Taman Nasional Meru Betiri, Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember

Taman Nasional Meru Betiri terletak pada ketinggian antara 0 -1.200 m di atas permukaan laut. Memiliki tipe ekosistem yang bervariasi tipe pantai, payau, rawa, hutan hujan tropik daerah sedang, dan ekosistem hutan jambu. Taman Nasional Meru Betiri dengan luas kurang lebih 50.000 ha, Dalam kawasan ini terdapat flora langka, yaitu Rafflesia zollingeriana dan Balanophora fungosa. Secara geografis Taman Nasional Meru Betiri terletak di antara 8°22’16” – 8°32’05” LS dan 113°37’51” – 113°57’06” BT. Sedangkan secara administratif, Taman Nasional Meru Betiri terletak di Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember.

Bagian utara – tengah Taman Nasional Meru Betiri mempunyai tipe iklim B. Sedangkan bagian lainnya termasuk tipe iklim C. Curah hujan agak merata, bervariasi antara 2.544 mm – 3.478 mm. Bulan-bulan basah berlangsung antara bulan November – Maret, dan periode kering terjadi antara bulan April – Oktober.

Topografi Taman Nasional Meru Betiri umumnya bergelombang, berbukit, dan bergunung- gunung. Kawasan bagian selatan berbukit-bukit dan makin ke arah pantai keadaan yang bergelombang. Gunung yang terdapat di kawasan ini antara lain Gunung Permisan (587 m), Gunung Meru (343 m), dan Gunung Betiri (1.233 m). Semuanya terletak di sebelah barat. Di sebelah selatan terdapat Gunung Sumbudadung (520 m), Gunung Sukamande (363 m), Gunung Rajegwesi (181 m), dan Gunung Benteng (222 m). Di bagian timur adalah Gunung Gendeng (9893 m) dan Gunung Lumberpacet (760 m). Daerah dataran yang agak landai antara lain di sekitar Teluk Rajegwesi seluas 1.316 ha sudah merupakan tanah desa. Di sekitar Teluk Sukamande seluas 22 ha, dan di bagian timur seluas 50 ha.

Sungai-sungai di kawasan ini adalah Sungai Sukamade dan Sungai Meru berair sepanjang tahun. aliran Kedua sungai tersebut bertemu menjadi satu di blok Sumbersari membentuk Sungai Sukamade. Di kawasan barat Meru Betiri mengalir Sekar Pisang, Sungai Bandealit, dan di bagian tengah mengalir Sungai Permisan. Sungai- sungai ini merupakan sumber air minum bagi satwa yang hidup di kawasan Meru Betiri.

Topografi di sepanjang pantai berbukit-bukit sampai bergunung-gunung dengan tebing yang curam. Hanya sebagian kecil pantai datar yang berpasir, yaitu dari timur ke barat; pantai Rajegwesi, pantai Sukamade, pantai Permisan, pantai Meru, dan pantai Bandelit. Kawasan pantai-pantai ini bernilai ilmiah dan pariwisata yang tinggi.

Keadaan tanah di Taman Nasional Meru Betiri merupakan gabungan dari jenis alluvial, regosol coklat, dan sebagian besar merupakan komplek latosol. Keadaan tanah ini sangat erat hubungannya dengan proses geologis daerah yang bersangkutan. Yaitu tanah tersebut mempunyai bahan induk yang berasal dari batuan alluvial vulkanik. Tanah alluvial umumnya terdapat di daerah lembah dan rendah sampai daerah pantai. Sedangkan regosoldan latosol umumnya terdapat di lereng dan punggung gunung. Taman Nasional Meru Betiri

Taman Nasional Meru Betiri, melalui darat Jember – Banyuwangi, Jember – Bandealit (30 km) dapat dicapai melalui Ambulu dan Curah Nongko. Jember-Surabaya (1345 km). Jember – Sukamade (145 km). Jember- Surabaya (200 km) dilayani oleh bus umum maupun kereta api. Banyuwangi-Sukamade (106 km) dapat dicapai dengan kendaraan umum atau sewa kendaraan.

Keadaan vegetasi di Taman Nasional Meru Betiri bagian timur yang luasnya kira-kira 1/3 dari luas areal kawasan, terdiri atas 4 tipe. Hutan pantai, hutan payau, hutan rawa, dan hutan hujan tropika.

