Nasi Becek, Khas Kabupaten Nganjuk

nasi-becek-nganjuk 1Nasi Becek Khas Nganjuk Pilihan Mantap Kulinar Nikmat, Siapa sih yang tak kenal dengan nasi becek ? Masyarakat di luar Nganjuk pun tahu. Dan rata- rata sudah pernah mencicipinya. Apalagi orang Nganjuk sendiri. Sepertinya hanya sebagian kecil saja yang belum pernah merasakan lezatnya nasi becek plus sate kambing khas Nganjuk.

Nah ini informasi bagi Anda yang belum pernah mencicipi nasi becek. Tapi juga bisa menambah wawasan bagi yang sudah pernah ‘ merasakannya. Namun satu hal yang pasti, nasi becek sudah menjadi ikon Kabupaten Nganjuk di luar sana.

Tentang nasi becek, sebenarnya sudah lama menjadi buah bibir masyarakat sejak dulu. Kalau di luar Nganjuk kita mengenal makanan soto kambing dan atau gulai kambing, maka nasi becek mungkin termasuk yang sejenis. Tapi tetap saja ada perbedaan dalam pengolahan dan penyajiannya. Bahkan meski sama-sama nasi beceknya, jika beda kokinya ternyata juga beda rasanya. Bisa Anda buktikan sendiri.

Seperti yang dituturkan oleh Bu Sulastri, penjual nasi becek di pojokan perempatan Jl. A.Yani. Tapi sebenarnya, warung nasi becek Bu Sulastri ini berada di Jl. Dr. Soetomo Nganjuk paling timur.

Bu Sulastri ini sudah melakoni usaha berdagang nasi becek sejak tujuh tahun lalu. Biasanya, ia berdagang pada sore hingga malam hari. Yakni sejak jam 15.00 hingga 22.00 malam. Bahkan tak jarang, ia selalu pulang lebih awal karena dagangannya sudah habis tak tersisa sebelum waktunya.

Nasi becek khas Nganjuk ini menggunakan banyak jenis bumbu. Alias maju bumbunya. Bumbu seperti sere, lada, pala, kapulaga termasuk bawa ng merah dan putih. Belum lagi empon-empon seperti kencur, jinten dan semua jenis bumbu dimasukkan menjadi satu. Pokoknya semua bumbu masak dipakai semua. Tak heran bila rasa kuah becek sangat menggigit lidah. Tapi tidak menyengat.

Satu hal lagi yang menjadi ciri nasi becek Nganjuk. Pada tampilannya, nasi becek menyertakan ragam trancam yang terdiri dari irisan kobis, kecambah dan seledri. Biasanya diletakkan di atas nasi. Kemudian beberapa tusuk daging yang sudah disate dicampurkan ke piring.

Baru setelahnya, bumbu kacang dan sambel kemiri dimasukkan. Terakhir kuah becek dituangkan dalam keadaan panas. Tak hanya kuah tapi juga jeroan kambing seperti gajih (lemak) dan sedikit balungan (tulang belulang). Wuah, jika dilihat saja sudah menggoda selera.

Sate kambing.

nasi-becek-nganjukSate kambing tak hanya sekedar pelengkap. Kelezatan sate kambing yang sudah dibumbui dengan bumbu kacang, kecap dan irisan bawang merah terasa berbeda. Apalagi jika daging kambingnya benar-benar empuk dan matang. Pasti lebih lezat rasanya.

Keseharian Bu Sulastri memang berdagang nasi becek dan sate kambing. Bersama suaminya, Pak Sugito, ia sudah menjaiani peran meneruskan usaha keluarganya. Apalagi jarak rumah di Kelurahan Bogo dengan warung yang hanya tak sampai satu kilometer.

Meski hanya buka setengah hari, usaha pasutri muda ini terbilang cukup laris manis. Seolah-olah pembeli yang datang tak berhenti mengalir. Bahkan tak jarang hingga pembeli harus makan di warung es di sebelah Bu Sulastri.” Memang untuk minuman, pembeli bisa memesan di warung es itu. Jadi tak masalah bila sekalian makan nasi becek di situ,” kata Bu Sulastri.

Hebatnya, satu panci besar becek dengan kuah penuh bisa dihabiskan setiap harinya. Bila dihitung satu panci penuh setara dengan lebih dari 100 porsi nasi becek. Belum lagi sate kambingnya. Bisa lebih dari 350 tusuk sate setiap harinya.

