Kacang Kapri Rebus, Kabupaten Nganjuk

Ngemil Kacang Kapri Rebus Cuma Ada di Ds. Perning, Jatikalen

kacang-kapri001Nganjuk ternyata menyimpan sejuta pesona yang tak kan habis untuk digali. Kondisi geografis dan sejarah Nganjuk di masa lampau membuat kekayaan budaya, adat dan hasil buminya menjadi unik dan beragam. Termasuk di antaranya kekayaan ragam kuliner. Seperti di wilayah utara Nganjuk, tepatnya di Kecamatan Jatikalen. Selain sate kenul yang sudah kondang di mana-mana, wilayah ini masih menyimpan pesona kuliner yang juga khas.

Kacang kapri. Di kecamatan ini, kacang kapri merupakan produksi pertanian yang sudah turun temurun diwarisi oleh masyarakat setempat. Khususnya di desa Perning. Di desa yang ada waduk Perning-nya ini, kacang kapri biasa disajikan dalam bentuk sudah direbus. Seperti halnya kacang tanah yang direbus, kacang kapri rebus menjadi makanan khas Desa Perning yang tak dijumpai di wilayah Nganjuk lainnya.

Kacang kapri rebus menjadi makanan kudapan bagi warga Desa Pering. Bentuknya yang agak bulat membuat isinya juga tampak “gendut”. Isi kacang kapri ini berwarna agak kehitaman. Tapi bukan berarti kacang ini sudah membusuk. Warna hitam inilah yang jadi warna khas kacang kapri. Sebagai makanan camilan, kacang kapri ini biasanya disajikan di saat-saat waktu longgar. Seperti pada siang, sore atau malam hari. Masyarakat juga selalu menyajikan makanan khas ini untuk tamu yang datang ke wilayah mereka. Seperti pada saat Bupati Taufiqurrahaman mengunjungi Desa Perning untuk melihat langsung lokasi ODF (Open Defecsation Free ) beberapa waktu lalu. Desa ini memang menjadi desa perintis ODF di Jatikalen.

Soal rasa, kacang kapri rebus ini juga tak beda dengan jenis kacang lainnya. Karena direbus, rasanya lebih terasa asin karena garam yang  ditambahkan saat kacang ini direbus. Tapi sepiring kacang kapri rebus, rasanya tak akan pernah cukup. Apalagi dengan sambil menonton televisi. Pastilah akan lebih cepat habisnya.  Sekedar diketahui, tanaman kacang kapri biasa ditanam warga • Desa Perning pada awal-awal tahun. Seperti bulan Januari hingga April. Menariknya, wilayah lain di Jatikalen malah hampir tak pernah menanam kacang jenis ini.

Biasanya pada saat panen kacang kapri kapri, masyarakat setempat mengolahnya menjadi kacang kapri rebus. Sebagian yang lain dijual dalam bentuk mentah ke daerah lain seperti Jombang dan sekitarnya.

Dengan harga sekitar Rp. 3.500 hingga Rp. 4.000 per kilogramnya. Yang dijual ini nantinya akan dolah menjadi kacang kapri yang sudah diklici ( dikupas kulitnya ), lalu dijual dalam kemasam plstik dengan rasa asin. Kacang kapri ini sudah melegenda sekian lama. Namun hanya masyarakat setempat dan sekitarnya yang tahu akan makanan khas ini. Walaupun hanya sekedar kacang kapri yang direbus, tapi kuliner yang satu ini memang patut untuk dilestarikan. Atau bila mungkin dikembangkan lebih luas menjadi komoditi pertanian unggulan Kabupaten Nganjuk.

Nah, makanya kalau ke Jatikalen khususnya di Desa Perning, coba saja cari kacang kapri rebus. Sambil memancing di Waduk Perning atau cangkrukan di pos ronda, mengemil kacang kapri rebus bisa membuat suasana akan lebih hangat dan akrab. (doni).

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: DERAP ANJUK LADANG  Edisi 188 Th. 2008  

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Kacang Kapri Rebus, Kabupaten Nganjuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s