Wisata Bahari, Kabupaten Bangkalan

Kawasan Hutan Bakau Seluas 300 Ha Kaya Biota Laut dan Hamaparan Pasir Putih Diproyeksikan Menjadi Eko Wisata Bahari

Pusaka Jawatimuran-bangkalanBERBAGAI terobosan terus di­lakukan Pemkab Bangkalan untuk menggali potensi kepariwisataan daerah, pasca beroperasinya Jem­batan Suramadu. Kini, misalnya, Pemkab melalui Dispora Budpar setempat, tengah melakukan sur­vey terhadab kawasan hutan bakau seluas 300 ha lebih, yang memben­tang panjang melintasi empat di Kecamatan Bangkalan Kota dan Kecamaan Arosbaya.

“Tujuannya, untuk beberapa tahun ke depan, hamparan hutan bakau seluas itu, akan kami proyeksikan menjadi eko wisata bahari andalan Kabupaten Bangkalan,” kata Kepala Dispora Budpar Kabupaten Bangka­lan, Ir Widaja Krisna, Rabu (3/10), di ruang keijanya. Atau dengan kata lain, jika sudah tertata dengan baik nanti, profil ekowisata bahari ini, menurut Widaja, akan mirip dengan ekowisata hutan wisata Sungai Musi di Palembang, Sumatera Selatan.

Untuk kepentingan itu, pihak Dispora Budpar kini tengah men­gajukan proposal bantuan kepada Kementerian Pariwisata di tingkat pusat, agar kawasan hutan bakau yang terbentang sepanjang sekitar 17 km lebih itu, segera mendapat sentuhan sarana, prasarana dan fasilitas kepariwisataan bahari. “Dalam konteks ini, kami sudah mengutus Kabid Pariwisata ke Jakarta. Syukurlah, pemerintah pusat cukup merespon gagasan ini,” tandas Widaja.

Sementara Kabid Pariwisata Dispora Budpar setempat, Drs Amir Syarifudin, MM.Pub, 1 ebih detailmenambahkan, bah wa kawasan hutan bakau seluas 300 ha yang digadang-gadang untuk diperkenalkan sebagai eko wisata bahari itu terhampar di dua kecamatan. Kawasan hutan bakau seluas 200 ha diantaranya, terkonsentrasi di Desa Tengkat, Kecamaan Arosbaya. Sementara 100 ha lainnya, terhampar di tiga desa di Kecamatan Bangkalan Kota, masing-masing di Desa Kramat, Kelurahan Pangeranan dan Kelurahan Bancaran.

Menurut Amir, ada beberapa alasan prinsip mengapa hutan bakau seluas 300 ha lebih itu, diproyeksikan untuk menjadi kawasan eko wisata bahari andalan Kabupaten Bangkalan. Dian­taranya, selain memiliki pesona alam spesifik kawasan hutan hutan, hampa­ran hutan bakau yang melintasi Desa Keramat, Kelurahan Pangeranan dan Kelurahan Bancaran di Kecamatan Bangkalan Kota, serta Desa Tengket di Kecamatan Arosbaya, itu berhada­pan langsung dengan perairan Selat Madura di ufuk Barat.

“Artinya, jika para wisatawan naik perahu menelusuri kawasan hutan,terutama di sore hari, maka mereka akan bisa menikmati kea- neka ragaman pesona alam yang spesifik,” papar Amir. Jelasnya, di satu sisi para pelancong bisa menikmati keindahan spesifik hutan bakau, sementara di sisi lain bisa menikmati keelokan laut Selat Madura yang padat dengan lalu-lalang kapal niaga, berikut keajaiban perjalanan sun-set (ma­tahari terbenam).

Selain itu, perairan di sekitar hu­tan bakau, juga kaya dengan biota laut, mulai dari aneka ragam ikan, kepiting, kerang dan tiram, serta banyak pula dihuni oleh berbagai jenis spesies binatang dan burung langka. Diantaranya, selain dihuni oleh ribuan burung bangau, juga kerap kali terlihat burung belibis hitam dan elang laut. Ada pula ribuan kera di dalamnya, selain hunian biawak, musang, gorong- gorong dan spesies ular hijau.

Puncak keindahan ekowisata bahari itu, menurut Amir, ada di kawasan hutan bakau Desa Tengket di Kecamatan Arosbaya. Betapa tidak, selain memiliki hamparan hutan seluas 200 ha, kawasan hutan bakau di pesisir Desa ini, juga memiliki hamparan pasir putih yang halus, sementara kondisi air laut di sekitarnya amat jernih. “Kira-kira, agak mirip den­gan hamparan pasir disepanjang pantai Kuta Bali, atau Pantai Lom- bang dengan back-ground hutan cemara udangnya di Kabupaten Sumenep,” tegas Amir.

Itu sebabnya, jika sudah mulai berkembang nanti, kawasan hu­tan bakau Desa Tengket, menurut Amir, direncanakan bakal menjadi base-camp utama eko wisata ba­hari di Kabupaten Bangkalan. Dari base-camp inilah, para wisatawan, bisa pula meneruskan perjalanan wisata bahari mereka menuju Pulau Karang Jamuang, sebuah gugusan pulau cantik yang sejak, jaman Belanda dulu, dikenal se­bagai basis pemandu lalu-lintas pelayaran kapal niaga yang akan lego jangkar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

“Hamparan hutan bakau dan pasir di Pulau ini, juga tak kalah elok dibanding kawasan hutan bakau di Desa Tengket,” pungkas Amir. Dengan demikian, jika suatu saat nanti eko wiasata bahari ini sudah dikemas dan ditata secara apik, maka Kabupaten Bangkalan akan memiliki sedikitnya lima obyek wisata pantai andalan. Sebab sebe­ lum eko wisata bahari ini disurvey, Kabupaten Bangkalan sejatinya su­dah memiliki empat potensi wisata pantai andalan lainnya, yakni Pantai Siring Kemuning di Desa Macajah, Kecamatan Tanjung Bumi, Pantai Maneron di Desa Maneron, Keca­matan Sepulu, Pantai Sambilangan di Desa Sambilangan, Kecamatan bangkalan Kota, serta pantai Rong- kang di Kecamatan Kwanyar.

Untuk jauh ke depan, kelima obyek wisata pantai andalan itu, secara bertahap, perlu ditata lebih konstruktif lagi, karena semua obyek wisata itu, sejauh ini, kecuali Pantai Siring Kemun­ing, belum memiliki dukungan fasilitas, sarana dan prasarana fital yang dibutuhkan oleh sebuah lokasi tujuan wisata. Diantaranya, semua obyek wisata itu, sejauh ini belum memiliki areal parkir, toilet, deretan kios souvenir-art, deretan warung tradisional, ter­lebih prasarana penginapan sep­erti cottage atau home-stay.

Jika semua obyek itu ingin terkelola secara profesional dan layak jual, sudah barang tentu se­mua kesenjangan dan kekurangan yang ada itu mau tak mau harus dipenuhi. Obsesi ini patut disadari oleh semua pihak, lantaran untuk 10-15 tahun ke depan, utamanya setelah proses pemekaran in­dustrialisasi sudah berekskalasi di Kabupaten Bangkalan pasca beroperasinya Jembatan Sura- madu, bukan tak mungkin Ka­bupaten Bangkalan akan tumbuh dan berkembang menjadi daerah tujuan wisata yang prospektif. (SA-001)

——————————————————————————————-

LENSA MADURA EDISI 22/ VI-TAHUN 2012, hlm, 12-19

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Wisata Bahari, Kabupaten Bangkalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s