Pantai Sukamade,Kabupaten Banyuwangi

Pantai Sukamade
Pantai Sukamade ekowisata nan elok, Kabupaten Banyuwangi adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, beribukota di Banyuwangi. Kabupaten ini terletak di ujung paling timur Pulau Jawa, berbatasan dengan Kabupaten Situbondo di utara, Selat Bali di timur, Samudra Hindia di selatan serta Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso di barat. Pelabuhan Ketapang yang terletak di Banyuwangi menghubungkan Pulau Jawa dengan Pelabuhan Gilimanuk di Bali. Tapi soal DTW (daerah tujuan wisata), Banyuwangi menjadi penyanggah sekaligus altenatif ketika wisatawan mulaijenuh berlibur di Bali. Sayang, objek-objek wisata terkesan kurang tergarap dengan serius.

Pantai Sukamade, misalnya, merupakan salah satu objek wisata yang terdapat di zona pemanfaatan intensif TNMB (Taman Nasional Meru Betiri) yang sangat potensial untuk kegiatan ekowisata. Atraksi yang bisa dilakukan adalah pengamatan penyu bertelur, pelepasan tukik, bird watching, camping, pengamatan rafflesia, dan berkano. Pantai Sukamade merupakan habitat penyu bertelur. Di tempat ini wisatawan dapat menyaksikan secara langsung aktivitas penyu naik ke pantai, bertelur maupun hanya sekedar memeti (hendak bertelur / kawin). Di tempat ini juga terdapat penetasan semi alami untuk menetaskan telur-telur penyu yang telah dikumpulkan oleh petugas TNMB. Wisatawan juga dapat turut aktif dalam usaha konservasi penyu dengan mengikuti kegiatan pelepasan tukik ke laut setetah ditetaskan pada penetasan semi alami. Sedangkan fasilitas yang terdapat di lokasi ini antara lain pondok wisata, camping ground yang dilengkapi dengan pendapa untuk ruang pertemuan, shelter, jalan trail wisata, information centre, laboratorium dan pondok kerja.

Pada pertengahan Juli lalu, misalnya, sebanyak enam mahasiswa dari tiga perguruan tinggi negeri, yakni Unpad Bandung, USU Sumatra Utara dan IPB Bogor, melakukan PPL (praktik pengalaman lapangan) di kawasan Sukamade. ”Kami berada di sini sekitar dua minggu. Tugas yang harus kami kerjakan antara lain pengamatan penyu dan satwa lainnya, serta keberadaan tanaman hutan yang banyak tersebar di kawasan Meru Betiri ini,” ujar Arik, salah satu mahasiswajurusan Teknik Kelautan Unpad. Objek wisata lain yang ada di Pantai Sukamade adalah hutan mangrove yang terletak di muara timur Pantai Sukamade. Sungainya dapat dipakai berkano pada sore hari sambil melakukan p-engamatan burung (bird watching). Bluung-burung yang ada di sana antara lain roko-roko, elang laut, ayam hutan, dara laut dan masih banyak lagi burung yang dapat diamati.

Keasrian dan keindahan alam Sukamade yang masih alarni, meski tidak sulit untuk mencapainya, namun butuh p rjuangan keras. Wisatawan untuk mencapai Pantai Sukamade yang berjarak sekitar 18 kill dari Sarongan, bisa menggunakan jip, sepeda motor (ojek) maupun truk. Medannya masih berupa jalanan berbatu plus tanah, yang ketika diguyur air hujan pastisusah melewatinya. Kepala Urusan Konservasi TNMB, Zulkadri, yang sudah terbiasa melewati jalur tersebut,juga sempat mengeluhkan beratnya medan. “Kita yang  hampir tiap hari melewati saja, masih suIit. Nggak hapal-hapal juga,” ujar dia, yang mengantar rombongan wartawan majalah Derap Desa dan Puspa ke Pantai Sukamade.

Jarak antara Desa Sarongan hingga Pantai Sukamade yang hanya 18 km harus ditempuh dalam waktu lebih dari 1,5 jam. Mobiljenis pickup berkategori 4 x WD (wheel drive) itu bergerak meram bat dan merayap perlahan mengikuti medan yang sore itu agak becek dan berlubang-Iubang. Penumpang pun harus berpegangan bila tidak ingin terombang-ambing lebih parah. Ya, Dusun Sukamade yang masih masuk wilayah Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, boleh dikatakan terpencil, tetapi tidak tertinggal. Masyarakat di sana harns menerima kenyataan itu dan mereka tetap enjoy menjalani kehidupannya sehari-hari. (edt, bdh, gem)

Lindungi Penyu dengan Penetasan
PANTAI Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, merupakan salah satu andalan objek pariwisata di kawasan tersebut. Pesona alam di Sukamade sangat mengagumkan.  Salah satu andalan Sukamade adalah balai penangkaran penyu yang dikelola Departemen Kehutanan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB). Sebuah tempat yang jadi tempat hewan purba ini untuk berkembang biak. Di antara jenis-jenis penyu itu adalah penyu hijau, sisik, blimbing, dan lekang.

Ya, Pantai Sukamade merupakan habitat tempat penyu-penyu raksasa yang mulai tergolong langka itu untuk bertelur. Di kawasan pantai ini terdapat penetasan semi alami untuk menetaskan telurtelur penyu yang telah dikumpulkan oleh petugas. Kaur Konservasi TNMB, Zulkadri, menyatakan, penetasan semi alami itu dilakukan untuk melindungi telur-telur penyu, baik dari predator pemakan telur maupun dari orang-orang yang mengumpulkan telur-telur itu untuk dikonsumsi atau dijual. Saat wartawan Majalah Derap Desa tiba di pusat konservasi, Zul-sapaan akrab Zulkadri-meminta salah satu petugas membawa kru Majalah Derap Desa melihat tempat telur-telur penyu disimpan hingga menetas dan melihat ratusan tukik (anak penyu) hijau kecil yang sudah siap untuk dilepaskan ke laut.

