Rafting di Sungai Boro, Wonosalam-Kabupaten Jombang

Sungai Boro yang airnya jernih serta fantastis bebatuannya, terletak di Dusun Mandiro, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Selasa (8/10/2011) telah diresmikan sebagai sarana wisata olahraga rafting,  Dalam kesempatan tersebut hadir Dirjen Rehabilitasi Lahan Perhutanan Sosial, Ir.Jajak Djatmiko, MM didampingi Wabup Widjono. Sarana rafting tersebut dikelola oleh Boro Eco Adventure.

sungai-boro-raftingPerusahaan Boro Eco Adventure, menawarkan dalam berbagai paket. Paket lengkap adalah rafting dengan panjang tempuh sekitar 8 kilometer dan memakan waktu kira-kira 3 jam. Ada juga yang menempuh jarak hanya sekitar 4 kilometer. Harganya pun tergantung dari paket mana yang diambil oleh wisatawan. Tiap paket mempunyai syarat jumlah minimal orang. Misalnya paket rafting 8 KM minimal harus 8 orang dan biayanya adalah sekitar 200.000 rupiah/orang.

Tiap peserta akan mendapatkan perlengkapan rafting lengkap. Setelah memakai perlengkapan standar rafting, peserta akan diberikan briefing singkat tentang apa itu rafting, bagaimana mengayun dayung dan aba-aba keselamatan selama rafting. Bagi pemula yang masih buta sama sekali akan rafting, sangat di mohon untuk memperhatikan dan mengindahkan penjelasan selama briefing, mengingat adanya kemungkinan bahaya yang akan dihadapi misalnya terbawa arus air, terbentur batu, tersangkut dahan atau terpalanting. Setelah briefing, peserta menuju ke Sungai Boro dengan berjalan menuruni bukit selama hampir setengah jam.

Keindahan alam di kawasan ini benar-benar menakjubkan. Sungai yang diapit perbukitan tersebut memiliki aliran air yang sangat jernih. Batu-batu yang bertebaran di sepanjang alirannya juga menjadi pemandangan lainnya. Banyaknya batu berukuran besar, jeram yang menantang serta sensasi pemandangan alam di sana menjadikannya sebagai kombinasi yang keren. Di sepanjang perjalanan, bisa menikmati pemandangan mulai dari perkebunan, bukit, hutan, gua, aliran air terjun dan pemandangan alam lainnya. Jangan segan jika teman-teman ingin mandi di sungai tersebut atau sekedar mencelupkan diri ke segarnya air pegunungan.

Selama 8 KM panjang lintasan rafting, setidaknya ada 2 kali pos peristirahatan. Pertama di KM4 dan kedua di KM8. Di KM8 yang juga tempat finish-nya rafting, akan disediakan camilan tradisional mulai dari minuman, pisang rebus, singkong rebus dan lainnya. Tentu hal tersebut mengobati rasa lelah dan lapar akibat energi yang terkuras selama rafting. Makan-makanan tradisional di pinggiran sungai menjadi pengalaman yang menyenangkan. Setelah puas menikmati camilan tradisional tersebut, maka kami harus menempuh jalanan mendaki yang cukup melelahkan. Hampir setengah jam lebih mendaki bukit yang lumayan terjal. Dari jalan raya pedesaan di sana, akan ada truk yang mengangkut semua peserta ke base camp awal tempat kami berkumpul. Di sana, akan disediakan makan siang berupa masakan tradisional.

Tips Melakukan Rafting di Sungai Boro, Wonosalam:

v   Datang bersama rombongan (minimal 8 orang), karena ada syarat minimum jumlah peserta rafting.

v   Rafting di Sungai Boro sebaiknya dilakukan pada sekitar bulan September- Pebruari,  debit air lebih banyak karena musim hujan. Masa September-Desember di Wonosalam musim panen durian.

v   Memperhatikan dan mengindahkan penjelasan selama briefing, selama rafting, setiap satu perahu karet, akan dipandu oleh satu anggota tim rescue. Dan dalam mengendalikan perahu karet dan menjamin keselamatan selama rafting dia akan banyak memberikan komando berubah aba-aba. Aba-aba ini yang perlu diingat dan diperhatikan oleh peserta. Selain itu dijelaskan pula tentang teknik mengayuh dayung, cara dan petunjuk keselamatan dan hal terkait lainnya.

v   Selama rafting wajib bagi setiap peserta memperhatikan akan aba-aba tim rescue, agar rafting bisa berjalan secara menyenangkan serta aman.

v   Jangan lupa membawa kamera, namun selama rafting kamera tersebut tidak akan bisa digunakan. Bisa gunakan saat beristirahat di KM4 atau KM8, atau minta bantuan orang lain untuk mengambil foto ketika sedang ber-rafting ria. Jangan lupa membawa baju ganti dan perlengkapan mandi, Setelah berbasah-basahan dengan air sungai, tentu membutuhkan peralatan mandi dan baju ganti agar kembali bersih. Bisa meminjam kamar mandi penduduk sekitar base camp.

Rafting di Sungai Boro, Wonosalam sangat menguntungkan, setelah rafting peserta dapat menikmati wisata di lingkungan sekitar , pada kawasan ini terdapat beberapa objek wisata a yakni Candi Arimbi (situs peninggalan Kerajaan Majapahit), perkebunan Panglungan (disini bisa melihat jajaran tanaman cengkeh, kakao dan lainnya serta pemrosesan minyak cengkeh), Goa Sigolo-Golo, Goa Sriti serta Kampung Djawi (semacam resort dan restoran bernuansa dan berarsitektur Kerajaan Majapahit). 134N70

Sumber:
http://imuijombang.org/?p=515
http://www.beritalima.com/2012/05/real-adventure-boro-rafting.html

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Rafting di Sungai Boro, Wonosalam-Kabupaten Jombang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s