Semanggi Suroboyo

Selain Rujak Cingur dan Lontong Balap, Surabaya memiliki sebuah masakan khas yang telah lama menjadi ikon kuliner kota Pahlawan ini, yaitu Semanggi Suroboyo. Semanggi Surobyo adalah makanan yang menerapkan konsep pecel [pecal), yakni makanan khas orang fawa yang merupakan paduan sayur-sayuran dan saus kacang berbumbu.

Namun, Semanggi Suroboyo memiliki bahan dasar dan saus khas yang membedakannya dengan jenis pecel lainnya. Kekhasan bahan dan rasanya menjadikan Semanggi Suroboyo layak disebut sebagai pecel orang Surabaya. Dari namanya saja, bahan utama Semanggi Suroboyo bisa ditebak dengan mudah, yaitu tanaman semanggi.

Semanggi adalah jenis tanaman yang termasuk kelompok paku air. Tanaman ini memiliki bentuk fisik yang khas karena susunan daunnya mirip payung yang terdiri atas empat anak daun dengan posisi berhadapan. Tanaman ini biasanya tumbuh liar di sekitar pematang sawah atau tepi saluran irigasi.

Selain daun semanggi, Semanggi Suroboyo juga menggunakan beberapa jenis sayur lain, yaitu kecambah dan kangkung. Semua sayuran tersebut direbus atau dikukus. Seperti jenis pecel lainnya, Semanggi Suroboyo juga menggunakan saus (bumbu) yang disiramkan ke sayur-sayuran. Sausnya agak berbeda dengan saus pecel pada umumnya. Sausnya bukan Cuma terdiri dari kacang tanah dan bumbu-bumbu yang biasa dipakai untuk membuat saus pecel. Saus Semanggi Suroboyo juga memanfaatkan singkong yang direbus kemudian dilumat, sehingga betul-betul kental. Sebagai bumbu penyedap, petis udang ditambahkan pada saus. Bagi yang menyukai pedas, saus Semanggi Suroboyo juga bisa ditambahi sambal sesuai dengan selera. Cara penyajian Semanggi Surabaya tergolong unik.
Semanggi Surabaya selalu disajikan di atas daun pisang baik sebagai alas atau pembungkus {pincuk). Orang-orang Surabaya juga punya cara khusus dalam menyantap Semanggi. Alih-alih menggunakan sendok, biasanya orang-orang menggunakan kerupuk puli sebagai pengganti sendok. Kerupuk puli adalah kerupuk yang terbuat dari tepung singkong.

Penjual Semanggi Surabaya umumnya adalah wanita paro baya ke atas. Rata-rata penjual Semanggi Suroboyo berasal dari kawasan barat Surabaya, tepatnya Desa Kandangan di Kecamatan Benowo. Biasanya para pedagang Semanggi Suroboyo berkeliling menjajakan dagangannya sejak pagi hari sampai sore, bahkan malam hari. Dari Benowo, mereka menyebar ke seluruh pelosok Kota Surabaya dengan naik angkot Mereka menggendong barang dagangannya di punggung dengan menggunakan bakul. Para penjual keliling tersebut menjual barang dagangannya dengan harga yang terjangkau. Biasanya, satu pincuk (porsi) Semanggi Surobyo mereka jual seharga Rp2.500,00 sampai
Rp3.500,00.

Sayangnya, nasib Semanggi Suroboyo tidak sama dengan Rujak Cingur dan Lontong Balap. Berbeda dengan Rujak Cingur dan Lontong Balap yang mudah ditemukan, Semanggi Suroboyo sudah agak sulit ditemukan di wilayah-wilayah Kota Surabaya. Meski dijual dengan harga terjangkau, keberadaan Semanggi Suroboyo semakin hari semakin langka. Hilangnya areal persawahan membuat bahan utama Semanggi, daun semanggi, semakin sulit didapat. Akan tetapi, semangat mempertahankan makanan khas ibu kota Provinsi Jawa Timur ini mulai tumbuh. Sekarang, Semanggi Suroboyo tidak hanya bisa dijual oleh para pedagang keliling saja, tetapi juga oleh restoran, seperti Semanggi Corner Surabaya Plaza Hotel atau pujasera seperti pujasera Supermarket Sinar di jalan Bintoro. Namun, harga yang ditawarkan oleh restoran dan pujasera lebih mahal daripada Semanggi Suroboyo racikan tangan para pedagang keliling dari Benowo.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Pesona Jawa Timur, 39-41

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Semanggi Suroboyo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s