“Biasanya kalau ada wisatawan datang paling kita lepas 25 ekor. Kalau di Bali, satu ekor tukik yang dilepas wisatawan asing ada harganya yakni Rp 15 ribu. Mereka ada unsur bisnisnya,  tapi di sini tidak. Maksud saya belum terpikirkan ,” ujar Zul. Salah satu petugas lantas membawa 2 ekor tukik dalam sebuah ember dan membawanya ke tepi pantai dari area konservasi. Kebetulan yang banyak bertelur penyu hijau. “jadi tukik-tukik ini semua jenis penyu hijau,” lanjutnya. Di tepi pantai tampak di beberapa bagian ada jejak dan bekas penyu bertelur. Penyu-penyu yang bertelur itu biasanya datang pada malam hari. Beberapa saat tukik-tukik dalam ember yang dibawa petugas dilepas. Benar-benar menakjubkan!

Tukik-tukik itu tampak begitu bersemangat bergerak ke arah air laut. Mereka sepertinya siap menghadapi hidup di alam laut lepas. Tampak bahwa makhluk -makhluk kecil ini bergerak sesuai insting, memilih bagian ombak sendlri-sendiri dan menerabas laut lepas. Petugas itu menyatakan, biasanya dari 1;000 telur yang dihasilkan penyu yang pulang, mungkin hanya beberapa ratus yang bertahan. Hanya 85% yang menetas dan bisa berkembang jadi tukik. Dari 100 ekor yang dilepas, mungkin 20-30 tahun lagi yang pulang hanya beberapa ekor.

Penyu hijau (Chelonia mydas) berwarna agak hijau pada bagian tubuh, daging, dan lemaknya, sesuai dengan namanya. Saat dewasa biasanya berukuran rata-rata 100 em, bahkan ada yang hingga meneapai 250 em. Ketika masih kecil atau anakan, jenis ini merupakan karnivora, tapi saat dewasa dia juga memakan ganggang dan daun-daun vegetasi mangrove/pantai. Untuk jenis penyu hijau yang masih muda, biasanya dalam satu kali bertelur mengeluarkan sekitar 50 – 80 butir, sedangkan yang sudah dewasa bisa lebih dan 100 butir telur dalam satu malam.

Pantai Sukamade, oleh pemerintah kabupaten Banyuwangi dijadikan sebagai salah satu objek wisata yang masuk ‘segi tiga berlian’, yang dijadikan andalan sumber pemasukan dana dari sektor pariwisata. Objek wisata lain yang masuk ‘segi tiga berlian’ adalah kawah Gunung Ijen yang memiliki pemandangan indah dan unik dan Pantai Plengkung atau biasa disebut G-Land yang terkenal dengan ombaknya yang besar. Sementara itu penangkaran penyu semi alami itu dilakukan di kantor resor Sukamade, Sarongan, Taman Nasional Meru Betiri. Ukuran lokasi penangkaran sekitar 5 x 12 m dengan dinding yang dibiarkan berlubang agar sirkulasi angin di dalam penangkaran lancar, dan juga berlantaikan pasir pantai Sukamade.

Biasanya setiap minggu dilakukan penebaran tukik ini kembali dari penangkaran ke laut pantai Sukamade. Banyak yang berharap tukik-tukik Yang dilepas itu mampu bertahan hidup. Karena na menurut beberapa informasi, hanya 1 ekor tukik  yang hidup hingga dewasa dari 1.000 yang dilepas. Beberapa penyebabnya antara lain kemampuan bertahan yang lemah dari ekosistem yang baru, adanya predator alami seperti ikan-ikan besar, biawak dan burung predator laut. Termasuk pula gangguan dan tangan-tangan jahil manusia. (edt)

Mengenal Spesies Penyu
Penyu merupakan binatang laut yang sudah ada sejak 150 juta tahun yang lalu, bahkan sebelum dinosaurus ada. Hewan ini masuk ke dalam kelas reptilian laut. Dulu ada 5 famili penyu laut, sekarang hampir semua punah dan saat ini tinggal 2 famili. Semenara dari lebih 30 general, sekarang tersisa 6 general yakni Dermochelys coriacea, Lepidochelys olivacea, Eretmochelys imbricate, Chelonia mydas, Caretta caretta, Narator depressus.

Di dunia saat ini juga tinggal tujuh spesies yakni penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricate), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu tempayan (Caretta caretta), penyu pipih (Narator depressus), penyu ridley (Lepidochelys kempii) yang endemik di AtiantiklMeksiko. Dari tujuh spesies, 6 di antaranya ditemukan bertelur di kawasan Indonesia, yakni: penyu belimbing, penyu lekang, penyu sisik, penyu hijau, penyu tempayan, penyu pipih. Empat jenis di antara enam penyu tersebut pernah bertelur di Pantai Sukamade. Mereka adalah penyu belimbing, lekang, sisik dan hijau. Dan dari 4 jenis tersebut, yang naik (ke pantai) bertelur 2-3 ekor setiap hari adalah penyu hijau. (edt)

Derap Desa, Edisi 46, Agustus 2011

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Quote | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Pantai Sukamade,Kabupaten Banyuwangi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s