Hutan pantai merupakan jalur sempit. Lebarnya 20-30 m agak datar dan berpasir, terdapat di sepanjang pantai laut selatan, di Teluk Rajegwesi, dan di pantai Sukamade. Jenis tumbuhan yang banyak dijumpai adalah jenis-jenis yang membentuk stolon dan menjalar, antara lain Ipomoea pescarprae dan Spinifex squarratus. Tegakan-tegakan yang umum terdapat di kawasan ini adalah putat (Barringtonia speciosa), pandan (Pandannus sp), waru laut (Hibiscus sp), kapasan (Hernandia sp), ketapang (Terminallia catapa), nyamplung (Callophylum inophylum), tembelekan (Lantana camara), cemara- cemara (Cycas rumpii, sterculia foetida dan Cerbera menghas).

Hutan rawa terdapat di muara Sungai Sukamade, bagian dalam setelah hutan payau dengan luas 10 ha. Jenis-jenis tegakan yang terdapat di hutan rawa ini, antara lain rengas (Gluta renghas), pulai (Alstonia angustilusa), dan putat (Baringtonia sp). Selain itu dataran rendah bagian hilir Sungai Sukamade dipenuhi tegakan gelagah (Sachrarum spontaneum).

Rumput- rumputan semusim tumbuh di tepi sungai dan batu- batu di tengah sungai yang kering. Jenis vegetasi hutan hujan tropika merupakan vegetasi yang paling luas dan merupakan campuran antara hutan hujan dataran rendah dan pegunungan. Komposisi jenis tegakannya sangat beraneka ragam. Dari jenis pohon palma (rotan), bambu liana, perdu hingga herba. Jenis- jenis tegakan yang mendominasi tipe vegetasi hutan hujan tropika ini adalah kala (Mitrephora javanica), doyo {Dysoxylus amoorides), guru (Chicocheton divergens), berasan (Drypetes ovalis), nyamuh (Litsea mopelata), belase (Chydenantus exelsa), langsep lutung (Aglaia eusideroxylon), balungan (Caseria grewifolia), dan sepen (Pometia tomentosa).

Dalam hutan hujan tropika ini terdapat berjenis- jenis liana, paku dan anggrek. Di tebing hulu sungai dan dataran rendah lembah sungai Sukamade, terutama di blok Sumbersari terdapat kelompok tegakan bambu. Sebagian besar terdiri dari jenis jalang dan sebagian bambu petung (Gigantochlora sp). Vegetasi di daerah perbukitan Rajegwesi, sebagian besar juga terdiri dari jenis bambu buluh. Jenis palma lain yang terpenting adalah rotan (sebanyak 7 jenis rotan).

Jenis satwa di Taman Nasional Meru Betiri meliputi kelas mamalia, reptilia, aves, amphibia, piescea dan insekta. Mamalia dari ordo primata yang biasa ditemukan antara lain kera (Macaca irus), budeng/lutung (Presbytis pyrruhus), dan Kukang (Nictecebus cankang). Ordo rodentia yang ada meliputi felarang (Ratufa bicolor), bajing (Ptanrista sp), bajing terbang (Ptanrista elegang), dan landak (Histrix brachyara). Sedangkan ordo carnivora sejenis macan jawa (Panthera tigris sundaicus), macan kumbang (Felispardus melas), macan tutul (Felispardus), kucing hutan (Felis bongalensis), anjing hutan (Court javanicus), dedes/rase (Vivericula nidace), dan luwak {Pacodorenus hermaproditus).

Macan jawa dan macan kumbang terbesar di daerah perkebunan Sukamade Baru, Sumbersari, Sumberjambu, Sumber Langsep, Darungas, bagian hutan merah, dan Sumber Agung. Macan tutul dan kucing hutan terbesar di Sumbergadung, Pringsali, Tumpakgesing, Gunung Permisan, Sumber Langsep, Gunung Buta dan Kedung Batu. Gunung Meru, Gunung Permisan, dan Sumber Gadung merupakan tempat penyebaran anjing hutan.’

