Krupuk Pecel, Kabupaten Nganjuk

Krupuk Pecel Mbak Yun Bogo Sayurannya Komplit Sambalnya Menggigit

Derap Ajuk Ladang mencari kuliner yang murah plus meriah, tentu saja yang enak di lidah. Tujuannya ya masih di dalam kota Nganjuk. Setelah berkeliling beberapa lama, baru teringat ada jajanan enak di wilayah Kelurahan Bogo, langsung saja menuju  kampung Kedhung Banteng di  Jl. AR. Saleh IV yang dulu bernama Gang Ijen.

Memang di sekitar wilayah Kedhung Banteng dan Dhungdet, dulunya seluruh gang diberi nama gunung. Seperti Merbabu, Ijen, Raung Tidar. Sekitar 200 meteran ke barat setelah masuk Jl. AR Saleh IV, tepatnya di tikungan gang sebelah dalam di sanalah sebuah warung berdiri. Di bawah atap sengnya bertuliskan warung pecel spesial Mbak Yun.

Sebenarnya Derap sudah lama ingin mencoba kuliner  yang satu ini. Tapi baru kali ini kesampaian. Di dalam warung, tampak seorang wanita muda sedang merapikan dagangannya. Setelah memberi salam, Derap mencoba memesan menu yang ada. Ternyata menu favorit di sana adalah krupuk pecel. Minumannya kita pilih es rujak yang biasa menemani krupuk pecel.

Segera saja Mbak Yun melayani permintaan Derap. Tangan Mbak Yun dengan cekatan meracik krupuk pecel. Lebih dulu gorengan ote-ote diiris-iris menjadi lebih kecil. Atau bisa diganti sesuai selera. Ada tahu isi, tempe goreng atau yang lainnya. Beberapa jenis sayuran yang ada ditata dengan rapi memenuhi piring hingga hampir menutipi krupuk pasir yang ada di paling bawah.

Saat itu ada daun lembayung (daun kacang panjang), koro, daun ketela rambat, mentimun krai (ndoyo), tauge dan mentimun. Untuk ukuran krupuk pecel, sayur mayur tadi terbilang komplit.” Saya biasa menyediakan sayuran sesuai musimnya saat itu,” ungkap Mbak Yun. Oooo, pantas saja. Jadinya Mbak Yun tidak sampai kebingungan mencari sayuran.

Kalau lagi musim daun turi, ya pakai daun turi. Setelah tauge diletakkan di bagian paling atas, krupuk pecel disiram dengan sambal pecer yang sudag dilarutkan dengan air matang. Wuiiihh, piring penuh jadi penuh dengan sambal. Jadi tidak perlu khawatir kekurangan sambal pecel, nih. Mau ditambahi, Mbak Yun juga memperbolehkan. Tergantung selera lah…

Apalagi sambal pecelnya selalu dibuat baru setiap hari. “Sekitar 15 kilogram saya buat tiap harinya. Dan selalu habis,” jelasnya dengan tersenyum.  Nah, sekarang tinggal dinikmati. Tapi, eiitt!! ada yang lupa. Es rujaknya belum dibawa. Mbak Yun dengan senang hati menuangkan es rujak ke dalam wadah gelas besar.

Tapi membayangkan  saja tidaklah cukup. Dengan mencomot krupuk penuh dengan sayuran bersambal, wah rasa penasaran ini terbayar sudah. Uueenaak poollll.

Sambalnya tidak terlalu pedas tapi menggigit. Sehingga untuk ukuran anak kecil pun pasti mereka suka. Apalagi orang dewasa yang suka pecel dengan rasa pedas cukupan. Kembali ke krupuk pecel. Melihat gunungan krupuk pecel seperti melihat Gunung Kelud yang baru meletus. Sambal pecel yang memenuhi piring seakan lahar yang meluncur turun ke bumi.

Beberapa lama menikmati krupuk pecel membuat tenggorokan jadi terasa haus, lagsung saja es rujak jadi pelampiasan. Setelah diaduk-aduk sebentar dengan sendok panjangnya, es rujak pun diseruput perlahan-lahan. Wuuiiihhh !!! Sueegeer poolll!! tapi coba lihat. Ada apa di dalam es rujaknya. Kok ada merah-merah. Ooo, ternyata selain mentimun dan nanas yang sudah lazim digunakan sebagai bahan es rujak.

Mbak Yun menambahkan buah jambu kluthuk merah. Beberapa bijinya juga ikut tapi tidak berbahaya bagi tubuh. Justru sebaliknya, buah jambu kluthuk merah sangat bajk untuk kesehatan badan. Khususnya untuk menambah jumlah plasma darah.  Biasanya buah jambu kluthuk merah diminumkan dalam bentuk jus kepada pasien demam berdarah. Rasanya tambah menyegarkan. Dan lagi, lidah ini merasakan kesegaran yang lain dari es rujak.  Jangan khawatir  kalau masih haus, Mbak Yun’membuat es rujak dalam kontainer besar yang cukup untuk lebih dari 50 porsi.

Sepiring krupuk pecel dan segelas es rujak benar-benar membuat perut bebas dari kelaparan. Tidak terlalu membuat kekenyangan tapi juga membuat segar badan ini   Stamina dan semangat jadi bergairah lagi.

Usaha krupuk pecel milik Mbak Yun sebenarnya merupakan warisan dari ibunya sejak puluha tahun lalu. Bisnis di bidang pecel merupakan usaha turun temurun keluarga Mbak Yun. Dan kini hany a dengan Rp. 2.500 untuk krupuk pecel dan Rp. 1.500 untuk es rujak, Anda bisa menikmatinya. Benar- benar special. Apalagi suasana di sekitar warung juga sangat mendukung.

Sesekali terdengar suara kereta api penumpang yang melintas. Jangan kaget, karena memang warung pecel Mbak Yun ada di dekat jalur kereta api.  Selain krupuk pecel, Mbak Yun juga mengembangkan bisnisnya dengan manambah menu dengan gado-gado dan rujak cingur, tidak lupa masih ditambah dengan aneka es jus dan minuman segar lainnya.

Segera saja siang ini ke sana. Warung pecel Mbak Yun buka sejak jam sembilan pagi hingga setengah lima sore. Disantap di warung bisa, dibawa pulang juga boleh. Asal nggak kehabisan duluan. Ayoo… !! (doni)

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit–Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: DERAP ANJUK LADANG, II, Edisi 198, Th. 2008, hlm. 14

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Krupuk Pecel, Kabupaten Nganjuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s