Pantai Papuma (2), Kabupaten Jember

Pesona Pantai Papuma Berjemur Sambil Melihat dan Melihat Ular Batu .

Dua bocah bermain riang. Saling memercikkan air laut, seolah tak perduli ombak yang membesar. Padahal, mereka bermain berkejaran di atas sampan. Sementara sederetan perahu nelayan di belakangnya tampak sibuk mempersiapkan diri untuk melaut. Hari menjelang mahgrib, namun keindahan Pantai Papuma makin mempesona. Apalagi secara kebetulan di langit terbentuk warna siluet, fenomena alam yang cantik.

Memang mengasyikkan. Apalagi bila naik lagi ke Siti Hinggil (menara), semakin terlihat jelas bentangan pantai berpasir putih, gunung, dan hutan yang mengelilingi. Disempurnakan gugusan Pulau Dewa (Pulau Kreshna, Narada, dan Batara Guru). Tak heran jika dinamakan Papuma, akronim dari Pantai Pasir Putih Malikan. Pasirnya empuk, nyaman dipijak. Apalagi jalan-jalan sore, menyaksikan terbenamnya matahari. Dalam bahasa Jawa, malikan berarti terbolak-balik. Harafiahnya, setiap hari batu-batu yang bertebaran di pantai ini seperti disusun sedemikian rupa sehingga kondisi susunannya antara hari ini, kemarin, dan lusa tidak sama.

Pesona Pantai Malikan karena letaknya di atas bukit kawasan Tanjung Papuma. Di sini terdapat hutan kecil yang eksotis. Pengunjung selain menikmati pantai, bisa jalan-jalan. Ini yang bikin betah tinggal berlama-lama di Papuma. Hobi penelusuran hutan sering dilakukan wisatawan yang haus olahraga jogging track sambil bersenang-senang dengan binatang kecil. Seperti biawak, ayam hutan, berbagai jenis burung, babi hutan, landak, dan trenggiling. Namun, ingat, binatang tidak boleh disakiti, hanya dinikmati keindahannya.

 Pihak perhutani selaku pengelola menyediakan berbagai fasilitas. Antara lain tempat bermain anak-anak, dan camping ground yang biasa dimanfaatkan oleh kalangan kawula muda untuk berbagai aktifitas ekstra kurikuler sekolah. Akomodasi dan restorannya mampu menopang acara rapat meskipun berskala kecil. Ingin ikan bakar? Sederetan warung menjual berbagai jenis ikan bakar. Gurami, tombro, mujair, dan tongkol. Bahkan, pernah ada kepiting besar yang beratnya hamper 1 kg. Ikan bakar disajikan kepada wisatawan hingga larut malam. Harganyapun relatif murah, tergantung jenis dan beratnya.

Nelayan sekitar Tanjung Papuma sendiri yang memasok ikan segar ke warung-warung  itu. Pantai Malikan selain indah, potensi ikannya memang sangat besar. Perahu-perahu nelayan disediakan bagi mereka yang ingin melancong ke tengah laut. Tarifnya Rp 15 ribu per jam. Kontrak bisa diperpanjang sesuai kebutuhan. Misal ingin pergi memancing atau mencari segarnya angin laut.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Jatim News, Tabloid Wisata Plus, EDISI 32, 09 -23 April 2004, Tahun II

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Pantai Papuma (2), Kabupaten Jember

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s