Tahu Kuning Kediri

Tahu adalah makanan yang terbuat dari kedelai. Tahu Kuning yang oleh masyarakat Kediri disebut Tahu Takwa merupakan salah satu produk unggulan Kota Kediri. Tahu pada umumnya berwarna putih, tetapi Tahu Kediri justru berwarna kuning sehingga sering disebut dengan nama Tahu Kuning. Tahu Kuning Kediri memiliki kekhasan tersendiri dibanding dengan tahu-tahu dari daerah lain. Tahu Kuning Kediri berasa gurih, padat, kenyal, dan tahan hingga beberapa hari. Tahu Kediri ini dapat langsung dimakan tanpa harus digoreng atau dimasak terlebih dahulu. Tahu yang mulai diproduksi sejak tahun 1912-an itu kini menjadi salah satu oleh-oleh khas Kota Kediri.

Pelopor pembuat Tahu Kuning Kediri adalah Lauw Soe Hoek atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bah Kacung. Sampai sekarang, nama Bah Kacung masih menjadi ikon Tahu Kuning Kediri. Untuk mendapatkan Tahu Kuning Kediri sangatlah mudah. Hampir setiap toko di Kabupaten Kediri senantiasa menyediakan oleh-oleh ini.

Tahu yang berasa gurih tersebut berasal dari kedela. Proses pembuatannya tidaklah sulit. Pertama, pilihlat kedelai yang bermutu bagus. Kedua, rendam kedeltersebut dalam air selama enam jam. Perendaman jnbertujuan agar kedelai menjadi empuk sehingg;, memudahkan dalam proses penggilingan. Setelah direndan; selama enam jam dan kulit ari kedelai terkelupas, selanjutnya kedelai digiling hingga lumer. Melalui proses penggilingan, biji-biji kedelai akhirnya menjadi cairan yang lumer. Bubur kedelai yang masih mentah tersebut kemudian dimasukkan ke dalam panci untuk direbus.

Perebusan dilakukan hingga mendidih. Proses ini memerlukan waktu antara 30—45 menit. Selama proses perebusan bubur kedelai dalam tungku panas perlu ditambahkan air secukupnya. Perebusan memerlukan api yang
sedang yaitu tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Hal ini dimaksudkan agar bubur kedelai dapat matang secara sempurna  dan merata. Setelah matang, bubur kedelai diangkat dan disaring dengan kain.

Kain penyaring adalah kain khusus yang pori-porinya tidak terlalu rapat tetapi juga tidak terlalu renggang. Bubur kedelai disaring dan diperas beberapa kali dengan ditambahkan air ke dalamnya. Penambahan air selama proses penyaringan bertujuan agar sari-sari kedelai dapat tersaring secara sempurna. Ampas kedelai (sisa perasan bubur kedelai) selanjutnya dipisahkan dengan air sari-sari kedelai.

Hasil penyaringan tersebut kemudian diberi cuka. Selama proses pencukaan, air sari kedelai diaduk perlahan-lahan agar cuka dapat menyebar secara merata. Beberapa saat setelah dilakukan pencukaan, air sari kedelai akan membentuk gumpalan-gumpalan putih yang masih bercampur dengan air. Kadar air yang masih terlalu banyak harus diminimalkan. Oleh karena itu, air yang mulai terpisah dengan gumpalan-gumpalan sari kedelai harus dibuang.

Setelah tersisa, gumpalan-gumpalan sari kedelai tersebut dimasukkan ke dalam cetakan dengan menggunakan gayung. Cetakan yang dimaksud adalah papan kayu berukuran lm x lm x 20cm. Sebelumnya, cetakan tersebut diberi alas berupa kain putih berpori. Berikutnya cetakan yang telah terisi gumpalan-gumpalan sari kedelai ditutup dengan kain putih berpori lagi dan selembar papan. Selanjutnya, papan penutup tersebut ditindih dengan batu andesit. Penindihan dilakukan dengan maksud agar kadar air yang masih tersimpan dalam gumpalan-gumpalan sari kedelai dapat hilang sepenuhnya.

Setengah hingga satu jam kemudian, setelah tahu mengeras, batu penindih diambil. Selanjutnya, papan kayu penutup dan kotak cetakan diangkat. Tahu yang masih berbentuk lembaran itu selanjutnya dipotong sesuai ukuran. Tahu yang masih berwarna putih itu kemudian diberi pewarna dengan cara direbus. Perebusan dilakukan agar warna dapat rata secara sempurna. Setelah air mendidih dan tahu berubah menjadi berwarna kuning, selesailah seluruh proses pembuatan Tahu Kuning Kediri.

Pesona Jawa Timur 121-123

About these ads

About Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Tahu Kuning Kediri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s