Pantai Kenjeran, Surabaya

Mimpi Indah di Kenjeran

UNTUK MENEPIS KESAN REMANG DI PANTAI INI,  JELAS BUTUH ENERGI EKSTRA.

LEPAS-Saat mendung menggelantung di langit, Pantai Kenjeran tetap memberi ruang pandang yang sejuk. Di kawasan pantai Sanbu ini, pengunjung bisa menuntaskan pandangan sejauh mungkin setelah lelah berkeliling.

Bagi sebagian masyarakat, berwisata atau jalan-jalan di Pantai Kenjeran jadi alternatif yang paling buncit. Bisa jadi, ada yang berpikir bahwa alternatif ini tak perlu ada dalam kamus. Maklum, kompleks taman hiburan yang terletak di pantai timur Surabaya ini menyisakan sejurnlah kisah tak sedap. Mulai dari kisah ajang percintaan anak-anak muda, sampai VCD porno yang heboh beberapa tahun silam.

“Pokoknya, sayaharus berpikir seribu kali untukmengajak anakanak ke Kenjeran. Takut ada pencemaran moral,” kilah Suwoto, 49 tahun, pengusaha asal Lumajang yang tinggal di Surabaya Timur. Katanya, “Saat nonton balap motor di sana, di sepanjang jalan, saya meIihat beberapa pasang remaja berpelukan. Ada yang krukupan jaket. Nggak pantas dilihat anak-anak”. Selain Suwoto, ketakutan ini ternyata juga dirasakan sejumlah orang tua yang sempat dihubungi Mossaik. Bahkan ada yang berpikir ekstrim, “Orang kalau ke Pantai Kenjeran pasti berbuat me sum”.

Apa benar demikian? Menurut Hari Widodo, nara sumber di Kenjeran Park (biasa disebut Kenpark, Red), kesan ini memang disadari oleh pihak pengelola. Karena diawal peluncuran area wisata Kenpark, target yang dibidik memang anak-anak muda yang butuh ruang aktualisasi, khususnya di bidang sport.

“Seriring waktu, minat itu bergeser. Banyak anak-anak muda yang pacaran di sini. Karni tentu tak bisa menolak, karena ini bisnis. Asal tak ada yang kebablasan,” kata Hari. Untuk menjaga rambu-rambu ini, pihaknya menyebar tak kurang dari 100 satuan pengaman di Kenpark. “Luas area di sini mencapai 100 hektar. Kami pikir, 100 pengaman di 100 hektar cukup representatiflah,” tegas Hari.

Langkah ini, lanjutnya, dilakukan untuk menjaga aspek keamanan. Bicara sejarah masa lalu, kawasan Kenjeran memang sempat dekat dengan kisah kriminalitas. Macam penodongan atau pencurian. “Dulu kawasan ini masih alang-alang liar. Gelap. Seperti tempat jin buang anak. Tapi setelah ada kebijakan optimalisasi Kenjeran sebagai tempat wisata, semua sudah berubah,” jelas Hari.

Sebagai bukti, di hari biasa, tempat iiu dikunjungi tak kurang dari 3000 orang. Di hari Sabtu, angka ini melonjak dua kali lipat menjadi 6000 orang. “Hari Minggu dan hari besar, kita malah dikunjungi 9000 orang,” bangga Hari.

ICON WISATA RELIGI

Di Kenjeran, papar Hari lagi, sebenarnya ada dua kawasan wisata. Yang satu, Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, dikelola oleh Pernerintah Kota Surabaya. Di lokasi ini, kita bisa menemukan jajanan khas Surabaya seperti lontong kupang, sate kerang, rujak cingur, es dawet, putu, kelepon, dan masih banyak lagi. Jika ingin mencari ikan laut yang segar dan kering, kerupuk ikan, dan barang kerajinan khas pantai, kita tinggal melangkah ke kios-kios yang berjejal di sana.

Selain itu, Taman Hiburan Pantai Kenjeran juga dilengkapi dengan tempat bermain anak-anak. Jika beruntung, saat air pasang, kita bakal disuguhi atraksi olah raga selancar angin. Sayang, janji ini bergulir tanpa konsistensi yang terjaga. “Sudah lama nggak lihat,” kata seorang nelayan yang ditemui Mossaik di tempat ini.

