Objek wisata Gunung Kawi, Kabupaten Malang

Di samping tempat “keramat” Pasarean Mbah Jugo dan Raden Mas Iman Soedjono sebagai fokus tujuan ziarah, di Gunung Kawi juga terdapat tempat-tempat lain yang dapat dikunjungi dan berlokasi tidak jauh dari lokasi makam. Adapun tempat yang dapat dikunjungi tersebut adalah :

  1. Rumah Padepokan Raden Mas Imas Soedjono. Rumah ini gaya arsiteknya berciri khas rumah joglo/tajug Mentaraman. Di dalamnya masih terdapat dua buah bantal dan guling Raden Mas Iman Soedjono yang terbuat dari glugu atau batang pohon kelapa, serta sebuah pusaka yang berbentuk tumbak. Rumah Padepokan ini semula dikuasakan kepada pengikut terdekat Raden Mas Iman Soedjono yang bernama Ki Maridun (berasal dari Pekalongan). Sekarang rumah Padepokan ini diwarisi oleh cucunya yang bernama Sukarno.
  2. Tempat dua buah guci kuno peninggalan Mbah Jugo yang di­namakan oleh masyarakat dengan nama “Janjam”. Pada tempo dulu Raden Mas Iman Soedjono sering menggunakannya dalam mengobati orang-orang yang sakit dengan cara mem­berikan air yang diambil dari dalam guci. Akhirnya masya­rakat setempat yang melihat dan mendengar tentang “kha­siat” guci itu kemudian memberi nama “janjam”. Guci “jan­jam” ini terletak di dekat makam dan banyak peziarah yang senantiasa minta air janjam tersebut untuk diminum langsung atau dibawa pulang.
  3. Pemandian Sumber Manggis. Pemandian Sumber Manggis ini merupakan sumber mata air yang diketemukan oleh Raden.
  4. Mas Iman Soerdjono pada waktu membabat hutan dan men­dirikan pedusunan yang kemudian dinamakan Wonosari. Sumber air dipergunakan untuk sarana kebutuhan hidup yakni untuk mandi : mencuci dan mengambil air wudlu. Lokasinya berada di tengah hutan dan agak jauh dari rumah/padepokan Raden Mas Iman Soedjono. Pada waktu itu Raden Mas Iman Soedjono menanam biji Manggis di atas mata air tersebut dan karena ia memiliki keahlian dalam bidang tanam menanam, maka tanaman apa saja yang beliau tanam akan segera tumbuh subur. Sehingga kemudian sumber air tersebut terkenal dengan nama “Sumber Manggis” Bagi orang yang percaya Sumber Manggis yang memiliki air yang jernih dan segar inibanyak kisah dan ceritera yang dialami oleh para peziarah. Ada yang mengatakan “Sumber Manggis ini dapat membuat “awet muda” bagi yang minum atau mandi dengan air Sumber Mang­gis, dan seterusnya”.
  5. Pemandian Sumber Urip. Pemandian Sumber Urip ini terletak lebih kurang 500 meter di bawah arah timur Pesarean. Sumber Urip ini semula juga berada di tengah hutan yang lebat dan sekarang keadaannya sudah baik berkat pembangunan yang dilakukan oleh Henry Ernawar seorang pengusaha dari Jakarta. Sumber Urip ini ditemukan oleh Raden Asin Nitiredjo pada tahun 1946. Yang kebetulan saat itu sungai tempat mandi ke­luarganya dan masyarakat dipergunakan oleh anggota tentara dari kesatuan Depo Batalion (sekarang Resimen Infantri). Sumber Urip ini memiliki* air. yang jernih/bersih dan selalu mengalir tidak henti-hentinya sehingga banyak dimanfaatkan oleh penduduk setempat dan bahkan para peziarah yang datang berkunjung untuk mandi, minum atau sekedar mencuci muka. Tempat ini juga memiliki berbagai macam kisah dan ceritera sesuai dengan yang dialami dan dikisahkan oleh para peziarah serta juru kunci.
  6. “Pohon Dewa Daru” atau Eugenia Uniflora, termasuk rum­pun suku Myrtaceae yaitu suku jambu-jambuan, atau sering disebut masyarakat dengan “Cerme LondoPohon Dewa Daru yang terletak di dekat (sebelah kanan) makam mBah Jugo dan Raden Mas Iman Soedjono ini dahulu ditanam lang­sung oleh Raden Mas Iman Soedjono. Menurut kepercayaan masyarakat, pohon ini memiliki keistimewaan, dan oleh para’ peziarah sering dianggap sebagai “pohon bertuah ” yaitu sebagai batu uji lambang keberhasilan. Mereka yang percaya menganggap bahwa barang siapa yang kejatuhan buahnya pohon Dewa Daru tersebut maka akan mendapat rezeki. Pohon ini oleh orang tionghoa dinamakan dengan Shian Tho (pohon Dewa), artinya jenis pohon yang banyak ditanam oleh para dewa. Maka tidaklah mengherankan apabila di sekitar tumbuhnya pohon itu tiap saat banyak pengunjung atao pe­ziarah yang bergerombol bahkan ada yang tiduran atau duduk di bawah pohon tersebut, menunggu jatuhnya daun kering atau buahnya yang sangat didambakan. Benarkah pohon ter­sebut sebagai lambang keberhasilan? Wallauhu Allam, dan hanya Tuhanlah yang Maha menentukan dan hendaknya kita selalu berserah diri kepada-Nya yang merupakan Sang Maha Pencipta dan pemberi rezeki, kepada ummat manusia yang beriman dan bertaqwa.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: BUDAYA SPIRITUAL DALAM SITUS KERAMAT DI GUNUNG KAWI JAWA TIMUR ; DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN, DIREKTORAT JENDERAL KEBUDAYAAN, DIREKTORAT SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL, PROYEK PENGKAJIAN DAN PEMBINAAN NILAI-NILAI BUDAYA PUSAT, 1994/1995,  hlm. 15 – 23

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Objek wisata Gunung Kawi, Kabupaten Malang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s