Gunung Kawi, Kabupaten Malang

Gunung Kawi Objek wisata budaya spiritual, Kabupaten Malang

Objek wisata budaya spiritual Gunung Kawi terletak di lereng gunung Kawi memiliki keindahan alam yang mempesona dan hawa yang sejuk. Pemandangan alam yang mempesona dan udara yang dingin dan sejuk itu sangat menarik orang untuk datang ke Gu­nung Kawi. Lebih-lebih di lokasi ini yang tepatnya di desa Wono­sari; kecamatan Wonosari, kabupaten Malang memang memiliki daya tarik tersendiri. Selain menjadi objek wisata alam, kawasan Gunung Kawi juga dikenal sebagai tempat tujuan wisata ziarah atau wisata budaya spiritual. Mengapa demikian? Di tempat ini terdapat dua makam yang dikeramatkan masyarakat dan diper­caya mampu “menjembatani” mereka yang menginginkan sesuatu. Anggapann dan kepercayaan yang demikian itu akhirnya meluas dan memasyarakat sehingga ada kesan bahwa Gunung Kawi ada­lah tempat untuk mencari “pesugihan” (kekayaan) tempat untuk ngalap berkah, tempat untuk mengadu nasib peruntungan dan sebagainya yang dapat menimbulkan musyrik.

Di samping itu, di tempat ini juga memiliki kekayaan peninggalan-peninggalan ber­sejarah dan atraksi budaya antara lain berupa pertunjukkan wa­yang kulit dan sebagainya. Kesemuanya itu merupakan suatu ke­kuatan dan daya tarik yang luar biasa untuk menarik dan menye­dot manusia guna mengunjungi daerah tersebut. Kenyataan me­nunjukkan bahwa orang-orang yang berkunjung/datang ke daerah ini makin lama makin bertambah banyak, dan mereka tidak hanya berasal dari daerah-daerah di seluruh pelosok Nusantara melain­kan juga banyak yang berasal dari luar Indonesia, seperti misal­nya dari Singapura, Malaysia, RRC, Taiwan, India, Amerika, Ing­gris, Jepang, Australia, Suriname, Belanda, Jerman dan Timur Tengah (Suwachman dkk, 1993 : 40).

Hiteroginitas pengunjung dan jumlah pengunjung yang makin meningkat jumlahnya itu dapat dijadikan indikasi popularitas Gunung Kawi sebagai objek wisata budaya spiritual. Mereka itu semua pada umumnya memi­liki kepercayaan bahwa dengan ziarah ke tempat itu akan bisa mendapatkan keberuntungan. Paling tidak mereka percaya di tem­pat itu seseorang bisa melihat nasib dan keberuntungannya se­telah melakukan Ciam Si. Khususnya mengenai masalah ini apa­bila tanpa dilandasi dengan iman yang kuat maka disamping akan menjurus pada perbuatan yang musyrik juga orang akan terkecoh. Sebab yang namanya ramalan, tidak ada manusia saktipun yang mampu mengubah kehendak Tuhan.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: BUDAYA SPIRITUAL DALAM SITUS KERAMAT DI GUNUNG KAWI JAWA TIMUR 
; DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN, DIREKTORAT JENDERAL KEBUDAYAAN, DIREKTORAT SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL, PROYEK PENGKAJIAN DAN PEMBINAAN NILAI-NILAI BUDAYA PUSAT, 1994/1995, hlm. 15

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Gunung Kawi, Kabupaten Malang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s