Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo

Taman Nasional Baluran,Taman Nasional Baluran yang berbentuk segi empat ini memiliki sebuah gunung Baluran, merupakan gunung api yang sudah tidak aktif lagi, dinding kawah ber­ketinggian antara 900 – 1247 M dari permukaan air laut. Luas seluruh kawasaan Nasional Baluran berjumlah 25.000 Ha, disebelah utara dibatasi oleh Selat Madura, disebelah Timur dibatasi oleh Selat Bali dan disebelah Selatan oleh Kabupaten Daerah Tingkat II Banyuwangi.

Lereng gunung Baluran ditumbuhi oleh hutan mu­sim, sejenis vegetasi peralihan yang bila dibiarkan per­tumbuhannya dapat berupa menjadi hutan primer. Dibagian yang datar memiliki bukit-bukit kecil seperti Glengseran 124 M Bekol ± 164 M, dan priuk + 211 M.

Daerah rendah yang sedikit berombak diliputi oleh padang savana dengan diselingi oleh pohon-pohon dan semak-semak berduri serta tumbuhan merambat. Bagian

Pantai sepanjang 42 Km berbentuk tanjung dan teluk disela oleh kedangkalan karang yang indah dan pantai berpasir serta berawa-rawa.

Pandangan ke arah padang savana bersifat terbuka dapat diamati dari berbagai lokasi yang lebih tinggi seperti Bekol berperan sebagai lokasi pokok untuk pengamatan kegiatan binatang di Taman Nasional Baluran.

Taman Nasional Baluran'Curah hujan rata-rata per tahun berkisar antara 900 – 1.600 mm selama 9 bulan setahun. Periode musim ke­marau antara bulan April sampai dengan bulan Oktober. Datangnya angin kencang pada bulan September sampai dengan bulan Desember. Pada musim paling kering yaitu dalam bulan September sampai Nopember merupakan saat yang paling baik untuk melakukan kunjungan ke Taman Nasional Baluran karena biasanya pada saat ini persediaan air terbatas di tempat tempat yang memiliki lokasi sumber air, antara lain seperti di dekat Bekol. Talpat, dekat pantai Bama dan sebagainya.

Di daerah ini tidak terdapat aliran sungai, keadaan tata airnya kurang memadai, sungai-sungai hanya berupa sungai sungai aliran air hujan yang baru ada airnya pada musim penghujan, yang pada musim kemarau menjadi kering.

Keadaan tanah di kawasan Nasional Baluran me­rupakan tanah yang berasal dari batuan vulkanik, termasuk tanah regusol, yang kaya akan mineral tetapi kurang memiliki kandungan organik. Sebagian besar tanah ber- pori-pori dan tidak dapat menyimpan air dengan baik, sangat mudah longsor, berlumpur dalam musim penghujan dan pecah-pecah dalam musim kemarau dengan patahan sedalam + 85 Cm dan lebar + 5 Cm.

Beberapa jenis satwa yang menonjol antara lain berupa banteng (bos javanicus), ajak (Guon Alpinus), Hari­mau (Panthera Pardus), Ayam Hutan (Gallus), Kerbau liar (Bubalas Bubalis), Kijang (Muntiacus Muncak), Babi Hutan (Sup sp), Rusa (Gervus Timorensis), Kucing hutan (Pelis Bengalensis) dan beberapa jenis lainnya Beberapa jenis flora yang antara lain berupa Dadap biru (Erythrina eudophyla) dan jenis rumput dari species Dichantium dan Politrias amaura. Tumbuhan yang lain se­perti akasia (Acasia Lucoplecea), Timogo (Klein Hoviaa Hospita), Gebang (Corypha hutan), Kepuh (Sterculia Futi- da), Kemiri (Aleurites melucane) dan beberapa jenis tum­buhan pantai serta tumbuhan yang lain.