Kawasan wisata lain, Pantai Ria Kenjeran (Water Park), biasa juga disebut Kenpark atau Kenjeran Park. Tempat wisata ini dikelola oleh sebuah perusahaan swasta yang bernarna PI Granting Jaya. Dan tempat inilah yang belakangan sedang rarnai diperbincangkan. “Karena sejak tahun 2003, kami tarnpil dengan performa baru,” kata Hari.

Jika sebelumnya lekat dengan tempat wisata anak muda, kini lebih diarahkan pada imaji tempat wisata keluarga. Untuk itu, Kenpark merangkul beberapa pakar arsitektur dan psikologi keluarga, guna memoleskan citra baru di Kenpark.

Di tempat ini, nanti akan dibangun Kenjeran Edutainment Park (KEP), sebuah tempat yang ke depan nanti akan difungsikan sebagai wahana bermain dan belajar anakanak. Untuk keperluan ini, Kenpark bekerja sarna dengan psikolog dari Universitas Surabaya. Setelah menuntaskan konstruksi bangunan, kini, KEP tinggal menunggu kelengkapan sarana bermainnya saja.

Selain KEP, Kenpark juga diperkaya dengan Sanggar Agung atau Hong Shan Tang, tempat beribadah umat Tri Dharma (penganut Buddha, Kong Hu Cu dan Tao, Red), yang diresmikan pada tahun 1999 lalu. Di Sanggar Agung, kita bisa melihat patung Dewi K wan 1m tingginya mencapai kurang lebih 20 meter.

Sejak tempat ini diresmikan, banyak orang datang ke tempat peribadatan yang dibangun di sudut Pantai Ria Kenjeran, tepatnya di Jl SukoWo 100 Surabaya ini. Selain bersembahyang, ada juga yang datang untuk sekedar menutup rasa ingin tahu. Sensasi keanggunan patung Dewi Kwan 1m, atau patung Buddha raksasa berwajah empat.

Freddy H. Istanto, ir.MT.ars, pengajar desain arsitektur di Universitas Kristen Petramenilai, Sanggar Agung Kenjeran Surabaya merupakan tempat ibadah yang dibangun dengan semangat multi kultur. Ada perpaduan gaya Jawa, Bali, dan Tionghoa. Mantan Ketua Jurusan Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni dan Desain UK Petra ini juga memuji, bahwa secara umum, Sanggar Agung merupakan representasi kecocokan kondisi psikologi dan budaya dari masyarakat setempat dengan umat Tri Dharma.

Di depan Sanggar Agung, patung Buddha atau Dewa Empat Muka berdiri dengan spirit keagungannya. Konon, inilah patung Dewa Empat Muka tertinggi dan terbesar di Indonesia. Patung setinggi sembilan meter ini dibangun di lahan seluas 225 meter persegi. Tinggi total bangunan, termasuk kubah, mencapai 36 meter. Menurut Dudi Ananda, sumber di PT Granting Jaya, total biaya yang dibutuhkan untuk membangun patung ini mencapai hampir Rp 4 milyar. Angka ini sedikit lebih besar dari perkiraan awal yang di kisaran Rp 3,5 milyar.

PANTAI SANBU

“Pada prinsipnya, karni ingin tampil beda di tiap tahun. Tapi tahun 2006 ini mungkin sedikit beda. Karena ada perubahan yang lebih besar,” kata Soetiadji Yudho, owner Kenpark. Selain Kenjeran Edutainment Park (KEP), Sanggar Agung, dan patung Bmilia Empat Muka, Kenpark juga dilengkapi dengan area jaIan-jaIan Sea Side Pantai Sanbu. Penggunaan nama Sanbu, terilharni dari Bahasa Mandarin sanbu yang artinya jaIan-jaIan.

Menurut Soetiadji, sejak awaI tempat ini digulirkan dengan citra wahana bebas polusi. “Setelah kendaraan bermotor diparkir, pengunjung hanya boleh jalan kaki. KaIau tidak ingin capek, bisa memanfaatkan becak dan kendaraan dengan bahan bakar listrik. Arnan dan ramah lingkungan,” tambah Soetiadji lagi.