Jenis-jenis mamalia lain yang terdapat di kawasan ini adalah trenggiling (Manisjavanicus), babi hutan (Sussp), kijang (Muntiacus muntjak), kancil (Tragulus sp), dan banteng (Bos sundaicus), yang terbesar di komplek hutan Sukamade, Bandealit, Curahnongko, Gunung Butak- Rayuda-Tempurejo di sekitar Lodadi dan Pagergunung. Terutama di daerah perbatasan perkebunan besar “Kota Blater”. Ddaerah ini banteng dalam keadaan terancam karena pesatnya pembukaan tanah oleh penduduk setempat.

Reptilia banyak ditemukan di daerah pantai Rajegwesi dan pantai Sukamade. Terdiri dari jenis-jenis penyu hijau (Chelonia mydas), penyu karet (Careffa careta, penyu blimbing (Dermochelys cariaceae), penyu kembang (Lepido chelys sp), penyu sisik (Stremochelys sp).

Selain itu juga terdapat nyambek (Varanus salvaator) dan ular sawah (Phyton reticulatus). Jenis-jenis dari kelas aves yang terdapat di kawasan ini antara lain kangkerang (Bucros sp), rangkong (Phynoceros sp), ayam hutan (Pasianidae), dan merak (Payo muticus).

Satwa-satwa yang dilindungi di Taman Nasional Meru Betiri adalah budeng/lutung, felarang, bajing terbang, macan jawa, kareng, rangkong, dan merak.

Kawasan Taman Nasional Meru Betiri tidak terdapat lokasi bersejarah. Namun, ditinjau dari segi faunanya mempunyai nilai ilmiah yang sangat penting. Kawasan ini merupakan habitat terakhir bagi macan jawa (Pathera tigris sundaicus) yang hampir punah. Juga terdapat banteng (Bos sundaicus) di bagian selatan Sukamade terdapat bertelurnya penyu hijau (Chelonia my das).

Floranya di kawasan ini terdapat bunga Rafflesia zallingeriana dan pohon raksasa Bischafia javanica. Tipe vegetasi yang menyusunnya adalah hutan primer yang belum terganggu. Kecuali sebagian kecil areal yang sudah dibuka perhutani dan pihak Perkebunan.

Pantai Rajegwesi, pantai Plengkung, pantai Meneng, pantai Sukamade, Teluk Hijau, dan Pulau Merah. Pantai-pantai ini merupakan, sebagai magnet raksasa yang menarik wisatawan. Perkebunan coklat di Sukamade serta sungai yang airnya jernih merupakan perpaduan alam yang kompak, tidak ada limbah yang mencemari air sungai itu.

Mengintip penyu bertelur di Sukamade memang merupakan pengalaman yang sulit dilupakan. Par  pengunjung Taman Nasional Meru Betiri merasa rugi jika belum mengintip penyu bertelur. Pantai Sukamade dikelilingi hutan lebat, hawanya sangat dingin. Bila malam tiba perasaan cemas menyelinap di hati wisatawan. Penginapan di situ jumlahnya terbatas dan sangat terpencil. Pe­nginapan disediakan dekat pantai Sukamade agar wisatawan lebih mudah apabila ingin mengintip penyu bertelur.

Kawasan Meru Betiri ditetapkan sebagai Suaka Margasatwa berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor 276/Kpts/Um/6/1972 seluas luas 50.000 ha, dengan prioritas perlindungan harimau jawa (Panthera tigris sondaica) dan habitatnya. Kemudian, berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor 529/Kpts/Um/1982, kawasan tersebut diperluas menjadi 58.000 ha. Pada tanggal 14 Oktober 1982 kawasan tersebut dinyatakan sebagai Taman Nasional Meru Betiri dengan SK Menteri Pertanian Nomor 736/ Mentan/X/1982.

Fasilitas Taman Nasional Meru Betiri adalah sebagai berikut:

  1. Penginapan dengan daya tampung (kapasitas) 40 orang, terletak di Sukamade.
  2. Pondok wisata dengan kapasitas 24 orang di pantai Sukamade.
  3. Areal bumi perkemahan dengan luas 2 ha di Sukamade dan Bandealit.
  4. Menara pengintaian di padang penggembalaan Sumbersari.
  5. Pondok peneliti satwa liar di Sumbersari.
  6. Shelter pandang di Bandealit

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil  Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Achmad Sapari. Mari Mengenal Taman Nasional di Jawa Timur, Galeri Wacana, (Surabaya) Tahun 2001 hlm. 38-51

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Taman Nasional Meru Betiri, Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s