Pantai Lombang, Kabupaten Sumenep

esona Pantai Berpagar Cemara Udang

Berwisata ke Pantai Lombang, Kabupaten Sumenep, sungguh menyenangkan. Lokasi wisata ini memiliki panorama nan indah. Sebuah pantai dengan hamparan pasir putih sepanjang kurang lebih 12 km, ditumbuhi cemara udang sebagai tanaman khas dan langka, yang hanya ada di Indonesia dan China.

Secara geografis, Pantai Lombang terletak sekitar 30 km arah timur laut Sumenep, tepatnya di Desa Lombang, Kecamatan Batang-Batang. Letaknya yang berada di kawasan laut utara Jawa memungkinkan para wisatawan melihat keindahan matahari terbit dan deburan ombak. Untuk menuju ke Pantai Lombang, sarana transportasinya cukup memadai, meski untuk beberapa rute masih kurang tersedia jasa angkutan.

Perjalanan ke Pantai Lombang dapat ditempuh pula menggunakan angkutan pedesaan dari Bangkalan ke  Desa Legung, kemudian dilanjutkan menggunakan ojek menuju lokasi. Para turis yang berkunjung bukan hanya wisatawan nusantara tapi juga mancanegara. Namun para wisatawan akan lebih antusias bila ada pesta rakyat ketupatan yang digelar satu minggu setelah Idul Fitri, sebab di pantai ini banyak atraksi budaya.

Misalnya pentas musik dan pentas kesenian tradisional yang ditampilkan selama satu minggu penuh oleh warga sekitar. Dalam perayaan Lebaran Idul Fitri 1433 Hijriyah beberapa waktu lalu misalnya. Ribuan wisatawanyang sebagian besar menggunakan mobil dengan pelat nopol luar kota mengunjungi Pantai Lombang. Khususnya saat hari raya ketupat. Jumlah pengunjung ke Pantai Lombang sejak Minggu (19/8) hingga  Rabu, sekitar 2.200 orang. “Namun, jumlah riilnya bisa di atas angka itu, karena sebagian pengunjung

masuk ke Pantai Lombang melalui ja­lur alternatif atau di luar pintu utama yang dijaga oleh kami,” kata Sekretaris Majelis Silaturrahmi Selendang Hitam, MH Baijuri, di Sumenep Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pantai Lombang, di Kecamatan Batang Batang, dikelola oleh pihak ketiga, yang pada tahun ini dipercayakan pada Majelis Silaturrahmi Selendang Hitam. Khususnya selama pelaksanaan pesta ketupat atau rangkaian acara pada masa Lebaran. “Sesuai perjanjian dengan pimpinan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemu­da, dan Olahraga (Disbudparpora) Su­menep, kami mengelola Pantai Lombang selama sebelas hari sejak Minggu hingga Rabu (29/8),” katanya.

Dia mengatakan, pihaknya menyuguh­kan aneka hiburan rakyat kepada peng­unjung pada Sabtu (25/8) dan Minggu (26/8) yang menjadi puncak kunjungan pada masa pesta ketupat di Pantai Lom­bang. Sebagian besar pengunjung yang datang ke Pantai Lombang pada Minggu hingga Rabu menggunakan mobil dengan pelat nopol luar kota. “Kami menduga me­reka perantau asal Sumenep yang pulang kampung pada Lebaran dan menyem­patkan berkunjung ke Pantai Lombang, ucapnya.

Baijuri juga mengemukakan, saat itu jumlah pengunjung pada Sabtu dan Minggu, sekitar lima ribu orang. Sesuai pengalaman tahun- tahun sebelumnya, pengunjung yang datang ke Pantai Lombang pada puncak masa pesta ketupat adalah warga Sumenep dan sekitarnya. “Ya tiga kabupaten lainnya di Pulau Madura,” katanya. Selama masa pesta ketupat, tiket masuk ke Pantai Lombang ditetapkan sebesarRp5.000perorang,dari biasanya Rp2.000 per orang. Hal itu sudah terjadi setiap tahun, karena pengelola harus menyuguhkan aneka hiburan rakyat kepada para pengunjung. Di pantai ini pula kita menjumpai hamparan pasir putih bersih yang dipagari cemara udang yang menambah sejuk dan indahnya suasana pantai. Apalagi ketika momen matahari akan tenggelam sehingga tidak jarang banyak anak muda
memilih berkemah di sekitar pantai ini.

Selain untuk dinikmati keindahannya, tempat wisata ini juga cocok untuk berenang, snorkeling atau olahraga lain. Apalagi, saat ini berbagai fasilitas juga sudah tersedia untuk keperluan berkemah, walaupun masih butuh pembenahan dan peningkatan pelayanan. Pada libur tahun baru, pengunjung Pantai Lombang didominasi pasangan muda-mudi yang mengendarai motor melalui pintu masuk resmi.

Perlu Anda ketahui, pantai ini merupakan salah satu objek wisata terbaik di Kabupaten Sumenep. Tak heran, wisatawan mancanegara (wisman) pun banyak yang terpikat pada keindahan pantai dan cemara udangnya itu. Ini mungkin karenan cemara udang merupakan tanaman khas dan langka di dunia. Pohon cemara ini tidak tegak seperti pohon-pohon cemara umumnya, melainkan sedikit membungkuk, menyerupai udang. Yang juga tergolong unik karena di pantai ini tidak ada sama
sekali pohon kelapa yang lazim tumbuh di sepanjang pantai. (* ara)

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:SUARA DESA Edisi 07/15 Agustus- 15 september 2012 hlm 63

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Pantai Lombang, Kabupaten Sumenep

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s