Karenanya, Bu Sulastri dengan setia berdagang nasi becek hingga kini. Nasi becek pula yang menjadi sumber penghasilan keluarganya. Sekarang ini, satu porsi nasi becek ukuran biasa seharga Rp. 6.000. sedang sate kambingnya hanya Rp. 13.000 tiap sepuluh tusuknya.

Sebenarnya, sejarah nasi becek.yang kini digeluti Pak Sugito dan Bu Sulastri ini adalah meneruskan usaha sang ibu. Bu Jamin, sang ibUnda, lebih dulu memulai usaha ini sejak tahun 1968. beberapa kali lokasi usahanya sempat berpindah-pindah. Hingga akhirnya menetap di lokasi yang sekarang.

Pak Sugito, yang juga anak Bu Jamin, malah sudah membantu usaha sang ibu sejak lama.” Dari tahun 1977 saya membantu ibu. Tapi kalau waktunya sekolah, ya, tetap sekolah,” ungkap Pak Sugito menceritakan masa lalunya. Keberhasilan Bu Jamin mengelola usaha nasi becek ini berimbas pada keluarga besarnya. Setelah Bu Jamin harus beristirahat, Pak Sugito dan istrinya yang meneruskan hingga kini. Bahkan adiknya Bu Jamin juga meneruskan usaha serupa.” Bulik saya (Bu Towo), buka waktu pagi hari. Kalau saya selalu buka siang sampai malam,” lanjut cerita Pak Sugito.

Bahkan beberapa saudaranya juga ikut memasok kambing sebagai bahan bakunya. Setiap hari, Pak Sugito haus menyembelih dua ekor kambing qibas. Seluruh bagian kambing kecuali kaki, diolah menjadi sayur becek.

Sedangkan Bu Sulastri kebagian jatah memasak sebagian daging kambing menjadi sayur becek. Bu Jamin sendiri masih kerap membantu membumbui sayur becek. Sebagian daging kambing dipotong-potong untuk dibuat sate.” Bisa sekitar 300 hingga 400 tusuk sate.” Tergantung besarnya kambing. Makin gemuk, makin banyak dagingnya,” terang Pak Sugito. Rutinitas ini dijalani pasangan suami istri ini setiap hari dengan telaten dan tekun.

Hebatnya, kedisplinan pasangan ini dalam memasak sayur becek patut diacungi jempol. Daging kambing yang dipakai selalu segar setiap hari.” Tak pernah saya beli daging kambing dari pasar. Saya selalu menyembelih kambing dua ekor setiaphari untuk jualan becek,” ucap Pak Sugito. Karenanya, rasa dan kekhasan sayur becek plus sate kambing Pojok ini selalu terjaga.

Nasi becek plus sate kambing memang sudah menjadi ikon Nganjuk. Tapi menemukan nasi becek yang pas dengan selera kita mungkin tidaklah mudah. Dan nasi becek Bu Sulastri termasuk yang terbaik dari yang pernah ada.

Nah, Anda yang belum pernah menikmatinya, tak perlu ragu untuk segera meluncur ke nasi becek Pojok di Jl. Dr. Soetomo Nganjuk. Kalau perlu bawa seluruh keluarga. Kalau tidak, sayur becek bisa pula dibungkus dibawa pulang.

Musim hujan begini, paling nikmat menyantap masakan yang bisa menghangatkan badan. Nasi becek plus sate kambing adalah bisa menjadi pilihan yang mantap. (doni)

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:  DERARAP ANJUK LADANG, Edisi 206 ,Th. 2009, hlm. 11 – 12

 

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

5 Responses to Nasi Becek, Khas Kabupaten Nganjuk

  1. Pingback: Oleh Oleh Khas Nganjuk Jawa Timur - Jenis Khas Ole Ole Makanan Kuliner di Medan

  2. Pingback: Oleh Oleh Khas Nganjuk - Jenis Khas Ole Ole Makanan Kuliner di Medan

  3. Pingback: Oleh Oleh Khas Nganjuk - Jenis Khas Ole Ole Makanan Kuliner di Medan

  4. Pingback: Oleh Oleh Khas Nganjuk - Jenis Khas Ole Ole Makanan Kuliner di Medan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s