dengan peringatan hari jadi Kota Batu yang ke-2, 17 Oktober. Jenis yang dilombakan meliputi ketepatan mendarat perseorangan dan beregu tingkat senior dan yunior, serta karnaval paralayang. Pada jenis karnaval, tiap peserta lomba diwajibkan mengenakan busana yang unik dan menarik. “Dalam kejurnas kali ini, para peserta nomor karnaval wajib mengenakan busana bermotif bunga, ” tambah Yudo.

Ditinjau dari beberapa aspek, Gunung Banyak sebagai lokasi kejuaraan nasional memang ideal. Banyak atlet daerah yang sangat mendambakan bisa terbang di lokasi bekas ajang paralayang PON XV ini. Disamping faktor tinggi gunung yang memadai (1.350 meter dpl), juga ketinggian lereng (340 meter) dan jarak sampai ke tempat landing (1.300 meter). Angin pun cukup kuat namun stabil sepanjang tahun. Angin yang ideal pada pagi hari, saat kecepatan angin (winspeed) rata-rata 10 Mph, dan airspeed 25 Mph.

gunung-banyak-total004Bila angin sedang kuat misalnya, para atlet bisa berputar sampai di atas kawasan Pemandian Selecta, bahkan bisa cross country sampai di awang-awang Bendungan Selorejo, Kecamatan Ngantang (Batu arah ke Kediri) . “Gunung Banyak paling baik se-Indonesia (untuk paralayang), ” ujar Body, atlet nasional asal Malang.

Bermobil ke Puncak
Memang ada gunung yang lebih tinggi, juga di kawasan Batu, yaitu Gunung Panderman. Namun akses jalan menuju puncak gunung tersebut belum ada. “Para atlet masih harus jalan kaki selama empat jam jika terbang dari Gunung Panderman,” ujar Bayu, atlet asal Batu.

Kini, dalam kaitan menjambut Kejurnas Paralayang 2003, lokasi peluncuran di Gunung Banyak sudah dibenahi. Tempat peluncuran lebih luas. Akses jalan menuju puncak sudah dilebarkan. Bahkan, para atlet bisa bermobil hingga tiba di puncak. Sejumlah fasilitas yang dibutuhkan juga sudah digenapi, antara lain kamar mandi plus WC, serta gardu pandang untuk para penonton.

Lokasi pendaratan (landing) dipindahkan agak ke timur dari lokasi sebelumnya. Lokasi yang baru itu lebih ideal, karena jauh dari tiang listrik dan kawasan persawahan penduduk. Luasnya juga bertambah sekitar satu hektare. Badan jalan menuju lokasi pendaratan itu juga sudah beraspal, sehingga mobil bisa meluncur sampai di pintu gerbang. Dalam acara peninjauan paitia akhir pekan kemarin yang juga dihadiri beberapa wartawan, lokasi landing tersebut dinyatakan siap dipakai.

Di pinggir lapangan pendaratan itu kini berdiri gasebo untuk para atlet dan panitia. Jalan masuk menuju lokasi pun sudah dilebarkan, dan di depan pintu masuk dibangun gapura. Pada saat pembukaan kejurnas nanti, tempat pendaratan tersebut akan diberi nama oleh Walikota Batu, Drs. Imam Kabul, MSi. “Namanya apa, masih di saku Pak Imam,” jelas Yudo Nugroho.

Pemilihan lokasi pendaratan baru tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Mereka berpendapat, dibangunnya kawasan olahraga tersebut bisa mencegah menjamurnya (pembangunan) perumahan di situ. “Karena kawasan ini adalah daerah resapan air,” ujar Riska, pelatih paralayang yang ikut memilih lokasi tersebut. Alangkah idealnya bila kawasan itu juga dijadikan kawasan olahraga dirgantara lain. Gantole misalnya. Sehingga daerah resapan air di bawah hutan lindung Gunung Banyak terjaga kelestariannya. Tentu, perlu peraturan daerah (perda) sebagai “payung” untuk mewujudkan hal tersebut.

Dongkrak Pariwisata
Kegiatan berskala nasional itu memang akan dimanfaatkan oleh Pemkot Batu untuk mendongkrak potensi pariwisata kota ini. Salah satu tujuan diadakannya kejurnas itu memang sebagai ajang promosi Kota Batu yang sedang menggalakkan kepariwisataannya.

Disamping itu, secara tidak langsung memberikan peluang kepada ‘wong mBatu’ untuk berperan serta dalam pengembangan kepariwisataan. Seperti saat ini, ada sembilan anak dari desa di sekitar tempat pendaratan yang mendapat penghasilan menjadi kaddy (pembantu melipat parasut para penerjun). “Saya baru melipat duapuluh payung, Pak, ” ujar Paulus, salah seorang kaddy. Berarti Paulus sudah mengantungi upah Rp 20 ribu.

Walikota Imam Kabul juga sudah merencanakan Gunung Banyak sebagai lokasi objek wisata paralayang. Bahkan, kelak, diharapkan menjadi “situs” paralayang andalan Jawa Timur, dan bisa menjadi yang terbaik di Indonesia. Para wisatawan yang ingin terbang, bisa datang ke lokasi ini. Bisa pula terbang tandem. Dia juga berobsesi membangun program pelatihan bagi para pemuda sekitar objek wisata itu untuk menjadi pilot terbang tandem. Dengan membandingkan daerah lain yang punya lokasi paralayang, dia berkeyakinan para pemuda kota pariwisata ini bisa mendapatkan penghasilan yang lumayan dari pekerjaan menjadi pilot tandem.

Untuk mendapatkan pilot tandem, sebenarnya tidak terlalu sulit. Malang gudangnya pilot terbang layang. Kebanyakan peraih medali paralayang adalah pemuda-pemuda dari kota dingin ini.  Kendalanya adalah, harga peralatan yang cukup mahal untuk ukuran para pemula seperti Agus. Sebuah parasut bekas pakai harganya masih puluhan juga, sekitar Rp.l0-30 juta per unit.

Hal lain yang perlu dipikirkan adalah, tindak lanjut setelah Kejurnas Paralayang 2003 usai . Banyak obsesi yang mesti dikonkretkan. Perlu ada perencanaan yang matang agar fasilitas olahraga kedirgantaraan di lokasi yang mendapat sebutan the best itu tidak sia-sia. Pasalnya, bila Gunung Banyak memang dikembangkan untuk olahraga kedirgantaraan, bisa mencegah kerusakan lingkungan di kawasan utara Songgoriti. Olahraga, pariwisata, dan kelestarian lingkungan, seharusnya memang berada dalam “satu garis” sinergi. Tio

 

Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Jatim News, Tabloid Wisata Plus, EDISI 19, 26 September -10  Oktober 2003, Tahun I, Hlm.03-o4

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Gunung Banyak, Kota Batu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s