Kare Rajungan Paciran, Kabupaten Tuban

Nikmatnya Kare Rajungan Paciran, Masih Segar dari Laut Langsung Diolah

kare-rajungan-paciran001Hasil tangkapan laut yang berupa rajungan sebenarnya bisa diolah menjadi kare rajungan atau rajungan goreng. Tapi, bila menikmati menu kare rajungan atau rajungan goreng bikinan RM Tohjoyo di Jalan Raya Paciran, Lamongan, akan merasa ketagihan karena kelezatannya. Bahkan, tak akan berhenti kalau piring yang berisi masakan kuliner rajungan ini belum licin tandas.

Daging rajungan yang tersembunyi di balik kerasnya cangkang binatang yang berkelana di laut itu sungguh disamping lezat di lidah juga gurih dan empuk. Aromanya, wow langsung ‘menggoda’ selera makan ketika tiga porsi rajungan kare dan dua porsi rajungan goring dihidangkan. Total ada lima porsi menu rajungan menemani santap kami berlima siang itu.

Rajungan, nama latinnya adalah Portunus Peiagicus ternyata bukan saja sebagai sumber makanan lezat, namun juga kaya kandungan gizi. Bahkan kandungan protein rajungan lebih tinggi antara lain karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, dan vitamin B. Ada kabar menggembirakan bagi penikmat makanan yang membatasi konsumsi pangan berlemak tinggi, karena kandungan lemak rajungan sangat rendah.

Pemilik kuliner kare rajungan dan rajungan goreng Tohjoyo Paciran ini adalah pasangan suami istri, Zainul Arifin, 42, dan Miftahul Barida, 40. Keduanya adalah sarjana. Sang suami lulusan  jurusan dakwah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sedang istrinya lulusan Tarbiyah Unmuh Paciran. Usaha kuliner rajungan yang dikelolanya tetap mengutamakan resep leluhur, secara turun temurun. Sebetulnya bumbu dasarnya adalah bawang merah/putih, cabe, ketumbar, kemiri, laos dan lain-lain. Khusus untuk menghilangkan bau amis digunakan jahe. Agar terasa lebih nikmat dan lezat tentu saja perlu ada pengembangan dengan menambah bumbu lagi. Karena rasa itulah restoran kare rajungan yang buka mulai pukul 07.00-22.00 ini tak pernah sepi pengunjung, apa lagi dekat dengan Wisata Bahari Lamongan (WBL).

Harga kare rajungan dan rajungan goreng pun bisa terjangkau kantong, Rp35.000/porsi. Bagi pasangan Zainul dan Barida untuk memperoleh rajungan tak begitu sulit. Sebab, RM Tohjoyo yang dikelola lokasinya masih berada di kawasan tepi pantai. Nelayan setelah melaut langsung setor rajungan segar ke RM Tohjoyo yang memang sudah menjadi langganan. Pada hari-hari biasa penjual kuliner seafood ini bisa menghabiskan 30-40 kg rajungan. Nah, kalau pada musim libur pastinya stok yang disediakan lebih banyak lagi.

Di RM Tohjoho Paciran ini tak cuma kare rajungan atau goreng rajungan yang tersedia, pengunjung juga bisa mencicipi lezatnya kuliner seafood lainnya seperti ikan dorang bakar/goreng, cumi goreng, bandeng bakar/goreng dan olahan kakap/tenggiri. Khusus cumi goreng harga satu porsi dipatok Rp15.000. Untuk kepuasan pembeli, kata Miftahul Barida, rajungan yang dibeli dari nelayan termasuk jenis unggulan atau yang sehat dan gemuk serta bertelur. Jenis rajungan ini rasanya lebih enak dan gurih bila dijadikan masakan.

Bila dibanding dengan rajungan yang biasa-biasa atau kurus dan tak segar lagi rasanya jelas jauh berbeda. “Walaupun harga rajungan jenis unggulan ini mahal yang penting pembeli merasa puas. Sebetulnya, di Paciran penjual kare rajungan juga banyak tetapi para pembeli merasa cocok dengan masakan RM Tohjoyo yang selalu menjaga mutu,” kata Barida yang pernah mendapat pinjaman dana dari Bank Jatim untuk memajukan usahanya. Pinjaman itu sudah lunas, sementara kini hanya menabung saja.

Kedepan, Barida dan suaminya punya rencana ekspansi ke luar kota. Sebab, untuk pengembangan di Paciran sudah tidak memungkinkan lagi karena terbentur pada harga tanah yang sudah mahal, Rp 1 juta/m². Pandagannya memang ingin membuka semacam waralaba di Surabaya.

“Untuk pengembangan usaha ini sebetulnya yang kita perlukan adalah tempat usaha, karena semuanya sudah berjalan. Nah, andai ada orang yang bersedia menyediakan tempat di Surabaya kita akan tindak lanjuti dengan bentuk kerjasama dengan saling percaya. Berikutnya kita akan kirim masakan dari Paciran. Keunggulan masakan kami adalah bahan bakunya rajungan segar dan gemuk karena langsung diperoleh dari nelayan. Lain kalau di Surabaya, bahan bakunya sudah kena es. Rajungan kalau kena es beratnya menyusut atau menjadi kurus,” kata Baruda yang mempunyai tujuh karyawan ini.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:  SAREKDA Jawa Timur Edisi: 012 / 2011

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Kare Rajungan Paciran, Kabupaten Tuban

  1. jack says:

    Kepala manyung di warung makan kemangi depan terminal baru brondong juga mak nyuss looo…patut dicoba.kami sekeluarga kalo mau ke tuban pasti sempatkan mampir makan dan bungkus..hahahaa….😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s