Paciran, Kabupaten Lamongan

Kawasan Paciran Pesona Wisata Pesisir Utara
Kali ini Mahameru punya kesempatan berkeliling ke pesisir utara, di kawasan Lamongan. Tepatnya, menyusuri kawasan strategis, Pantai Tanjung Kodok dan Gua Maharani. Bagaimana keindahan dan potensi yang dimilikiIkuti laporan Yusuf Wibisono berikut ini. 
Daerah pesisir rata-rata menyimpan potensi keindahan yang memukau. Tak heran, jika daerah pesisir selalu menjadi obyek wisata. Sebut misalnya Tanah Lot dan Kute di Bali. Demikian halnya kawasan pesisir utara di Kabupaten Lamongan.

Tepatnya di pantai Tanjung Kodok, Paciran. Sekitar 72 km sebelah barat Surabaya. Khusus pantai Tanjung Kodok, memang memiliki letak sangat strategis. Itu sebabnya, ia acapkali mengukir sejarah dengan beberapa momen atau peristiwa penting. Yang paling monumental, ketika terjadi gerhana matahari total (GMT). Banyak ahli mengabadikan peristiwa itu di Tanjung Kodok. Waktu itu, bahkan Tanjung Kodok kebanjiran turis maneanegara. Para turis itu hendak mengabadikan peristiwa GMT dengan teknologi eanggihnya.

Di Tajung Kodok ini pula telah dibangun sarana kegiatan “rukyatul hilal”. Posisinya cukup tepat. Selama tidak tertutup dengan mendung, dengan mudah akan bisa melihat posisi bulan. Karena itu paling tidak setiap tahun, posisi pantai Tanjung Kodok memberi peran penting untuk penentuan awal dan akhir romadhon. Kini kawasan ini terus dibanjiri oleh wisatawan. Disamping pesona wisata yang indah dinikmati, jalur transportasi makin mempermudah mencapai tujuan. Antara lain dengan dibangunnya jalan tol panjang hingga tembus Duduk dan Manyar-Gresik.

Tanjung Kodok bukan satu-satunya tempat wisata. Belakangan te!ah ditemukan sebuah Gua, kini telah dipermak sedemikian rupa menambah potensi wisata di PaciranLamongan. Gua tersebut diberi nama “Gua Maharani”.  Disamping itu, tidak jauh ke Barat, tepatnya dijantung kota Tuban, juga telah ditemukan Gua wisata. Diberi nama Gua Akbar. Tentu dua Gua Wisata ini menjadi pesona wisata tersendiri. Sebelumnya, wisatawan hanya bisa menikmati pesona Tanjung Kodok saja.

Hasilnya, sangat potensial untuk mendongkrak pendapat daerah Lamongan. Terlebih kalau momentumnya bertepatan dengan hari “ketupatan” (tujuh hari pasca Idul Fitri). “Wah,  wisatawan berjubel-jubel. Jalanan macet total. Paciran menjadi lautan manusia,” tutur Nur Hasyim, penduduk asli Pacirim ini kepada Mahameru.

WISATA SPIRITUAL
Ini kelebihan lain kawasan pesisir utara. Kawasan ini dikenal dengan kawasan “Wali Songo”. Dari segi wisata, tentu ini potensial, terutama untuk wisata spiritual. Dan memang terbukti. Karena itu, jauh sebelumnya kawasan ini telah ramai dikunjungi wisatawan. Mereka bermaksud ziarah Wali Songo. Yang dekat dengan Tanjung Kodok dan Gua Maharani adalah tempat Sunan Drajat. Persisnya di desa Drajat Kec. Paciran.

Kemudian ke arah Timur, adalah tempat Sunan Giri (Gresik) dan kearah Barat ada Sunan Bonang di Jantung Kota Tuban. Para penziarah mendapat dua keuntungan sekaligus. Satu sisi bisa menikmati wisata spiritual, mulai dari Sunan Ampel Surabaya sampai Sunan Gunung Jati di Jawa Barat. Sisi lain juga bisa menikmati pesona pemandangan Tanjung Kodok, Gua Maharani dan Gua Akbar. Barangkali karena kawasan ini merupakan pusat penyebaran da’wah Wali Songo, sehingga ada kesan yang jelas, kawasan ini sebagai kawasan santri. Hal itu makin diperkuat dengan maraknya (sebut: maju) dunia pendidikan, mulai tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Plus pendidikan non-formal.

Untuk ukuran tingkat Kecamatan, penyelenggaraan dunia pendidikan di Paciran terbilang sangat maju. Mulai SD/MI sampai SMU/MA berjalan marak dan kompetitif. Kemudian tak kurang dari lima pondok pesantren ikut mendukung proses pendidikan di pesisir utara ini. Yang lebih membanggakan, beberapa Perguruan Tinggi (PT) ikut bermunculan di Paciran. Tak aneh jika Paciran cukup produktif menghasilkan sarjana S1.

Kesan lain, Paciran terlihat santri dari cara berpakaian. Kaum perempuan biasanya memakai jilbab. Minimal dengan pakaian adat lengkap dengan kerudung di kepalanya. “Dulu, jika ada perempuan pakai celana, sudah dianggap melanggar.

Tabu untuk dipakai. Perempuan dewasa semua pakai jilbab,” ungkap salah seorang penduduk. Karena perubahan zaman, kini makin banyak orang berpakaian bebas. Hanya, sebagian penduduk terutama yang mengenyam pendidikan pondok dan madrasah masih sangat kuat mempertahankannya.

Masih ada yang istimewa, soal makanan dan minuman khas. “Jumbrek”, demikian makanan khas Paciran sangat dikenal. Namanya terkesan asal-asalan, tapi rasanya sungguh nikmat. Makanan ini sejenis kue tepung. Ia dikemas dengan lilitan daun lontar siwalan. Memberi kesan tersendiri. Sementara minuman khasnya berupa “dawet siwalan”. Jika meminumnya dicampur es, terasa sangat nikmat dan segar. Bisa bikin ketagihan. Untuk minuman jenis ini, biasanya dijual sepanjang jalan raya Dandleas Paciran. Mudah didapatkan. (*)

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾

Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Mahameru, EDISI29, III-XI, NOVEMBER 1999

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Paciran, Kabupaten Lamongan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s