Sate Emprit, Kabupaten Kediri

sate-empritEmprit burung yang paling dimusuhi petani. Dia selalu datang berjamaah menusuk-nusuk hati petani, karena padi yang akan dipanen telah didahuluinya. Tetapi di tangan Darmanto, burung emprit ditusuk-tusuk  menjadi sate yang pal­ing disukai penggemar kuliner termasuk petani.

Setiap hari lebih dari 1.500 ekor emprit didatangkan petani untuk dimasak menjadi sate khas Kediri. Setelah kepala dan kaki dibuang, tubuh emprit yang kecil mungil dipotong- potong menjadi beberapa bagian. Daging burung ditusuk-tusuk dan kemudian dibakar setelah dilumuri kecap dan bumbu-bumbu ramuan Darmianto.

Sepiring nasi plus berisi 10 tusuk lengkap dengan bumbu khas sate; kacang, lombok, kecap dan pe- nyedap lainnya siap disajikan. Rasanya? Tidak sehebat sate kambing atau sate sapi yang lebih kenyal, berserat dan lebih beraroma, tetapi soal kenikmatan sate burung emprit lebih berkicau.

Sesaat digigit, karena tekstur dagingnya liat, gigi tidak perlu kerja keras untuk melembutkannya. Warna daging kecoklatan mengeluarkan aroma khas hewan pemakan biji-bijian. Guriihnya tak pernah terlupakan. Apalagi daging emprit bebas kolestrol, karena tidak berlemak sehingga aman dikonsumsi untuk segala umur. “Bagi penderita asma, menurut informasi, daging emprit katanya bisa menyembuhkannya,” kata Darmianto.

Keunggulan lainnya, daging empit tidak mengeluar­kan bau amis, seperti burung dara, ayam dan lannya. Penggemar kuliner unik ini juga akan merasakan sensasi lainnya, yaitu saat ditelan, rasa dagingnya sangat lembut dan tidak lengket serta tidak perlu tusuk gigi untuk mengeuarkan dagingnya yang menyelilit di sela-sela gigi.

Burung emprit selama ini menjadi musuh utama petani. Usaha mengusirnya semakin sulit karena bu­rung pedator emprit semacam alap-alap sudah langka. Meski demikian, burung emprit paling paling disukai anak-anak untuk mainan, apalagi para pedagang sering mewarnainya dengan beragam warna.

Namun warung sate empritnya menjadi ramai bukan karena dia seorang SDN Gurah yang sering bergelut dengan dunia anak, sebab kecerdasannya membaca peluang pasar adalah menjadi faktor utamanya. Pedagang nasi dalam pengamatannya, masih menyukai masakan yang paling banyak dibeli orang, sehingga di mana pun dan kapan pun, kalau kita mampir ke warung, menu yang disajikan selalu sama begitu pula rasanya.

Mengapa tidak menggunakan bahan lain? Burung emprit jumlahnya melimpah dan selalu dimusuhi petani. Harganya pun tidak semahal hewan ternak lainnya, apalagi dagingnya halal dan tidak memba- hayakan kesehatan. “Begitu pula belum ban- yak pedagang yang mengkhususkan diri untuk mengelola masakan burung emprit, “uj anrnya.

Ragam masakan Darmianto turut menyebabkan warungnya menjadi ramai. Sate emprit adalah andalannya, tetapi krengsengan emprit juga banyak digemari begitu pula den­gan emprit gorengnya yang dibandrol Rp 10 ribu/porsi.

Hariyono seorang pengge­mar kuliner, menuturkan, warung sate emprit yang ngendon di kawasan Simpang Lima, Kediri ini, saat ini tergolong masakan unik. Belum banyak pedagang nasi yang membuka warung sate emprit, padahal suplai bahan baku di negeri ini cukup me­limpah. Itu sebabnya, harga burung emprit masih stabil, sehingga harga satenya pun cukup murah berkisar Rp 12 ribu setiap 10 tusuk.

Namun dengan rasa emprit yang selalu memang- gil-manggil lidah ini diperkirakan dalam waktu yang tidak lama lagi sate emprit akan menjadi kuliner yang diburu banyak penggemar. “Sate burung emprit akan menjadi tren kuliner pada masa yang akan datang,” ujarnya.

Kicauan emprit tidak semerdu cendet, kenari, ka- cer, cucak rowo. Alunan nyanyiannya terlalu enak didengar jika, emprit menggelar konser bersama ratu- san burung lannya. Sambil terbang ribuan emprit itu menyanyikan irama yang rancak mengucapkan terima kasih kepada pemilik sawah.

Dan Darminato pun turut berterima kasih kepa­da ratusan ribu emprit yang memberinya rizkilewat warung sate empritnya yang dibuka setiap hari mu- lai pukul 16.00 sampai 21.00.”Selama masih ada em­prit, penggemar kuliner tidak akan kecewa kehabisa stok,”ucap seorang pengunjung.(nf)

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:SUARA DESA, Edisi 08 Januari-Februari 2013, hlm. 60

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Sate Emprit, Kabupaten Kediri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s