Berbagai bentuk flora dan fauna yang ada di Taman Nasional Baluran beserta perairan pantai yang cukup indah menjadi obyek kunjungan pada saat-saat ter­tentu baik yang bersifat kunjungan ilmiah maupun kunjungan wisatawan umum lainnya. Daya Tarik.

Sebagai pusat daya tarik dari Taman Nasional Baluran adalah adanya kehidupan ekosistim yang menonjol sekali perbedaan antara musim kemarau dan musim peng­hujan berikut kelengkapan satwa dan flora yang terkandung di dalamnya.

Sebagaimana dijelaskan bahwa saat-saat kunjungan yang baik adalah pada musim kering, yaitu pada saat binatang pada malam hari keluar mencari minum di kubangan yang telah disediakan, karena terbatasnya per­sediaan air yang ada di dalam hutan. Melalui menara yang telah disiapkan kehidupan binatang di waktu malam hari yang berkumpul di kubangan dapat disaksikan dengan tenang. Sedangkan kegiatan yang bersifat khusus untuk melakukan pengintaian terhadap kehidupan binatang ter­tentu dapat dilakukan secara khusus pula di kawasan ini.

Kondisi Pencapaian.

Taman Nasional Baluran berada di utara Banyuwangi dapat dicapai dengan segala jenis kendaraan baik besar maupun kecil.

Untuk menuju ke pusat lokasi khususnya mulai dari pintu gerbang sampai Bekol harus menggunakan kendaraan kecil atau direncanakan untuk menggunakan kendaraan khusus yang disediakan oleh Taman Nasional.

Fasilitas Yang Tersedia.

Beberapa fasilitas yang tersedia di Taman Nasional Baluran antara lain berupa akomodasi bertingkat sederhana di Bekol dan Bama dan di Batangan dengan kualitas bersifat sederhana. Disamping itu tersedia Tempat In­formasi dan ruang pemutara film dan slide yang sewaktu- waktu dapat dipergunakan sesuai dengan kebutuhan.

Untuk melakukan pengamatan terhadap kehidupan binatang dapat dilakukan melalui Menara Pengawas berada di Bekol. Belum tersedia rumah makan atau restoran yang memadai. Fasilitas berupa rumah makan yang sederhana berada di perkampungan di dekat kawasan Taman Nasional Baluran.

Pengelola.

Taman Nasional Baluran berada di bawah kewenangan Kantor Taman Nasional Baluran dan sekitarnya di Banyuwangi yang wilayahnya meliputi Suaka Margasatwa Banyuwangi Selatan dan Suaka Alam Kawah Ijen. Taman Nasional Baluran sendiri berada di Desa Wonorejo, Ke­camatan Banyuputih, Situbondo dengan jarak + 55 km dari Situbondo.

Dari jalur arteri Surabaya – Banyuwangi sejauh ± 35 Km. langsung menuju kolasi Taman Nasional Baluran yang selalu siap melayani pengunjung sampai pukul 17.00 WIB setiap hari.

Situbondo : 194 km dari kota Surabaya, merupakan daerah yang mempunyai obyek wisata yang terkenal yaitu :

  1. Desa Pasir Putih, Kecamatan Mlandingan : 20 km dari kota kearah Barat terdapat obyek wisata : Pantai Pasir Putih yang terkenal dengan airnya yang jernih dan tenang sehingga disenangi wisatawan manca negara / nusantara, pencapaiannya sangat mudah karena terletak ditepi jalan raya dan dilewati kendaraan umum jurusan Surabaya – Banyuwangi.
  2. Desa Wonorejo, Kecamatan Banyu putih : 63 km dari kota kearah Tenggara terdapat obyek wisata : Taman Nasional Baluran dengan kondisi jalan baik dan dapat dilalui segala kendaraan.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Buku Petunjuk Obyek Wisata; di Sepuluh Daerah Tingkat II di Jawa Timur.  Surabaya: Dinas Pariwisata Daerah Propinsi Daerah Tingkat I, 1992, hlm. 63-67

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s