Aroma Tape Sampai Makah

SEMUA orang tahu Bondowoso merupakan kota tape. Penga­nan yang terbuat dari singV kong produksi Bondowosoy terkenal sangat manis. Karena itu banyak orang yang berkunjung ke kota ini selalu membawa oleh-oleh tape khas tersebut. Bahkan, kadang kala warga juga menjual tape ini tak hanya dalam wilayah Bondowoso saja melainkan juga sampai ke sejumlah kota lain di Jatim. Misalnya di jala­nan, toko, atau pasar di Sidoarjo dan Surabaya banyak ditemui penjual ta­pe Bondowoso.

Bukan hanya di dalam negeri, ter­nyata tape ini juga cukup digemari warga asing. Beberapa negara kini menjadi importir makanan berbahan dasar singkong tersebut. Di antaranya Malaysia, Singapura, dan Arab Saudi.

Salah seorang pengusaha tape Bon­dowoso, Lita Lidiana, mengaku sering kebanjiran pesanan dari Makkah, Arab Saudi, khususnya saat musim haji. De­ngan dibantu 25 pekerja, Lita mengolah hingga 1 ton singkong setiap hari.

Bisnis tape bagi Lita cukup men­janjikan. Omset dari pasar lokal Bon­dowoso saja mencapai Rp 2 juta per hari. Belum lagi pesanan dari luar ko­ta, seperti Situbondo, Surabaya, Ban­dung, dan Jakarta .

Menurut Lita, dia membuat variasi tape untuk menarik minat pelanggan membeli kuliner produksinya. Baik dalam kemasan maupun jenis tape. Ada yang dikemas dengan besek, bambu, dan ko­tak karton. Seluruh tape dibungkus dulu dengan daun pisang untuk memunculkan aroma menggugah selera. “Lebih sedap aromanya,” katanya.

Harga tape relatif terjangkau. Je­nis tape bakar dengan berat 1,5 ons dihargai Rp 700 per bungkus. Se­dangkan tape kemasan bambu per ikat terdiri dari 5 besek dibadrol Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu.

Namun, usaha Lita kini terkendala melambungnya harga bahan-bahan pokok. Lita mengaku omzetnya me­nurun karena daya beli rendah. Ia berharap pemerintah bisa membantu memberi pinjaman lunak agar tape se­makin eksis di pasar internasional.

Lezatnya Tape Bakar

Khusus tape bakar aromanya sa­ngat menggugah selera. Misalnya ta­pe bakar yang diproduksi di rumah Nomor 31 Jalan Panglima Sudirman, Bondowoso, Jawa Timur. Saat di ru­mah ini tengah diproses tape bakar dalam wadah dua baskom raksasa, aromanya sungguh nikmat. Namun ini belum seberapa dibanding lezatnya ta­pe bakar yang dibuat di sana.

Untuk membuat tape bakar yang le­zat, bahannya harus tape yang manis. Agar tidak mengganggu saat digigit, bagian tengah tape harus disisihkan. Tape lantas dapat diisi dengan gula merah, selai buah, serta coklat. Tape isi gula merah adalah yang paling di­sukai orang. Agar menambah selera, tape lalu dioleskan mentega dan selan­jutnya dibungkus daun pisang.

Tape kemudian dibakar. Agar aro­manya tetap sedap tape dibakar ja­ngan menggunakan minyak tanah, tetapi memakai kayu arang. Dengan begini, kelezatan tape bakar tidak akan tercemar bau minyak tanah.

Untuk membakar tape diperlukan kesabaran. Tape harus dibolak-baik secara telaten di bara api. Usai diba­kar, tape kemudian dibungkus daun bertuliskan tape bakar agar tidak diki­ra lemper atau pepes ikan.

Dari setengah kuintal tape, jadi 500 bungkus tape bakar yang siap ditawar­kan dengan harga Rp 1.000 per buah. Tapi harus cepat dikonsumsi. Sebab kemasan tape bakar hanya bisa ber­tahan paling lama empat hari kalau tidak mau yang busuk, (gus)

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:  SUARA DESA,

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Aroma Tape Sampai Makah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s