Kendaraan listrik yang dirnaksud terdiri dari empat jenis. Becak (terinspirasi rickshaw khas China, tapi bukan ditarik dengan tenaga manusia, Ret!), mobil mini (mini vehicles, Ret!), dan kereta (menyerupai mini bus). Khusus mobil mini dan kereta, menggunakan energi baterai rechargeable. Jurnlah becak yang disediakan hingga awaI Februari IaIu mencapai 25 buah. Sedang mobil mini 17 dan kereta 3 buah.

Bosan jalan-jalan, pengunjung bisa nongkrong di kursi-kursi yang disediakan. Duduk santai bersama keluarga, menikmati panorama pantai, minum es kelapa muda, atau sekalian menikmati makanan khas pantai. Bicara harga, jelas bukan persoalan. Karena harga yang dipatok masih sangat murah. Peritem rata-rata di bawah Rp 10 ribu.

Jika sedikit melongokkan kepaIa ke bibir pantai, kita bisa mengenalkan kehidupan binatang pantai pada anak-anak. Melihat ribuan ketam, janjan, dan ikan-ikan kecil yang berenang mencari kubangan yang lebih dalam.

…….penguniung hanya boleh jalan kaki. Kalau tidak ingin capeK, bisa memanfaatkan kendaraan dengan bahan bakar listrik. Aman dan ramah lingkungan

Di sisi selatan seaside, lanjut Soetiadji, nanti akan dibangun sebuah hall yang gayanya meiriru sebuah bangunan legendaris di China. Konstruksi, arsitektur,bahkan genting kuno yang digunakan sebagai atap hall, akan didatangkan langsung dari China.

Tak berhenti di situ, nanti Kenpark juga memiliki Guest House, hotel berbintang, dan restoyangdisiapkan untukmelayani pengunjung kelas atas yang rindu sentuhan wisata pantai. “Ini menyempurnakan citra Kenpark sebagai wahana wisata yang layak dikunjungi keluarga,” tandas Soetiadji.

SENTRA OLAH RAGA

Jika citra wisata keluarga jadi prioritas, bagaimana dengan citra lama ; Kenpark sebagai salah satu sentra olah raga Kota. Surabaya? “Oh, itu tetap kita pertahankan. Konsep keluarga kan menyangkut bapak, ibu, dan anak. Dan mereka juga dekat dengan aktifitas olah raga,” sergah Hari Widodo.

Gampangnya, karena Kenpark buka 24 jam, kita bisa lari pagi atau jalan-jalan santai di sore hari tanpa takut ada pengganggu. Di luar itu, aktifitas olah raga massal macam pacuan kuda, drag race, motor cross, futsal, dan sebagainya, juga tetap bisa dijalani. “Sport center ini kita letakkan di sisi depan. Jadi begitu masuk area Kenpark, kita langsung bisa melihat arena drag race, motocross, pacuan kuda, dan yang paling barn wahana 27 Tracks,” jelas Hari.

27 Tracks adalah area offroad yang disediakan untuk pecinta mainan mobil yang menggunakan remote control. “Areanya kita desain seapik mungkin. Mirip arena offroad mobil beneran. Buktikan saja,” janji Hari sembari tersenyum. Untuk menjaga udara Kenpark agar tetap bersih dan segar, pihak pengelola meIakukan program penghijauan sejak tahun 2003 dengan menanam trembesi sehmyak 4000 pohon Tapi seperti diakui Hari jumlah ini belrnn diimbangi dengan program penanaman bunga. Kalaupun ada kawasan yang bertabur bunga, barn di area Patung Dewa Empat Muka di depan Sanggar Agung. • hd laksono/foto : m ismuntoro

Mossaik, maret 2006, hlm. 25

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

4 Responses to Pantai Kenjeran, Surabaya

  1. dila says:

    ini pantai kenjeran baru pas pasang, kalo lagi surut yg keliatan lumpur doank

  2. Pantai Kenjeran bisa jadi alternatif tempat liburan di Surabaya yang layak di kunjungi, terima kasih atas infonya

  3. Pingback: lokasi pantai menganti | Info Wisata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s